Kamis, 21 Mei 2026

Konsistensi dalam Melestarikan Budaya Simalungun, Wali Kota dr Susanti dan Ketua Dekranasda Erizal Ginting Diberikan "Dayok Binatur"

Saat Penampilan Simulasi Sendratari Warna Simalungun
Oleh: LEP27 Minggu, 10 Sep 2023 18:20
Acara pagelaran  Simulasi Penampilan Sendratari Warna Simalungun
Istimewa

Acara pagelaran Simulasi Penampilan Sendratari Warna Simalungun

Wali Kota Pematang Siantar, Dr. Susanti Dewayani, Sp.A, menghadiri pagelaran Simulasi Penampilan Sendratari Warna Simalungun di Lapangan Parkir Parawisata pada Minggu, 10 September 2023.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, "Hari ini kita melihat kolaborasi yang luar biasa dalam pagelaran Simulasi Sendratari Warna Simalungun oleh Pemko Siantar melalui Sanggar Rayantara, dengan dukungan dari Balai Pelestarian Budaya Wilayah II Sumut.

Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara Pemko Siantar, Sanggar Rayantara, sekolah dengan Kopi Panas, serta beberapa penggiat seni, sehingga acara ini dapat terselenggara.

Nusantara adalah negara maritim dengan lintas perdagangan yang berpengaruh terhadap budaya nasional dan budaya lokal, menghasilkan tradisi dan budaya baru.
Topeng Simalungun telah ada sejak lama, tercatat dari pemuda-pemudi Simalungun. Proses perkembangan zaman membawa perubahan makna dan nilai, dan sesuai dengan kebutuhan era kerajaan dan masyarakat Simalungun saat ini, kami menghadirkan kembali Topeng Simalungun.

Kami di Pemko siap untuk mendukung kebudayaan, terutama kebudayaan Simalungun, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kami berkomitmen melestarikannya bersama semua pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua Sanggar Rayantara, Sultan Saragih, mengatakan bahwa Sanggar Budaya Rayantara telah menghasilkan produk seni yang menghidupkan kembali tradisi Simalungun yang hampir punah. Kami berterima kasih kepada Pemko Siantar karena Sanggar Rayantara selalu menjadi bagian dalam agenda Pemko Siantar.

Kurator Sendratari Warna Simalungun, Tomson HS, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 4 hari. Pelatihan ini merupakan salah satu upaya pelestarian kebudayaan Simalungun. Ke depannya, akan ada Sendratari Warna Kar, Pak Pak, dan Toba, dimulai dari Siantar dengan Sendratari Warna Simalungun.
produk kecantikan untuk pria wanita

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari tahun 2021, di mana pertunjukan kebudayaan di Jakarta Sumbar, Sumatera Barat, terpaksa dihentikan akibat pandemi Covid-19. Melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya, tahun depan akan ada Sendratari 4 Warna yang akan dipentaskan di Danau Toba. Ini merupakan produksi berstandar internasional, dan ujicoba pertunjukan akan dilakukan melalui karnaval toping-toping.

Kami berharap di masa depan, dialog kebudayaan akan semakin banyak dilakukan untuk mendukung pariwisata dan menjadikan Siantar sebagai destinasi unggulan," katanya.

Acara Sendratari Warna Simalungun diwarnai dengan penampilan tarian Anak-Anak SMA Kartika Tari Karo, serta penampilan Toping-Toping Simalungun.

iklan peninggi badan
Pada kesempatan tersebut, pembina Sanggar Rayantara, yang juga merupakan maestro Seni Tradisi Simalungun, Ibu Raminah Garingging, yang telah berusia 89 tahun, memberikan "Dayok Binatur" kepada Wali Kota, Ketua Dekranasda, dan pejabat Pemko lainnya.

Ketika memberikan "Dayok Binatur", Ibu Raminah Garingging berpesan agar Ibu Wali Kota dapat memimpin Kota Pematang Siantar dengan bijaksana dan tetap melestarikan kebudayaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Kadisdik Barmen Manurung, Sekretaris Kominfo Esra Eduard Sinaga, Kabag Prokopim Suherman, S.Sos.i, Camat Siantar Barat Herwan Saragih, Lurah Proklamasi Bahktiar, serta para penggiat seni, penari Sanggar Budaya Rayantara, SMA Kartika, dan undangan lainnya.
Editor: Yudi Setyawan
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later