Minggu, 19 Sep 2021 10:10
  • Home
  • advertorial
  • Sambut tahun ajaran baru, guru bagikan alat yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh

Sambut tahun ajaran baru, guru bagikan alat yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Cici
Kamis, 22 Jul 2021 12:22
Istimewa
Ilustrasi
Pembelajaran jarak jauh masih menjadi metode yang akan dilakukan oleh banyak sekolah di tahun ajaran 2021/2022 ini. Hal ini menjadikan teknologi dan digital semakin tidak terpisahkan dari dunia pendidikan.

Tenaga pendidik maupun pelajar dituntut untuk semakin beradaptasi dan melek teknologi agar proses belajar-mengajar tetap efektif.

Empat guru dari berbagai daerah di Indonesia berbagi tentang alat dari Google for Education yang telah mendukung proses pembelajaran jarak jauh yang telah berjalan lebih dari satu tahun terakhir.


Memungkinkan semua orang mengakses masa depan pembelajaran

Veronikus Littik merupakan Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Satarmese, Nusa Tenggara Timur. Di sekolahnya terdapat 27 guru yang bertanggung jawab untuk mendidik 407 siswa.

Saat pembelajaran harus dilakukan dari jarak jauh, ketidakstabilan listrik, alur kerja yang ketinggalan zaman, dan perangkat rusak yang menurunkan produktivitas guru menjadi tantangan yang dihadapi.

Guru membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi mereka karena masalah teknis pada perangkat mereka. Selain itu, kondisi di mana hanya beberapa siswa yang memiliki telepon genggam, sulit bagi guru untuk berkomunikasi dengan siswa mereka.

Sekolah ini pun mendapat bantuan berupa 15 unit Chromebook dari pemerintah. Beberapa alat Google Workspace for Education berhasil membantu para guru menghadapi tantangan.

Dengan adanya Drive dan kekuatan baterai Chromebook sepanjang hari, guru dapat bekerja secara kolaboratif dan lebih cepat dari mana saja tanpa harus khawatir tentang listrik yang tidak stabil dan penyimpanan terbatas pada perangkat lama mereka.

Melalui Formulir, guru dapat menilai pekerjaan siswa secara lebih efektif di perangkat apapun dari mana saja. Setelah menggunakan domain belajar.id, setiap siswa bisa berkomunikasi dengan teman dan gurunya menggunakan Google Chat.


Ujian aman dengan mode terkunci di Google Formulir

Sholehan merupakan seorang guru di SMP Negeri 1 Lingga Timur, Kepulauan Riau. Bersama 11 guru lainnya, ia mengajar 50 siswa yang ada di sekolah tersebut.

Sholehan bercerita, sebelum menggunakan Chromebook dan Google Workspace for Education, siswa mengirimkan tugas mereka melalui aplikasi pesan, sehingga membebani penyimpanan ponsel guru mereka.

Berkas pun tidak dikumpulkan dalam satu folder, sehingga menyulitkan guru untuk menilai pekerjaan siswanya. Selain itu, siswa terbiasa mengikuti ujian menggunakan ponsel mereka sendiri sehingga sulit untuk mengawasi apakah mereka mencari jawaban di internet.

Setelah mendapatkan 15 unit Chromebook dari pemerintah, para guru menggunakan Google Classroom untuk memberikan materi dan tugas, melaksanakan pembelajaran virtual, memberikan penilaian, mengelola kelas, hingga membuat arsip dan laporan.

Ini juga memudahkan siswa untuk mengirim dan menerima tugas, dan mendapatkan tanggapan dari guru. Dengan mode terkunci pada Formulir, sekolah juga berhasil mengurangi kecurangan karena siswa tidak dapat membuka browser untuk mencari jawaban.


Mengumpulkan tugas tanpa ribet transfer file dengan Google Workspace for Education

Putu Darmawan, guru di SMP Negeri 1 Sukasada, Bali bersama 58 guru lainnya mendidik 773 siswa di sekolah mereka. Saat ini, sekolah tersebut pun sudah memiliki 15 unit Chromebook bantuan dari pemerintah untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh.

Sebelum memanfaatkan Chromebook dan Google Workspace for Education, file perangkat tidak dapat langsung disinkronkan ke belajar.id, sehingga membutuhkan perantara, seperti flashdisk, yang memperlambat proses pembelajaran online.

Selain itu, perangkat sebelumnya lebih cepat kehabisan baterai dan kapasitas penyimpanannya terbatas. Hal ini menjadi kendala bagi guru yang perlu menyiapkan materi ajar dengan fitur-fitur pada akun belajar.id.

