Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi mengingatkan kepada seluruh supir agar tidak memaksakan diri ketika mengemudikan bus. Jika sudah merasa lelah, mereka harus berhenti dan berganti dengan supir cadangan. Selain itu tidak perlu terpancing untuk kebut-kebutan di jalan. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, sebab keselamatan penumpang sepenuhnya berada di tangan supir.
Himbauan ini disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin didampingi Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat beserja sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan ketika meninjau Stasiun Bus ALS di Jalan Sisingamangaraja dan Stasiun Bus Kurnia Grup di Jalan Ring Road Medan, Sabtu (3/8). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan armada darat, terutama dalam mengangkut arus mudik lebaran.
Menurut Eldin, selain kesiapan armada yang dioperasikan, peninjauan ini juga dilakukan untuk melihat kesiapan para supir yang akan mengemudikan bus tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, supir yang mengangkut penumpang luar kota setiap 6 jam sekali diganti untuk mencegah terjadinya kelelahan sehingga bisa berakibat fatal bagi bus dan penumpang yang di dalamya. Karenanya, Eldin sangat menyambut baik dengan dilakukan sistem pergantian supir setiap 6 jam sekali tersebut.
Meski demikian dia pun berharap, jika belum sampai 6 jam, supir sudah merasa lelah dan mengantuk, dia pun menyarankan agar tidak memaksakan diri. “Walaupun waktunya masih 5 jam tapi supir utama sudah merasa lelah, lebih baik berhenti dan berganti dengan supir cadangan. Selain karena kecelakaan memang sudah ketentuan Allah, para supir harus juga menyadari bahwa kesadaran penumpang merupakan tanggung jawab penuh mereka. Jadi mengemudilah dengan baik dan tak perlu memaksakan diri,” kata Eldin mengingatkan.
Eldin beserta rombongan pertama kali meninjau Stasiun Bus ALS. Begitu tiba di lokasi, Eldin langsung memeriksa kondisi bus. Setelah memastikan kondisi bus layak operasi, Eldin pun memasuki bus. Kesempatan itu digunakannya berdialog dengan sejumlah penumpang dengan tujuan Medan menuju Ujung Gading, Pasaman, Sumatera Barat. Kemudian Eldin berpesan kepada supir agar selalu menjaga kesehatan dan tidak mengantuk ketika mengemudi. Di samping itu jangan mudah terpancing emosi sehingga kebut-kebutan di jalan.
Usai memeriksa kesiapan bus dan supir, Eldin kemudian mengecek harga tiket. Berdasarkan pengakuan sejumlah penumpang, tidak ada terjadi kenaikan ongkos yang signifikan. Jika pun terjadi kenaikan, tarifnya telah disesuaikan dengan pasca kenaikan harga BBM. “Ada penumpang tadi yang mengaku harga tiket menuju Padang tahun lalu Rp.210.000, tetapi sekarang naik menjadi. Saya menilai ini kenaikan normal,” ungkapnya.
Setelah itu Eldin memeriksa kesiapan para petugas medis yang membuka posko di tempat tersebut. Di samping kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan, Eldin juga mengecek ketersediaan obat-obatan yang akan diberikan kepada para penumpang. “Tim kesehatan siap memberikan pelayanan, begitu masyarakat butuh pertolongan, mereka langsung melayaninya dengan maksimal. Termasuk, memberikan obat-obatan sebagai pertolongan pertama,” ungkapnya.
Sementara itu menurut Nazar, salah seorang direksi Bus ALS, pihaknya telah menyiapkan 305 bus untuk mengangkut penumpang untuk mudik lebaran. Mereka siap mengantar penumpang sampai ke Jawa Timur. Sampai 6 hari jelang Lebaran, Nazar mengaku penumpang yang banyak naik Bus ALS dengan tujuan Medan ke Pasaman, Bukit Tinggi, Padang dan Penyabungan.
Sedangkan Ani, salah seorang petugas loket menjelaskan, jumlah penumpang telah meningkat 100 persen dibandingkan hari-hari biasanya. “Jika hari normal, bus membawa penumpang lebih dari 200 orang setiap harinya. Kalau hari ini, jumlah penumpang yang kita layani lebih dari 500 orang. Saya yakin jumlah ini akan terus meningkat,” jelas Ani.
Ditambahkannya lagi, tiket untuk wilayah timur seperti Pasaman, Bukit Tinggi, Padang dan Panyabungan telah habis terjual sampai tanggal 13 Agustus. Sedangkan tiket untuk luar Pulau Sumatera seperti Jakarta sampai Jawa Timur masih bisa dipesan. Dalam setiap bus yang diberangkatkan akan disertakan 1 supir pengganti dan 1 kernet cadangan.
Setelah dari stasiun bus ALS, Eldin beserta rombongan meninjau Stasiun Bus Kurnia Group di Jalan Ring Road Medan. Penumpang yang diangkut umumnya menuju wilayah barat Sumatera seperti Banda Aceh. Di tempat itu Eldin pun menyaksikan langsung satu bus baru seharga lebih kurang Rp.2 miliar. Meski kondisi bus masih baru namun Eldin tetap melakukan pemeriksaan kondisi mesin. Selain kesiapan bus, Eldin juga melihat kesiapan para supir serta fasilitas pendukung terminal seperti toilet dan mushola. (hpm)