Niat tulus untuk menyenangkan hati anak dengan membelikan manisan buah rambutan kaleng Merk Angel Brand di Gloria Swalayan, Jalan Gatot Subroto Kecamatan Petisah, tepatnya di depan Grand Serela Hotel, malah membawa duka dan kesedihanHal ini dialami Helena Br Taringan Tua (33) warga Jalan Gatot Subroto/Jalan PWS No 39 Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, pada Kamis (24/3/2016) malam.
Kini, anaknya terbaring di Rumah Sakit Bunda Thamrin jalan Sei Batang Hari. "Anakku Jaremia Rapael Situmeang (10) jadi korban karena keracunan manisan buah rambutan kaleng Merk Angel Brand yang kondisinya telah kadaluarsa, Expnya telah habis 2015/12/13," ujar Helena Br Taringan Tua pada wartawan media ini saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Sabtu (26/3/2016) siang.
"Saya telah mendatangi Gloria Swalayan untuk meminta pertanggujawabannya, namun pihak swalayan bukan memberi tanggung jawab, malah karyawan Gloria Swalayan bernama Evi Silalahi mengatakan “berobat saja sendiri, kami tidak ada damai-damai, kalau mau ngadu silakan saja," kata Helena Br Taringan Tua menirukan ucapan karyawan Gloria Swalayan yang bernama Evi Silalahi pada wartawan.
Padahal kedatangan Helena Br Taringan Tua ke Swalayan Gloria ini terkait makanan yang dibelinya berupa manisan buah rambutan kaleng Merk Angel Brand dalam kondisi kadaluarsa yang Expnya telah habis 2015/12/13.
"Saya berharap pemerintah Kota Medan terutama bapak Walikota Medan Dzulmi Eldin kiranya dapat memerintahkan Dinas terkait untuk melakukan razia terhadap produk makanan dan minuman yang telah kadaluarsa di swalayan-swalayan yang ada di kota Medan, agar tidak ada lagi korban seperti anak saya Jaremia Rapael Situmeang," pintanya.
Selain itu, ia juga akan meminta pertanggungjawaban pihak Gloria Swalayan dan perusahaan manisan buah rambutan kaleng Merk Angel Brand secara hukum. Helena juga menghimbau masyarakat agar berhati hati membeli dan berbelanja di swalayan atau supermarket karena diduga banyak menjual produk makanan dan minuman yang telah kadaluarsa.
Terpisah, seorang yang diketahui sebagai pengawas Gloria Swalayan yang mangaku bernama Toni ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui masalah barang kadaluarsa.
"Saya tidak tau menahu masalah itu," ujarnya singkat sembari menjauh dari para wartawan.