Saat ini jalan negara menghubungkan Sumut - Aceh via Kabupaten Dairi di kilometer 12, Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo yang tertutup longsor, Kamis (2/5) sore, sudah dapat dilintasi.
Arus lalu lintas di lintasan utama itu sebelumnya lumpuh.
Diperkirakan, terdapat sepuluh titik longsor menutup total badan jalan. Lokasi itu, persisnya berada di sekitaran Taman Wisata Iman - Letter S hingga jembatan Lae Pandaroh. Pengendara terpaksa mengalihkan route dari Simpang Tiga Sitinjo-Pangiringan Kecamatan Parbuluan, tembus ke Tanjung
Beringin Kecamatan Sumbul. Sementara itu, lintasan alternatif di sana juga rusak parah. Puluhan kendaraan angkutan umum, mobil pribadi dan pengangkut minyak sawit mentah serta bebatuan terperangkap di antara gundukan lumpur bervolume besar.
Pantauan lapangan, saat ini pohon kelapa sawit penghias objek wisata yang rubuh bersama menghempang sarana transportasi sudah dipinggirkan, demikian juga tembok penahan monumen Letjen Purn TB Simatupang dan Letter S, yang menutup jalan.
Sejumlah personil Polres Dairi, TNI AD dan pemerintah dibantu penduduk bersiaga di lapangan mengatur arus lalu lintas. Mereka juga memperingatkan masyarakat agar tidak mendekat bencana alam.
Longsor tidak merenggut korban jiwa. Begitu juga kendaraan, tak ada yang tertimbun longsor. Sepekan terakhir, hujan turun setiap sore dengan curah amat tinggi. (Lya)