Sirkuit Lanud Soewondo dari atas udara, jadi pengganti
Sirkuit Pancing, Medan.
Sirkuit Lanud Soewondo dari atas udara, jadi pengganti
Sirkuit Pancing, Medan.
Status Sirkuit Pancing yang setengah wilayahnya telah
diserahkan Pemerintah Provinsi kepada perusahaan swasta membuat Medan kini tak
memiliki sirkuit permanen. Alhasil, penggemar balap di Medan kini mengandalkan
landasan udara (Lanud) Soewondo untuk mengadakan event balap.
"Selama tidak bentrok dengan acara protokoler, silahkan saja pakai wilayah Lanud, kami sangat terbuka. Kita kembali ke filosofi TNI, dari masyarakat untuk masyarakat. Tentu selama memungkinkan, silahkan pakai lahan Lanud," kata Kolonel Penerbang Surya Chandra Siahaan, selaku Komandan Lanud (Danlanud) Soewondo, Medan.
Danlanud, sapaan akrabnya, melanjutkan, balapan itu adalah sebuah event positif. "Saya pun senang melihat balapan, saya penggemar balap MotoGP. Tapi akan lebih baik menjadi jagoan di tempat sesungguhnya ketimbang di jalan raya," katanya.
Perwakilan IMI Sumatera Utara, John Lubis, pun mengatakan bersyukur, jika Lanud boleh dipakai untuk event balap. "Kita sendiri meminta pada Danlanud untuk beri kesempatan anak-anak Medan ini berprestasi di balap," katanya.
Lanud Soewondo memiliki wilayah yang sangat luas, terlebih letaknya berdekatan dengan eks bandara Polonia dan saling terhubung. "Panjang runway hampir tiga kilometer, bisa dikreasikan seperti apa bentuknya," kata Danlanud.
Selain Lanud Soewondo, markas atau pangkalan militer lain yang kerap dijadikan lokasi menggelar event balap ada Brigif Cimahi dan Yon Armed di Purwakarta, Jawa Barat. (mt)

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama