Damler Brismanto Hutagalung, seorang pedagang kain di stadion Horas, tempat relokasi Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), akhirnya menandatangani surat pernyataan dan sepakat melakukan perdamaian dengan IAS atau AIS.
Ada pun isi Surat Pernyataan ditanda tangani oleh AIS (IAS) dan Damler Brismanto Hutagalung, Pedagang Kain, masing masing di atas meterai Rp 10.000.
Sebelumnya, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ B / 242 X / 2022 / SPKT / POLRES SIBOLGA / POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 05 Oktober 2022 tentang terjadinya tindak pidana Penipuan yang dilakukan oleh pihak I (AIS), kepada pihak ke II (Damler Brismanto Hutagalung). Pada Bulan April di cafe Cabayan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.
"Sehubungan dengan hal tersebut diatas pihak I dan pihak II menyatakan dengan sebenarnya bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan / dengan jalan damai. Mengingat pihak I sudah melunasi kepada pihak ke II sesuai dengan perjanjian bersama", tertulis di surat perdamaian.
"Maka dalam hal ini Pihak II sepakat akan mencabut atau membatalkan laporan yang dilakukan kepada Polres Kota Sibolga, tidak akan terjadi lagi tindak pidana atau gugatan dalam bentuk apapun setelah terjadi kesepakatan ini, serta pihak I dan pihak II sepakat akan saling menjaga toleransi dan saling menghargai"
"Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun dan surat ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. Sibolga 18 Oktober 2022".
IAS alias AIS saat dikonfirmasi di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku, jika dirinya bersama Damler Brismanto Hutagalung telah melakukan perdamaian secara kekeluargaan.
"Ini merupakan miskomunikasi saja antara abang dengan adik. Dan saya bersama abanganda, Damler Brismanto Hutagalung, kami telah sepakat melakukan perdamaian secara kekeluargaan," ujarnya, Minggu (23/10/2022).
Menurut ia, terealisasinya kesepakatan itu, tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
"Perdamaian ini, tidak ada paksaan dari manapun. Ini murni kami lakukan dari hati yang tulus," ungkapnya kepada Utamanews.com