Gerakan Mahasiswa merupakan gerakan intelektual masyarakat, pembaharuan dimulai dari sebuah gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa masih dipercaya oleh masyarakat mampu membawa perubahan, hal ini dikarenakan pergerakan mahasiswa masih diisi oleh nilai-nilai kaum muda yang identik dengan gerakan moral yang bertumpu pada empati dan simpati terhadap lingkungannya, masyarakat dan bangsanya sehingga menumbuhkan semangat keberpihakan pada rakyat, dan diharapkan gerakan mahasiswa menjadi jembatan bagi dunia akademik dan masyarakat.
Hal ini dikatakan oleh Plt Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi dalam sambutannya saat menghadiri acara Musyawarah Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan yang ke 30 tahun 2013, Senin (16/9) malam di Gedung Alfa Omega, dihadiri Ephorus GKPS Dr Jaharianson Saragih STh, Anggota MPR RI Martin Hutabarat, Ketua GMKI Pusat Ayub S Kom, serta para senior GMKI dan ketua kelompok Cipayung.
Dikatakannya, salah satunya gerakan kemahasiswaan tersebut adalah GMKI dimana seluruh anggota GMKI Cabang Medan tentunya telah memahami 3 ruang lingkup atau Medan yang menjadi proses dalam berperan yakni, sebagai warga Negara kesatuan RI, warga gereja dan warga intelektual, berpegang pada tiga hal tersebut diharapkan GMKI Cabang Kota Medan dapat terus menjalankan dan semakin meningkatkan peran serta aktifnya.
“Saya ingin mengajak GMKI Medan agar menjadi bagian dari motor penggerak pembangunan di Kota Medan, berperan aktif disini tidak hanya pada ruang lingkup Perguruan Tinggi saja, tetapi menyeluruh sebagai wujud keintelektualan GMKI, juga sumbangan dan fikiran dan berbagai kegiatan yang bersifat membangun,“ ujar Dzulmi Eldin.
Ketua GMKI Cabang Medan Rickson Tampubolon SE dalam sambutannya mengatakan, musyawarah ini merupakan tuntutan organisasi dimana masa kepengurusan GMKI Cabang Medan berlangsung selama 2 tahun sekali, selain melakukan pemilihan pengurus yang baru, muscab GMKI ini juga menyusun program kerja kedepan demi memantapkan jalannya roda organisasi.
Dikatakannya, GMKI Kota Medan terdiri dari 19 komisariat yang ada di sejumlah Perguruan Tinggi di Kota Medan, Muscab ini berlangsung 16 sampai 22 September, dengan tempat yang berbeda, yakni di Bina Graha Medan dengan acara KSL yang akan menghadirkan nara sumber dari para aktifis mahasiwa, Rektor Universitas Nomonsen serta Kapolresta Medan, selanjutnya dilanjutkan ke Berastagi. (Hpm)