Pergerakan Tani Indonesia Maluku- Maluku Utara: Naikkan Harga Kopra
JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Soni
Rabu, 12 Des 2018 17:22
Sekitar 50 orang dari Pergerakan Tani Indonesia Maluku-Maluku Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Aksi yang dipimpin oleh Riswan Sanun ini menuntut Pemerintah Pusat untuk segera mengeluarkan regulasi tentang harga komoditi Kopra.
"Ini merupakan aksi yang keempat yang telah dilakukan teman-teman. Kami meminta pemerintah pusat mengeluarkan regulasi untuk mengatur harga komoditi yang ada di Indonesia, khususnya Kopra. Beberapa hari belakangan, ada gejolak yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara karena anjloknya harga komoditas kopra di wilayah tersebut", katanya.
Riswan berharap adanya intervensi pemerintah untuk menyelesaikan gejolak yang sedang terjadi, salah satunya menaikkan harga kopra. "Terjadi gejolak yang besar karena anjloknya harga kopra. Salah satu langkah untuk menyelesaikan gejolak ini adalah menaikkan harga kopra. Sampai saat ini, harga kopra diatur oleh pengusaha dan tengkulak. Kami berharap pemerintah mau memperhatikan nasib masyarakat di Maluku dan Maluku Utara", ungkap Riswan.
Riswan dan 3 orang perwakilan sempat melakukan audiensi dengan pihak Kementerian Perdagangan. Hasil dari audiensi itu adalah Pemerintah akan mengkaji gejolak ini dan berupaya untuk mengangkat isu ini menjadi agenda nasional. "Kami akan terus mengawal pemerintah agar mencari jalan keluar terkait permasalahan ini. Jika tidak, maka kami akan kembali lagi", tutur Riswan.
Aksi unjuk rasa ini sempat melakukan pembakaran ban dan menyebabkan kemacetan di sekitar jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat.