Pesona becak BSA (Birmingham Small Arms) yang menjadi ikon Kota Pematang Siantar akan kembali mengudara di layar kaca.
Setelah beberapa waktu lalu, tampil di CNN Indonesia, sejarah dan keunikan becak BSA akan dikulik kembali dalam program I-Pedia, yang tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 11.00 WIB hanya di Trans TV.
Proses syuting dipandu pembawa acara yang juga artis ibukota, Fadi Iskandar, berjalan selama dua jam, mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB, pada Jumat (20/1) malam.
Dengan mengambil lokasi syuting di Rumah Dinas Wali Kota Pematang Siantar dan mini galeri motor tua di Jalan Nusa Indah.
Fadi Iskandar dalam sesi wawancara bersama Presiden BOMS (BSA Owner Motorcycle Siantar) H.K Erizal Ginting, SH didampingi bikers dan abang-abang becak, terlihat begitu bersemangat mendengarkan sejarah dan perjalanan panjang BSA yang telah menjadi saksi bisu selama hampir enam generasi di Kota Pematang Siantar.
“Mulai dari kendaraan perang, pampasan perang (pembayaran yang secara paksa ditarik oleh negeri pemenang perang kepada negeri yang kalah perang sebagai ganti atas kerugian material), moda transportasi, hingga kini menjadi ikon dan kendaraan pariwisata,” jelas Rizal, sapaan akrabnya.
Erizal Ginting menambahkan, sesuai dengan data terakhir, jumlah becak BSA saat ini hanya tinggal 106 unit. Sekitar tahun 1973, jumlah becak mencapai 3.000 unit. Angka tersebut berkurang drastis disebabkan berbagai faktor. Di antaranya, faktor ekonomi dan perkembangan zaman.
“Oleh karena itu, jumlah yang tersisa ini, wajib dilestarikan mengingat becak BSA adalah benda cagar budaya bergerak, mengingat usianya sudah lebih 50 tahun. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” sebut Rizal.
Adapun beberapa syarat, sambung Erizal Ginting, yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan objek sebagai cagar budaya, di antaranya objeknya harus berusia 50 tahun atau lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, mewakili gaya paling singkat 50 tahun, mengandung ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan, memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.
“Alhamdulillah, becak BSA memenuhi persyaratan itu. Dan, kita juga sudah dipayungi Perda Cagar Budaya sejak beberapa waktu terakhir. Jadi, saat ini, fokus kita adalah menjadikan becak BSA sebagai kendaraan pariwisata untuk mendukung slogan; Siantar, Destinasi Yes, Transit No,” pungkas Erizal.
Proses syuting yang ditemani deru mesin dan gemerlap cahaya lampu itu, diakhiri dengan pemberian cenderamata sekaligus pin BOMS kepada Fadi Iskandar yang dianggap sebagai tamu kehormatan karena turut serta mempromosikan keunikan becak BSA.