Saat dilantik sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah oleh Pejabat Gubernur Sumatera Utara, warga Kabupaten Tapteng rata-rata menganggap sosok Sugeng Riyanta sebagai biasa-biasa saja, bahkan ada yang berasumsi miring.
Isue tak mengenakan terhadap Pj Bupati Tapanuli Tengah, dapat ditepis dengan kinerja nya yang ikhlas, jujur dan mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan Pemerintah yang baik hingga transparan, akuntabilitas, partisipatif serta berkeadilan tanpa menghiraukan ancaman dari oknum 'Pembenci'.
Tidak sampai disitu saja, mantan Asisten Pidana Umum di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ini, juga melakukan bersih-bersih birokrasi, membela hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga, bahkan membongkar dugaan kasus Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jasa Pelayanan (Jaspel) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sehingga keraguan masyarakat Tapanuli Tengah kepada Sugeng Riyanta berbalik arah 180⁰, menjadi percaya bahkan mendukung kinerja suami dari Ny Adde R.W SH, memimpin Pemerintahan Kabupaten Tapteng.
Sebagai eks Koordinator pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI, ia telah memprediksi akan ada oknum atau kelompok tidak terima dengan prinsip Good Governance and Clean Government, yang digaungkan oleh Sugeng Riyanta di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Pada hari Selasa 30 Januari 2024, terbit di media online dengan Judul 'Akun FB "Anaktapteng Doau" Ragukan Netralitas Pj Bupati Tapteng: Itu Tidak Benar dan Merupakan Fitnah'. Dan informasi fitnah tersebut juga terlihat di media sosial Facebook, bahkan salah satu warganet mengomentari status akun bergambar monyet itu dengan kalimat sebagai berikut.
"Sayang kalilah manusiamu bro. Mengapa orang membuat bagus kau fitnah. Menyesal kalilah orang tuamu melahirkan kau," isi sebagian komentar pada status akun tersebut, yang menyudutkan pemilik postingan.
Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr Sugeng Riyanta SH, MH saat dikonfirmasi wartawan dengan santai menanggapi isue tersebut dan menyebutkan itu tidak benar dan merupakan fitnah.
Lanjut pria kelahiran Kulon Progo telah memprediksi sebelumnya akan adanya fitnah tersebut, dan itu hal yang lumrah sebagai resiko dari pilihan kebijkan sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Pasti kebijakan dan keputusan saya, disamping membahagiakan sebagian warga Tapteng, juga pasti membuat marah dan tidak suka pihak yang merasa dirugikan. Postingan fb dari akun tidak jelas itu jelas mewakili perasaan pihak yang merasa dirugikan dari kebijakan dan keputusan saya," kata Pj Bupati Tapteng, Selasa (30/1/2023) sore.
Kata Sugeng, selain muatannya fitnah juga ada lucu nya hingga membuat pasangan suami istri ini tertawa terbahak-bahak terkait hal itu.
"Bahwa saya dan istri tahu tentang CV. Yatnosons dan seseorang yang bernama Teni. Ya jelas tahu dong, karena CV. Yatnosons itu perusahaan di solo milik dari kakak ibu mertua saya, yaitu Pakde Suyatno Luhur, sedangkan Teni itu kakak sepupu istri saya. Makanya ketika saya dan istri membaca tulisan itu, kami berdua ketawa bareng. Tentang katanya saya tidak beres saat nangani perkara di Kabupaten Pelalawan ketika menjabat Aspidsus, silahkan dikonfirmasi temen-temen pers di Riau. Semua ini membuktikan bahwa yang menulis status fb itu, pikniknya kurang jauh ha ha," ujarnya sembari tertawa.
"Dibandingkan dengan fitnah dan serangan yang ditujukan kepada Rasulullah Muhammad SAW saat berjuang membebaskan kota Makkah dari jaman kegelapan era jahiliyah, fitnah yang ditujukan pada saya ini mah enteng dan kecil banget. Jadi terserah masyarakat saja yang menilai, masyarakat sudah pintar dan bijaksana kok. Its simple that, ok," ungkapnya.