Sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Utara, khususnya kota Medan memuji kelancaran Pemilu 2019. Hal ini disampaikan sebab Pemilu terbesar dalam sejarah republik sejak orde baru ini, dinilai berjalan transparan, jurdil, demokratis dan kondusif.
Ustadz Syukur Dalimunte, Tokoh Masyarakat di Kecamatan Medan Polonia, memberikan apresiasi terhadap penyelenggara Pemilu 2019 yang dinilainya telah sukses melaksanakan pesta demokrasi meski cukup menguras tenaga dan pikiran.
Sebagai orang yang turut memberikan hak suaranya, ia juga menyampaikan agar semua pihak ikut mendukung KPU yang saat ini melaksanakan tahap rekapitulasi penghitungan suara. "Marilah kita semua mengawal tahap rekapitulasi tersebut, dan jika menemukan adanya kecurangan, segera melaporkan kepada Bawaslu ataupun pihak lain yang berwenang", katanya, di Medan Polonia, Minggu (13/5).
Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD Merga Silima (organisasi masyarakat etnis Karo), Paham Sebayang.
"Sebagai warga yang baik, masyarakat seharusnya membiarkan KPU bekerja untuk melaksanakan rekapitulasi penghitungan suara dan bersabar menunggu hasil penetapan yang akan disampaikan KPU", kata Paham, Senin (14/5).
"Jika ada pihak-pihak yang akan menyampaikan pendapat karena merasa tidak puas ataupun merasa dirugikan dalam proses pelaksanaan Pemilu tersebut, agar menyampaikannya sesuai dengan aturan -aturan yang berlaku. Hal ini sesuai dengan maklumat Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara No: Mak/03/V/Hukum.12.12/2019, yakni, Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan Hak Konstitusi yang dilindungi oleh undang undang, namun pelaksanaannya harus menghormati hak asasi manusia dan menjaga ketertiban umum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya UU No. 9 Tahun 1998, tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum", pungkasnya.