Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama Ketua TP PKK Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi beserta keluarga mengikuti ibadah dan khutbah di Minggu ke 52 di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Maranatha, bertempat di Jalan Simbolon Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Minggu (28/12/2025).
Tampak hadir Penatua GPIB Maranatha Haposan Siagian, Pdt Jenny Yolita Tampubolon, Pdt Julianus Yermias Kaimarehe, STh, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setdako Pematang Siantar Dra Happy Oikumenis Daely, Sekretaris BKPSDM Rosion Julietta Hutauruk, Wadir I RSUD dr Djasamen Saragih dr Yuliana Sara Erika Kurniawati Silitonga MKM.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menyampaikan bahwa gereja GPIB Maranatha Pematangsiantar akan semakin berkembang dan bertransformasi agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kemajuan zaman.
“Kami yakin bahwa GPIB Maranatha Pematangsiantar memiliki potensi yang sangat besar untuk mengikuti perkembangan dunia dan memberikan pelayanan terbaik dengan tingkat maksimal kepada para jemaatnya,” katanya.
Wali Kota Wesly Silalahi juga mengatakan bahwa hal ini sangat selaras dengan konsistensi pemerintah kota pematangsiantar dalam membangun dan mengembangkan kerohanian di kota tercinta ini.
“Peran gereja sebagai mitra yang kuat dalam menciptakan lingkungan yang sejuk dan harmonis di kota pematangsiantar. Kami berharap GPIB Maranatha Pematangsiantar untuk terus menjalin kerja sama, kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah kota pematangsiantar, dalam upaya menciptakan dan memperkuat perdamaian, persaudaraan dan kesatuan,” ucapnya.
Wali Kota Wesly Silalahi juga menyampaikan bahwa di Era Presiden Prabowo Subianto, untuk Kota Toleransi dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan.
“Kita semua harus ingat bahwa kota pematangsiantar adalah kota yang multikultur namun menjunjung tinggi nilai-nilai Toleransi, karna kota kita ini merupakan peringkat lima besar untuk se Indonesia,” katanya.
Selain itu, untuk Kesehatan, kata Wesly Silalahi, Pemerintah Kota juga memaksimalkan fasilitas RSUD, Puskesmas, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik bagi yang memerlukan pemeriksaan kesehatan.
Kita juga mendorong, lanjutnya, pemfungsian Terminal Tipe A Tanjung Pinggir agar halte-halte bus AKAP dan AKDP dapat berjalan maksimal, sehingga Tanjung Pinggir dapat maju dan padat serta perputaran ekonomi di Kota Pematangsiantar dapat berjalan baik.
Pada kesempatan tersebut, Olivia Nur Octora Silalahi dihadapan jemaat GPIB Maranatha mengaku bahwa telah menjadi dosen muda di Manchester University Inggris dan pemilik hak paten 'Deteksi Kanker dari Urine'.
Ia juga mengkisahkan perjalanan hidupnya yang berjuang berkuliah hingga menginspirasi untuk Semua, anak anak untuk semangat belajar dan belajar meraih cita cita dan ilmu pengetahuan.
Hal ini yang menjadikan akses pendidikan terbaik dapat kami berikan kepada ketiga buah hati kami.
Ia juga mengatakan bahwa telah berhasil menemukan penelitian untuk mendiagnosa kanker melalui urin.
“Hikmah dari yang saya sampaikan adalah agar dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa pendidikan dan kemauan belajar harus kita terus tanamkan buat anak-anak kita. Memajukan pendidikan adalah salah satu jalan juang, salah satu semangat saya agar menular kepada teman-teman dan saudara lainnya,” tandasnya.