Ketua Persatuan Pendonor Darah Sibolga dan Tapteng (PPDST), Yovi Sihotang mendesak Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Ferdinand Lumban Tobing agar melakukan evaluasi kinerja Unit Transfusi Darah (UTD).
"Saya sebagai Ketua PPDST menyayangkan UTD Rumah Sakit FL Tobing terkait pelayananan kurang baik. Dimana stok kantong darah habis, sedangkan pasien di Rumah Sakit membutuhkan transfusi darah, kita berpikiran bahwa tidak adanya pengecekan yang dilakukan oleh pihak UTD sehingga stok kantong darah bisa habis," ujar Yovi kepada wartawan, Senin (29/1/2024).
Ketua Persatuan Pendonor Darah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menegaskan, sebelum pasokan habis seharusnya Unit Transfusi Darah RS FL Tobing telah melakukan pemesanan.
"Seharusnya 2-3 hari sebelum stok habis, sudah bisa dilakukan pemesanan sehingga kegiatan donor darah dari keluarga pasien/sukarelawan yang ingin mendonor, tidak terhambat dan pasien yang membutuhkan bisa tertolong," cetusnya.
"Dengan kondisi kantong darah habis, maka kita khawatirkan pasien yang harusnya bisa dibantu terakhir tidak dapat tertolong, kita bukan menduakan Tuhan," jelasnya.
Disamping itu, Ketua PDDST juga meminta Dirut untuk menambah personil analis di UTD khususnya pada malam hari.
"Mengingat ketika ada yang ingin donor darah pada malam hari, terkadang analisnya tidak ada, harusnya ada yang standby di UTD. Saya mengatakan begitu karena analis nya hanya satu orang yang piket malam," ucapnya.
Yovi Sihotang berharap UTD mampu berbenah lebih baik kedepan. Sebab, lanjut aktivis kemanusiaan ini, hanya RS FL Tobing satu-satunya Rumah Sakit di dua wilayah tersebut sebagai pusat pengambilan Darah.
"Harapan kita UTD mampu berbenah untuk lebih baik kedepannya, karena ada 5 rumah sakit di Sibolga Tapteng ini, dan dari setiap rumah sakit setiap harinya ± 5 pasien pasti membutuhkan darah, dan pusat untuk pengambilan darah hanya di UTD RS FL Tobing Sibolga," kata Yovi Sihotang melalui WhatsApp.
"Jika seperti itu juga kedepannya, maka kita akan turun kejalan untuk mengingatkan kembali Dirut FL Tobing dengan masyarakat yang pernah menyatakan bahwa pelayanan di UTD itu kurang baik," pungkasnya.