Sabtu, 02 Mei 2026

Jokowi akan bentuk Dirjen khusus Guru di Kementrian Pendidikan

MEDAN (utamanews.com)
Rabu, 11 Jun 2014 07:53
<i>Saat berjalan di koridor dan halaman Hermes Place, Jokowi disambut antusias para pengunjung gedung yang juga jadi lokasi perbelanjaan dan nongkrong itu. Mereka mengelu-elukan dan mengejar, sampai gubernur DKI Jakarta itu naik ke mobil dan berlalu, (10/
 (utamanews.com/smsn)

Saat berjalan di koridor dan halaman Hermes Place, Jokowi disambut antusias para pengunjung gedung yang juga jadi lokasi perbelanjaan dan nongkrong itu. Mereka mengelu-elukan dan mengejar, sampai gubernur DKI Jakarta itu naik ke mobil dan berlalu, (10/

Calon Presiden Joko Widodo bertemu guru di salah satu aula di lantai 2, Hermes Place, Jalan Monginsidi, Medan, Selasa (10/6/2014). Dia menegaskan akan mengutamakan sektor pendidikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru.

"Pendidikan harus ditempatkan di posisi utama dalam pembangunan dan guru berada di posisi terdepan," kata Jokowi dalam acara bertajuk Lokakarya Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Bersama Ir H Joko Widodo itu.

Untuk membangun pendidikan itu, Jokowi juga menyampaikan sejumlah gagasannya. Salah satunya dia menilai perlunya pembentukan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan dan membantu guru, Jokowi memandang perlunya Dirjen yang khusus mengurus  guru. Dia juga menilai, pendidikan guru yang benar itu di asrama
"Supaya kualitasnya sama dari Sabang sampai Merauke," ucap Jokowi.

Soal ujian nasional (UN), Jokowi juga menyampaikan sikapnya. Dia menyatakan siswa SD dan SMP tidak perlu mengikuti UN. Sedangkan siswa SMA tetap ikut UN namun, hasilnya tidak dijadikan penentu kelulusan. 

"Hasilnya hanya untuk pemetaan," ucap Jokowi disambut tepuk tangan para guru.

"Apa bapak ibu setuju dengan pendapat saya?" tanya Jokowi.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Setuju!" jawab para guru dengan kompak. 

"Koq sama ya?" kata Jokowi.

Jokowi kembali memaparkan, harus ada evaluasi kurikulum dalam dunia pendidikan Indonesia. Menurutnya, pendidikan siswa SD tidak seharusnya dibebani ilmu pengetahuan seperti yang saat ini diberikan, namun pendidikannya harus dititikberatkan pada pembangunan karakter dan mental. 

iklan peninggi badan
"Saya sudah berbicara di PGRI dan 99 persen mereka setuju. Yang terpenting adalah pembangunan karakter," sambungnya.

Mantan Wali Kota Solo ini tak lama bertemu para guru, hanya sekitar setengah jam. Selanjutnya, dia bergegas ke pertemuan dengan tim relawan, sebelum bergerak menuju Belawan. (BS/Utm)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️