Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mendukung kinerja Dr Sugeng Riyanta SH, MH, memimpin Pemerintahan 'Kabupaten Sahata Saholoan'.
Demikian disampaikan Benny Setiawan selaku Ketua IWO bersama Syaren Situmorang, Ketua IJTI Sibolga - Tapteng kepada awak media.
Ketua Koordinator Daerah (Korda) IJTI Sibolga-Tapteng, Syaren Situmorang menanggapi adanya laporan oknum wartawan ke Polda Sumut terkait video beredar beberapa waktu lalu yang menyebutk Pj Bupati Tapteng mengatakan 'Wartawan dan LSM memeras dan tukang tipu'.
Terkait hal itu, Jurnalis tvOne yang bertugas di tiga Kabupaten wilayah Tapanuli itu merasa heran, kenapa hal tersebut dibawa ke ranah hukum.
"Kenapa kita heran? Karena sebelumnya Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta juga sudah secara terang benderang menyampaikan klarifikasi serta membantah bunyi yang dimaksud dalam video pendek itu," jelas Syaren Situmorang.
"Pj Bupati Tapteng juga sudah menyampaikan klarifikasi dan bantahan bahwa video pendek tersebut sengaja dipotong dan diedit oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, sehingga kehilangan konteks aslinya, untuk menyudutkan, mendelegitimasi dan melakukan pembunuhan karakter Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta, serta untuk membenturkan Pj Bupati dengan insan Pers dan LSM," katanya.
Menurut Syaren, jika semisalnya Pj Bupati Tapteng mengatakan seperti dalam video pendek tersebut, dirinya selaku Ketua IJTI Sibolga Tapteng juga akan mengecam keras.
"Namun hingga saat ini, masih banyak wartawan di Tapteng yang justru mendukung kinerja Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta. Lalu apa yang dipermasalahkan?. Kita banyak wartawan di sini, gak mempermasalahkan itu. Kalau pun ada yang merasa profesi kewartawanannya dilecehkan, pasti hanya segelintir oknum wartawan saja," tegasnya.
"Untuk itu saya selaku Ketua IJTI Sibolga Tapteng meminta Polda Sumut agar jeli dalam menangani laporan tersebut," tegas Ketua IJTI Sibolga dan Tapteng.
Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga Tapteng, Benny Setiawan juga angkat bicara terkait laporan oknum wartawan ke Polda Sumut.
Benny mengungkapkan, ia beserta seluruh anggota IWO Sibolga - Tapteng mendukung sepenuhnya kinerja Pj Tapteng, Dr Sugeng Riyanta SH, MH.
"Tuduhan itu adalah fitnah yang keji untuk seorang Sugeng Riyanta. Mungkin saja hanya segelintir orang yang tak suka atas aksi bersih-bersih birokrasi yang dilakukan Pj Bupati Tapteng sehingga ada yang risih," jelasnya, Kamis (8/2/2024).
"Saya sangat percaya atas kinerja bapak Sugeng Riyanta selama dirinya menjabat sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah, membuat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah semakin membaik," tutup Benny.
Sebagaimana dijelaskan Pj Bupati Tapteng Sugeng Riyanta sebelumnya, bahwa ia membantah terkait bunyi dalam video yang beredar tersebut. Menurut Sugeng Riyanta, perbuatan tersebut tidak pantas untuk ditiru.
Dia menegaskan, video pendek itu sengaja dipotong dan diedit oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, sehingga konteks aslinya hilang dan menyudutkan Pj Bupati Tapanuli Tengah, hingga mendelegitimasi dan melakukan pembunuhan karakter Sugeng Riyanta selaku orang nomor satu di Pemerintahan Tapanuli Tengah, juga untuk membenturkan nya dengan insan Pers dan LSM.
"Video pendek tersebut diambil oleh peserta rapat pada saat saya sedang memberikan bimbingan dan arahan kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Tapanuli Tengah, bertempat di Aula Dinas Kesehatan pada tanggal 22 Desember 2023, pukul 14.15 WIB," jelas Sugeng Riyanta dalam keterangan resminya diterima awak media.
Sugeng menerangkan bahwa saat rapat itu, ia sedang memberikan bimbingan dan arahan berkaitan dengan dinonaktifkan inisial 'N' yang sebelumnya menjabat Kadis Kesehatan Tapteng, karena diduga telah melakukan pelanggaran disiplin berat yaitu melakukan penyalahgunaan wewenang dengan cara diduga melakukan pemotongan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dan Uang Jasa Pelayanan (Jaspel) Nakes Tapteng yang saat ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara.
"Sehingga pegawai Dinas Kesehatan Tapteng yang terkait dengan permasalahan tersebut, menjadi resah dan ketakutan karena mereka telah dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan dan LSM melalui pesan WA maupun telepon dengan maksud membantu keluar dari masalah hukum dengan meminta imbalan sejumlah uang," kata Sugeng.
Selanjutnya saat itu, Pj Bupati Tapteng memberikan pesan dan nasihat kepada para Pegawai Dinas Kesehatan yang akan dipanggil sebagai saksi oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara.
"Apabila ada oknum yang mengaku ngaku sebagai wartawan, LSM, Kejaksaan, Kepolisian yang menakut nakuti dan meminta uang untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, agar jangan dipercaya dan diabaikan saja," katanya.
Kemudian setelah menyampaikan beberapa pesan lain, Pj Bupati Tapteng menyampaikan kesimpulan.
"Apabila ada yang WA menyatakan, kami dari LSM ini, Wartawan ini mau konfirmasi yang ujung-ujungnya meres, ujung-ujungnya nipu kalian, ndak usah dilayani diblokir saja," jelasnya Sugeng saat itu memberikan arahan dan bimbingan kepada petugas Dinas Kesehatan Tapteng.
"Saya selaku Pj Bupati Tapteng menyayangkan adanya video pendek yang telah diedit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut dan memohon kepada semua pihak khususnya kepada rekan-rekan wartawan dan LSM untuk tidak mudah terpancing oleh provokasi dari video pendek tersebut. Apabila rekan-rekan Wartawan dan LSM menghendaki untuk mendapatkan video lengkap rapat tanggal 22 Desember 2023, sebagai bahan klarifikasi, kami dengan senang hati bersedia untuk memberikannya," katanya.
PJ Bupati Tapteng Sugeng Riyanta juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas terjadinya kegaduhan dari beredarnya video yang sengaja diframing atau dipotong menjadi pendek itu.