Kamis, 21 Mei 2026

Pengungsi Afganistan di Medan tuntut dipindah ke Kanada, Australia, Amerika atau Selandia Baru

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dian Selasa, 10 Mei 2022 18:10
Aksi pengungsi Afganistan di Medan, Selasa (10/5).
Humas Kanwil Kemenkumham Sumut

Aksi pengungsi Afganistan di Medan, Selasa (10/5).

Puluhan pengungsi Afganistan kembali menggelar demonstrasi di depan kantor UNHCR, Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/6/2022).

Mereka menuntut agar dipindahkan ke negara ketiga.

"Ini bukan hari pertama kami ke kantor UNHCR. Kami sudah melaksanakan aksi damai selama tujuh bulan, mulai November 2021. Kami sempat berhenti di hari puasa, kini mulai berdemo lagi," kata perwakilan massa Muhammad Juma Mohsini di lokasi.

"Tuntutannya tolong kembalikan kami ke negara ketiga. Karena Afganistan tidak ada pemerintah, tidak ada hukum, dan hak asasi manusia. Makanya kami minta Indonesia untuk melaksanakan tindakan secepatnya agar pengungsi Afganistan dimukimkan ke negara ketiga," tambahnya.

Juma mengatakan negara ketiga yang dimaksud ialah Kanada, Australia, Amerika, dan Selandia Baru (New Zealand).
"Pengungsi Afganistan di Medan ada 360 orang. Kondisi pengungsi ngak boleh kerja, tidak bisa berpendidikan, dan tidak boleh bebas. Kita cuma makan tidur saja," ujarnya.

Di lain pihak, Novizaldi selaku Kasubid Penindakan Keimigrasian di Kanwil Kumham Sumut menjelaskan sejauh ini keluhan dari para pengungsi Afganistan telah disampaikan ke UNHCR.

"Kami tinggal di 9 lokasi berbeda dan di bawah akomodasi IOM. Memang sejauh ini, berkat dari aksi ini, ada 18 pengungsi yang sedang diproses untuk dipindahkan," kata Juma.

"Terhadap aksi demo yang dilakukan warga Afganistan, kita sudah mengkondisikan petugas dari Imigrasi dari Polonia dan Sumut untuk memantau aksi," ujarnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Sudah kita sampaikan ke UNHCR, dan sudah mulai ada merespon. Namun tidak semua pengungsi bisa diurus bersamaan, karena pengungsi ke negara ke tiga itu terbatas. Seperti tahun lalu yang pengungsi di Nomensen itu ada 98 orang sekarang tinggal 88 orang," tutupnya.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later