Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Nuryansyah Putra mengatakan, jika Kepala Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura berinisial NH yang disebut-sebut selingkuh dengan istri orang lain, sudah diproses Inspektorat Langkat.
"Kemarin sudah kita terima aspirasi masyarakat dan sudah kami tindaklanjuti. Yang bersangkutan yaitu Kepala Desa sudah dipanggil ke Inspektorat Langkat dan saat ini prosesnya sedang berjalan," ujar Nuryansyah di hadapan ratusan warga Desa Serapuh Asli yang menggeruduk Kantor Bupati Langkat, Selasa (25/6).
Pun begitu, Nuryansyah juga menegaskan, untuk mengangkat dan memecat Kepala Desa, tidak seperti semudah yang dibayangkan. Karena menurutnya ada regulasi aturan yang berlaku.
"Pada intinya, kita berupaya secepat mungkin untuk mengambil hasil keputusan yang betul-betul maksimal," ungkap Nuryansyah.
Diberitakan sebelumnya, ratusan massa yang didominasi kaum emak-emak dan mengaku berdomisili di Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, menggelar aksi demo di Kantor Bupati Langkat, Selasa (25/6).
Aksi yang dilakukan emak-emak untuk ketujuh kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat untuk mencopot atau memberhentikan Kepala Desa (Kades) Serapuh Asli berinisial NH dari jabatannya.
Menurut mereka, oknum Kades yang dimaksud diduga berselingkuh dengan istri orang lain. Dugaan perselingkuhan ini dengan cepat menyebar di tengah-tengah masyarakat melalui video mesra yang beredar.
"Ini aksi kami yang ketujuh kalinya, masyarakat sudah lelah menunggu hasilnya. Kami sebagai masyarakat meminta kepada Kades Serapuh Asli, Nazrul Hapis, agar diberhentikan segera. Kami sudah tidak setuju lagi," ujar Yani, salah seorang warga yang ikut dalam aksi itu.
Yani juga mengatakan, sebagai masyarakat ia bersama rekan rekannya mengaku sudah lelah dibohongi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Langkat.
"Di bola-bola terus. Udahlah kades membohongi kami, malah yang kami takuti nanti terjadi hal hal yang tak diinginkan seperti pengerusakan," tegas Yani dan dibenarkan oleh rekan rekannya.
"Sebenarnya sama Nazrul Hapis ini pun kami bersaudara, tapi sekarang sudah kete-ketean (bermusuhan)," sahut warga lainnya yang mengaku bernama Silfi.
Disinggung soal Pj Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, yang mengatakan jika video dugaan perselingkuhan bukanlah sang Kades, ratusan massa yang didominasi oleh emak-emak ini pun langsung berang.
"Beberapa waktu yang lalu pada saat klarifikasi dihadapan BPD, kades Serapuh Asli sudah mengakui bahwa yang ada di video itu adalah dirinya, jadi tidak bisa menyangkal kalau itu bukan dirinya," ujar warga Serapuh Asli lainnya.
"Kami yang tau pak, setiap hari kami berdekatan. Bahkan mukanya kami lihat setiap hari, kelakuannya ya Allah pak. Jangan sempatlah ke anak cucu kami," sambungnya.
Usai melakukan orasi di Kantor Bupati Langkat, ratusan massa pun bergeser ke Kantor DPRD untuk melanjutkan aksi demonya.