Sinkronisasi Chromebook dengan Google Workspace for Education memudahkan guru mengakses file di mana saja sehingga meningkatkan produktivitas kerja.

Guru tidak lagi menggunakan flashdisk untuk mentransfer dokumen karena semuanya telah tersedia dalam Google Drive. Kolaborasi antara guru menjadi jauh lebih mudah dan ruang penyimpanan tidak terbatas di Google Drive juga membantu guru untuk tidak khawatir file mereka akan hilang.


Google Drive membuat guru dan siswa mudah berkolaborasi

Eka Gustiani mengajar 151 siswa bersama 9 guru lainnya di SD Negeri 161 Karya, Sulawesi Selatan. Dibantu 15 unit Chromebook bantuan pemerintah, para guru dan siswa sekolah ini semakin mudah berkolaborasi selama proses pembelajaran jarak jauh.

Sebelum menggunakan Chromebook, para guru di sekolah ini menggunakan laptop pribadi dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuka dokumen individual secara offline yang dikirim oleh siswa. Penyimpanan yang ada di laptop juga terbatas sehingga menyulitkan para guru.

Chromebook dan Google Workspace for Education membantu guru dan siswa berkolaborasi. Guru tidak lagi mendapatkan keluhan tentang laptop atau file yang bermasalah dan kami sudah mulai menyimpan file di Google Drive menggunakan akun belajar.id. Google Meet juga banyak membantu dalam kegiatan belajar mengajar, pelatihan, dan kolaborasi.
Editor: Elya

T#g:aplikasiChromebookGoogle Workspace for Education
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Sep 2021 17:35

    Percepat Penanggulangan Karhutla, Kapolri Launching ASAP Digital Nasional

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching atau meluncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional, untuk mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhu

  • Sabtu, 28 Agu 2021 05:28

    Tiga founder asal Indonesia terpilih mengikuti Google for Startups Women Founders Academy

    Vanessa Geraldine dari PRIEDS Technology, Utari Octavianty dari Aruna, dan Ketty Lie dari ErudiFi terpilih mengikuti Google for Startups Women Founders Academy.Ini adalah program bimbingan pengembanga

  • Senin, 09 Agu 2021 15:09

    Wali Kota Medan Saksikan Peluncuran Sistem OSS Berbasis Risiko

    Wali Kota Medan Bobby Nasution menyaksikan peresmian peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko secara virtual di ruang Command Center Kantor Wali Kota, Senin (9/8/2021). Pe

  • Jumat, 06 Agu 2021 12:46

    Panglima TNI Cek Kemampuan Petugas Tracer Aplikasi Silacak

    Pandemi Covid-19 yang saat ini belum berakhir hampir di seluruh belahan dunia. Segala upaya dilakukan untuk meminimalisasi dampak dan penyebaran Virus Covid-19 tersebut.Pagi ini, Panglima TNI Marsekal

  • Sabtu, 31 Jul 2021 19:01

    Panglima TNI Cek Kesiapan Tenaga Tracer Di Beberapa Puskesmas di Sidoarjo dan Malang

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si., meninjau kesiapan petugas

  • Kamis, 29 Jul 2021 07:29

    Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak dan Inarisk Di Puskesmas Halim Perdanakusuma Jaktim

    Usai mengecek tenaga tracer di Kel. Maguwoharjo Kapanewon Depok dan Puskesmas Berbah, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di Jakarta, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.

  • Jumat, 23 Jul 2021 17:23

    Diskominfo Sumut Dukung Jaksa Implementasikan Aplikasi EDAKU

    Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Sumut, meluncurkan aplikasi EDAKU (Elektronik Daftar Hadir Kejati Sumut).Hal ini tersel

  • Jumat, 23 Jul 2021 10:23

    Ini 3 dari 15 ide terbaik yang lahir di 'Bangkit 2021'

    Peserta program Bangkit 2021 yang juga merupakan lulusan pertama Kampus Merdeka telah menyelesaikan kurikulum yang ketat pada pembelajaran machine learning, cloud computing dan Android mobile developm

  • Jumat, 16 Jul 2021 19:16

    Alcatel-Lucent Enterprise Education Day 2021

    Alcatel-Lucent Enterprise, provider terdepan solusi komunikasi, jaringan, dan awan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, mendukung rencana pemerintah untuk mengubah sistem pendidikan di Indonesi

  • Jumat, 02 Jul 2021 09:02

    Kejari Jakbar Luncurkan Aplikasi 'JELAMBAR'

    Meski di masa pandemi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat (Jakbar) tetap berinovasi dengan meluncurkan aplikasi Jendela Layanan Adhyaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Barat atau disingkat Jelambar."Ap

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak