Pengrusakan Lahan, Petani dan Karyawan PTPN Nyaris Bentrok
LABUHAN DELI, (utamanews)
Jumat, 19 Apr 2013 08:54
herda
Massa Nyaris Bentrok di Lahan Sengketa
Dipicu pengrusakan gubuk dan tanaman di lahan seluas 30 hektar di Kebun Helvetia, Pasar IX, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli antara Petani dari kelompok Himpunan Kerukunan Tani Manunggal (HKTMI) dengan karyawan PTPN II Kebun Helvetia nyaris bentrok, Kamis (18/4/13) sore.
Keributan ketika pihak dari karyawan PTPN II merusak lahan yang selama ini telah berstatus eks HGU dikelolah oleh kelompok HKTM selam setahun lamanya gubuk dan tanaman berupa pisang, jagung dan ubi dirusak oleh pihak PTPN II Kebun Helvetia.
Pengrusakan tanaman yang telah telah dikelola petani sesuai alas hak KRPT yang telah ditetapkan sesuai perjanjian yang telah disepakati tidak melakukan pengrusakan. Ternyata pengrusakan dilakukan oleh pihak PTPN II Kebun Helvetia. Dari itulah masyarakat petani mengamuk mendatangi kantor PTPN II Kebun Helvetia.
Dengan bersenjatakan parang babat, cangkul dan benda tumpul lainnya, petani didominasi dari omak -omak mencoba menantang karyawan PTPN II yang berada di kantornya. "Jangan kalian beraninya sama rakyat kecil, kalau berani kalian keluar, jangan sempat mati kami buat," teriak petani yang emosi tanaman mereka yang dirusak.
Keributan itu mengundang petugas dari Polsek Medan. Dibawah pengamanan polisi, tampak para petani semakin emosi setelah melihat pihak PTPN yang mencoba memancing emosi petani. "Kalau memang kalian mau main sama kami, jangan beraninya kalain ramai - ramai," teriak para petani.
Suasana semakin panas, kelompok petani yang terpancing emosi berusaha mengejar pihak PTPN langsung dihadang oleh Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Reza Fahlevi dengan menenangkan petani. Suasana semakin panas akhirnya dapat ditenangkan oleh polisi.
Suasana pun dapat dikendalikan oleh polisi, kedua belah pihak saling tarik diri. Kedua belah pihak diarahkan pihak kepolisian untuk membubarkan diri dan akan membicarakan persoalan secara musyawarah. "Mari kita bubar, jangan sempat terjadi keributan. Kita akan bahas ini nanti dikantor desa," kata Kapolsek, Kompol Reza Fahlevi.
Setelah ditenangkan, kedua belah pihak saling membubarkan diri kembali meninggalkan lokasi. "Kami kecewa dengan pihak PTPN karena ada perjanjian mereka tidak merusak tanaman kami. Tadi mereka tiba - tiba merusak makanya kami mendatangi untuk minta pertanggung jawaban mereka," kata Ketua HKTM, Sarifuddin.
Akhirnya situasi sempat memanas di kawasan PTPN II Kebun Helvetia, Pasar IX, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli telah kembali normal. (Hrd)