Pj. Bupati Labuhanbatu Drs. Amran Utheh, M.AP saat menyerahkan bingkisan kepada salah seorang wisudawati yang memperoleh IP tertinggi progam studi biologi FIKIP pada acara Wisuda Sarjana Yayasan Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA) Angkatan XII Tahun 2015.
Rantauprapat, (utamanews.com) - Menghadapi tantangan global yang semakin berat, kita membutuhkan generasi muda dengan SDM yang berkualitas, siap bersaing dalam berbagai dimensi kehidupan dan pendidikan berkualitas adalah kata kunci terciptanya masyarakat dan generasi muda yang mandiri, cerdas, berkepribadian, bermartabat, memiliki mental dan karakter bangsa serta percaya diri yang tinggi, sehingga siap menghadapi tantangan di masa datang.
Demikian dikatakan Pj. Bupati Labuhanbatu Drs. Amran Utheh, M.AP dalam arahannya pada acara Wisuda Sarjana Yayasan Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA) Angkatan XII Tahun 2015, Sabtu (12/12) pagi di Ballroom Suzuya Plaza Rantauprapat yang turut dihadiri Kabag Humas, Infokom Labuhanbatu Drs. Sugeng dan Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Sumatera Utara Rudi K Nababan.
Menurut Mantan Kadis Pendidikan Labuhanbatu ini, hari ini saudara menutup pengalaman belajar di Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA), pada saat yang bersamaan saudara juga membuka penggalan pengalaman baru yaitu pengalaman sebagai seorang lulusan Universitas Islam Labuhanbatu yang akan berkiprah dan berkarya dalam pembangunan bangsa.
Dalam penggalan-penggalan baru itu saudara akan belajar untuk menjadi seseorang yang bermakna bagi kehidupan saudara dan sekitarnya, berbekal keahlian dan pengetahuan yang saudara miliki dan saudara juga akan belajar untuk hidup bersama-sama menjadi satu diantara sekian banyak individu yang berjalan dengan serasi dan selaras dalam masyarakat. Suatu hari nanti nanti saudara akan kembali membuka dan atau menutup suatu penggalan, begitulah akan berlanjut terus dalam jalan kehidupan saudara, terang Amran Utheh mengingatkan para mahasiswa tersebut.
Dijelaskannya, masa-masa menjadi mahasiswa dapat dikatakan masa-masa emas dalam kehidupan kita, karena sesungguhnya kehidupan anda sebagai seorang mahasiswa ibarat geladi bersih menuju kehidupan anda yang benar-benar nyata, dimana semakin banyak permasalahan hidup dan bagaimana masyarakat menerima anda, hal itu akan anda rasakan nanti setelah anda terjun ke tengah-tengah masyarakat.
“Orang-orang optimis bukanlah ia yang merasa bisa melakukan sesuatu, tapi orang yang optimis adalah ia yang mau berusaha sehingga ia bisa melakukan sesuatu tersebut, buatlah target-target dan mimpi yang besar, hanya orang-orang besarlah yang mampu mewujudkan mimpi besar, teruslah berkarya, hingga kelelahan itu mengikutimu, cintailah belajar, karena dari situ kita akan belajar mencintai”, kata Pj. Bupati tersebut.
Rektor UNISLA Drs. Rajo Makmur Siregar, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, wisuda merupakan momen yang dinantikan oleh lulusan Perguruan Tinggi dan keluarga masing-masing, karena merupakan upacara akademik yang menjadi akhir dari proses pendidikan setiap mahasiswa, meski sebenarnya proses belajar dan memperoleh pendidikan tidak pernah berhenti dalam denyut kehidupan manusia (Life Long Learning).
Menurut Rajo Makmur, sebagai seorang akademisi sudah selayaknya dibenak kita timbul sebuah pertanyaan, yaitu apa peran perguruan tinggi indonesia khususnya UNISLA dalam memasuki Era Masyarakat Ekonomi Asean. Adapun jawaban dari pertanyaan ini sangatlah sederhana yaitu, karena perguruan tinggi bisa masuk kesegala lini, sebutnya.
Sementara, Drs. H. Abdul Manan Ritonga, MAP Purek Bidang Akademik dalam laporannya menyebutkan, Mahasiswa UNISLA yang diwisuda adalah sebanyak 374 orang, terdiri mahasiswa FIKIP 200 orang, FE 129 orang, FT 14 orang dan FP 31 orang.