Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat menggelar acara pisah sambut Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) dari Japarudin Ritonga kepada Sefendi. Acara yang berlangsung di aula Lapas ini, diwarnai suasana emosional, perpaduan antara rasa bangga dan haru kehilangan sosok yang telah lama mengabdi.
Pada acara pisah sambut itu, Kalapas Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, menyampaikan salam perpisahan yang mendalam. Beliau memberikan apresiasi serta masukan strategis kepada Japarudin yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Kalapas Kelas III Gunung Tua.
"Mutasi adalah bagian dari perjalanan karir, namun dedikasi adalah warisan yang ditinggalkan. Kami melepas Bapak Japarudin dengan bangga untuk mengemban amanah yang lebih besar di Gunung Tua. Semoga pengalaman di sini menjadi bekal berharga dalam memimpin di sana," ujar Khairul Bahri dalam sambutannya, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, dalam sambutannya, Japarudin Ritonga, dalam kalimat perpisahannya menegaskan bahwa identitasnya sebagai petugas pemasyarakatan terbentuk kuat di Lapas Rantauprapat.
"Saya tumbuh dan berkembang dalam jiwa pemasyarakatan di Lapas Rantauprapat ini. Segala dinamika yang ada telah membentuk jati diri saya. Kepada seluruh rekan-rekan, saya berpesan agar tetap semangat dan jangan pernah luntur dalam menjaga dedikasi yang selama ini telah kita bina," ungkapnya penuh haru.
Prosesi Penghormatan: Plakat dan Ulos
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan oleh Kalapas Rantauprapat. Momen puncak penghormatan terjadi saat prosesi Mangulosi.
Pemberian kain Ulos ini merupakan simbol doa, perlindungan, dan penyambutan hangat bagi Sefendi selaku pejabat baru, sekaligus tanda penghormatan dan kasih sayang (tanda kerinduan) bagi Japarudin yang akan melangkah ke tempat tugas baru. Balutan Ulos tersebut melambangkan ikatan kekeluargaan yang tidak akan putus meski raga tak lagi berada di satu kantor.
Melanjutkan Estafet Pengabdian
Kehadiran Sefendi sebagai Kasi Giatja yang baru disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh jajaran. Beliau diharapkan dapat meneruskan serta meningkatkan berbagai program kemandirian bagi warga binaan yang telah dirintis sebelumnya.
Acara ditutup dengan jabat tangan perpisahan dan sesi foto bersama, menandai berakhirnya sebuah masa tugas namun dimulainya babak baru dalam sinergi pemasyarakatan.