Kamis, 21 Mei 2026

Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman Senin, 28 Agu 2017 06:58
Diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8).
Dok

Diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8).

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

Diskusi ini mengangkat tema "Optimalisasi Peran Media dan Ormas Dalam Menangkal Paham Anti Pancasila", sebagai upaya merawat dan melestarikan semangat persaudaraan dalam kebhinekaan Indonesia. 

Pimpinan DPD RI Hj Damayanti Lubis, sangat mengapresiasi PERADAH Indonesia atas terselenggaranya diskusi ini untuk meningkatkan pemahaman bahwa kita ini beragama.


Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika MH, selaku pembicara pertama dalam diskusi ini menjelaskan semua Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berada di Indonesia berpotensi menjadi kelompok radikal dan juga menjadi kelompok yang baik. Dalam menangkal paham anti Pancasila tersebut dia mengajak untuk meningkatkan ideologi seperti patriotisme dan mengingat sejarah bagaimana dahulu Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.
"Terhitung ada banyak jumlah Ormas di Indonesia. Semua Ormas itu dari yang nasional hingga keagamaan bisa jadi berpotensi radikal dan bisa jadi juga ke arah yang baik. Untuk itu mri kita sama-sama meningkatkan patriotisme, ideologi, dan mengingat sejarah Indonesia demi menangkal paham anti Pancasila tadi," ungkapnya.

Jika dilihat dari perspektif media, pemahaman anti Pancasila ini dilihat dari banyaknya isu sara dan ujaran kebencian yang ada di media sosial. Ada puluhan ribu kelompok Saracen yang memang mereka setting untung melakukan ujaran kebencian.

"Kelompok Saracen ini membuat isu sara untuk mengadu domba kita, melakukan ujaran kebencian, berita-berita hoax. Dia masuk ke kubu mana saja dengan konten yang untuk menebar kebencian," sebut Domura Ambarita yang berperan penting sebagai pembicara kedua.

Dia juga menekankan begitu kuatnya media sosial saat ini. Masyarakat dituntut lebih jeli dalam menggapi sebuah berita dan ia pun memberikan cara membedakan berita hoax antara lain mengandung provokasi, permusuhan dan ujaran kebencian.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Di jaman sekarang ini kita sangat mudah mendapatkan uang dengan bermain di Medsos. Ini ia yang dilakukan para Saracen untuk mengadu domba kita. Jadi harapan saya kita-kita ini lebih memahami mana yang berita hoax," bebernya.

Sementara itu Ketua DPP PERADAH Indonesia Sumut, Dharma, mengatakan dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya mengharapkan meningkatnya nilai Pancasila dan khususnya untuk kalangan pemuda Hindu.

"Untuk meningkatkan nilai pancasila, agar menagkal paham anti Pancasila itu. Selanjutnya kami akan lebih giat menggerakkan khususnya untuk umat Hindu di lingkungan pemuda dengan cara mendatangi ke tempat-tempat ibadah," pungkasnya.

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later