Puluhan calon pemudik dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang ingin mudik ke Provinsi Riau dan Sumatera Barat terlantar akibat minimnya armada bus.
“Kami masih menunggu bus yang datang untuk membawa ke Riau dan Sumatera Barat,” kata Hermanto, calon penumpang mudik, di terminal Pasar X Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, Selasa.
Para pemudik tersebut semula akan melakukan mudik ke Riau dan Sumatera Barat, tetapi bus yang mereka tunggu belum juga tiba.
“Sejak dari subuh tadi kami sudah tiba di terminal ini, bahkan ada yang datang sejak kemarin,” ungkap Hermanto.
Memasuki H-2 lebaran, ia memperkirakan jumlah bus tujuan Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) yang melayani penumpang di Langkat jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mudik tahun lalu.
Meskipun harus menunggu berjam-jam, tetapi para penumpang mudik itu tetap berupaya berangkat ke Riau dan Sumbar.
“Keluarga kami disana sudah pasti menunggu kepulangan kami untuk melaksanakan lebaran bersama,” ujar Hermanto.
Ia merasa heran, kenapa menjelang lebaran 2013 armada bus angkutan penumpang tujuan Riau dan Sumbar berkurang di Langkat.
Sementara, Ilyas, petugas loket bus di Terminal Hinai, mengungkapkan minimnya jumlah armada bus yang beroperasi dikeranakan kenaikan harga minyak yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang akan diangkut.
“Jumlah penumpang yang berangkat dari daerah ini setring tidak penuh dalam satu bus,” katanya.
Karena itu, pihak pengelola perusahaan bus antar kota antar provinsi (AKAP) umumnya baru bersedia melayani penumpang di Langkat jika jumlah kuota penumpang relatif banyak. (Ant/KR-IFZ)