Kamis, 21 Mei 2026

Gawat.. Sejarawan Ternama Sumut Bilang Hari Jadi Kota Binjai Bukan 17 Mei

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Amin Nur Sabtu, 13 Mei 2017 12:33
Kepala Pusat Studi Sejarah Universitas Negeri Medan DR. Phil Ichwan Azhari mengatakan, bahwa perayaan hari jadi kota Binjai pada tanggal 17 Mei mendatang adalah "sesat".


Hal ini dinyatakan oleh sejarawan Unimed ini menjelang hari jadinya yang ke-145, kemarin, Jumat (12/5), dalam acara bedah buku sejarah Kota Binjai, masa pra dan pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, karya H.M Yunus Tampubolon, di aula Pemko Binjai Jalan Sudirman, Binjai.

Pernyataan Ichwan Azhari sontak mengundang tanya dari para undangan yang hadir dalam acara tersebut, tak terkecuali sang penulis yang saat itu bukunya tengah dibedah di hadapan masyarakat Kota Binjai.

DR. Azhari menerangkan, bahwa perayaan hari jadi Kota Binjai saat ini adalah "sesat", berdasarkan hasil penelitiannya terhadap arsip yang telah ia teliti kebenarannya. Dikatakannya, bahwa hari jadi Kota binjai bukanlah pada 17 Mei 1872 melainkan 27 Juni 1917.

Menurut data sejarah, DR. Azhari menerangkan bahwa tanggal 17 Mei 1872 adalah hari dimana terjadinya perang Sunggal, dimana saat itu para pejuang melawan para penjajah dari Belanda, yang berusaha untuk menguasai daerah kerajaan Serbanyaman atau yang dikenal dengan nama kerajaan Sunggal.

"Atas dasar arsip sejarah yang sudah saya teliti kebenarannya itu, tanggal 17 Mei bukanlah hari jadi Kota Binjai, karena tidak ada hubungannya dengan terbentuknya kota ini, dan kejadian perang tersebut juga di luar kawasan Kota Binjai", terangnya.

Ditegaskannya, hari jadi Kota Binjai yang sebenarnya adalah tanggal 27 Juni 1917. Hal ini berdasar arsip yang telah ditelitinya, dan dalam arsip tersebut diterangkan sejak tanggal tersebut, Pemerintah Kolonial Belanda meresmikan Gemeente (Kota Raja) yang saat ini kita kenal sebagai Kota Binjai.

"Peringatan hari jadi Kota Binjai yang sebenarnya adalah tanggal 27 Juni, dan hal ini terbukti dari arsip yang ada, dimana dari arsip tersebut diterangkan bahwa pemerintah Kolonial Belanda secara resmi menetapkan berdirinya atau lahirnya kota baru bernama Kota Binjai", ungkapnya.

DR. Phil Ichwan Azhari juga mengungkapkan bahwa tanggal hari jadi Kota Binjai yang saat ini dirayakan adalah keliru, karena merupakan hasil dari kesepakatan bersama para anggota DPRD Kota binjai pada tahun 1985 lalu. "Dan itu tanpa dasar", ujarnya.

DR. Azhari menjelaskan bahwa hal ini dikatakannya untuk meluruskan sejarah demi anak cucu nanti.

"Kita tidak boleh merubah sejarah, coba kita bayangkan bagaimana anak cucu kita bisa tahu sejarah Kota Binjai yang sebenarnya, sedangkan untuk tanggal hari jadi kotanya saja sudah diubah-rubah seperti sekarang," pungkasnya.

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later