Kamis, 21 Mei 2026

Khazanah Kampus IMM Medan, "Mahasiswa Anti Terhadap Komunisme"

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam Sabtu, 22 Des 2018 07:42
Khazanah Kampus yang digelar oleh IMM Kota Medan, Jum'at (21/12).
Istimewa

Khazanah Kampus yang digelar oleh IMM Kota Medan, Jum'at (21/12).

Sebagai mahasiswa, kita harus bijak dalam menggunakan media untuk sarana dakwah, terutama tentang ancaman komunis. Komunis sangat bertentangan dengan umat Islam.

Demikian dinyatakan oleh Angga Fahmi, Ketua Bidang Keilmuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan dalam Seminar Khazanah Kampus yang digelar IMM Kota Medan di Gedung Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jum'at sore (21/12/2018). Kegiatan yang mengusung tema "Anti Terhadap Komunisme" ini diikuti 100 mahasiswa dari berbagai jurusan.

"Menjadi mahasiswa harus juga bisa membuktikan bahwa kita merupakan anti komunis dengan membela atau ikut aksi untuk menyuarakan bahwa kita anti komunis", tuturnya.

Sementara pemateri dari UMSU, Ahmad Riyansyah, Ketua Forum Silaturahmi Studi Islam Sumbagut, menyatakan bahwa komunis merupakan aliran yang tidak religius, yang bersifat pribadi dan mementingkan nafsu belaka. "Dalam penyebaran faham komunisnya, sering kali mereka memanfaatkan berbagai elemen seperti media, kekuatan ekonomi, dan sebagainya. Salah satu contoh negara dengan faham komunis yang kuat adalah China, dan hari ini mereka sedang menyiksa saudara-saudara kita etnis Uyghur dengan dalih 'reeducation.' Untuk itu, jadilah mahasiswa yang bijak untuk menyaring semua informasi dan jangan mau terpecah belah oleh komunis", tegas Dosen UMSU ini.

Narasumber ketiga dalam seminar ini, Rwanda Arifkhi, membahas keterkaitan isu ekonomi dengan komunis. Dikatakan, dalam menyebarkan fahamnya, isu ekonomi menjadi sebuah power yang sering mereka manfaatkan secara optimal. Kebutuhan manusia yang terikat kuat dengan perekonomian, dinilai awal pergerakan ini berkembang. 
"Ketimbang faham sosialis dan kapitalis yang masih mengakui keberadaan Tuhan, faham komunis tidak mengakui keberadaan Tuhan, dan menilai bahwa apa yang dilakukan oleh manusia saat ini, menjadi indikator apa yang yang akan didapatnya di masa depan", pungkasnya.
Editor: Dito
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later