Rabu, 24 Apr 2019 01:56
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Moratua Tanjung
Selasa, 25 Sep 2018 08:35
Moratua Tanjung
Abdul Rahman dan dua Guru Mengaji, menunjukkan surat pernyataan yang akan diserahkan ke Mapolres dan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu sebagai laporan/pengaduan untuk proses hukum.
Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Ahyar, 50 tahun, akan dilaporkan oleh Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang, Abdul Rahman Nst, 53 tahun, bersama dengan dua orang rekannya yakni guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, Darmo, 40 tahun, dan Muhammad Qomeri, 63 tahun.

Ketiga orang ini melaporkan Kades Negeri Lama Seberang ke Penegak Hukum Mapolres dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu, karena diduga telah melakukan penipuan pada mereka bertiga. 

Abdul Rahman Nst kepada utamanews.com, Senin (24/09/2018), di Negeri Lama mengatakan, bahwa ianya sebagai kepala dusun Boom, merasa keberatan terhadap tindakan Kepala Desa Ahmad Ahyar yang melakukan pemecatan terhadap dirinya sebagai Kepala Dusun Boom. "Saya menjabat Kepdus sesuai SK Kepala Desa nomor 141/18/PEM/NSL/ 2008 tertanggal 1 Januari 2009. Dan, dengan tembusan Bupati, Kabupaten Labuhanbatu dan Camat Kecamatan Bilah Hilir," kata Abdul Rahman Nst. 

Namun, alangkah terkejut dan kesalnya Abdul Rahman, pada tanggal 08 Juni 2018, Kepala Desa Ahmad Ahyar memberhentikan Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom dengan Surat Keputusan Kepdes Negeri Lama Seberang nomor 140/394/NSL/2018. Dengan alasan bahwa Kepdus Boom Abdul Rahman tidak memenuhi syarat ijazah tamatan Pendidikan. "Ya, alasannya di dalam surat pemberhentian saya itu sebagai Kepdus Boom, dikatakannya saya tidak mempunyai ijazah maka diberhentikan. Nah, kan ini sepihaknya namanya, sebab, saya diangkat jadi Kepdus Boom kemaren itu sesuai SK pengangkatan 1 Januari 2009 lalu, kan saya memakai ijazah. Ada ijazah kita. Koq alasan Kepdes aneh dan ini yang membuat saya merasa keberatan", ucapnya.


Sambung Abdul Rahman lagi, bahwa Kepdes Ahmad Ahyar juga telah menipu dirinya tentang uang biaya pembuatan Pos Kamling sebesar Rp 5 juta, yang tidak dibayar Kepdes Ahmad Ahyar kepada Kepdus Abdul Rahman. "Pembangunan Pos Siskamling di Desa Negeri Lama Seberang, saya masih menjabat Kepdus dan Kepdes Ahmad Ahyar perintahkan saya membuat Pos Kamling. Nah, sudah selesai saya bangun Pos Kamlingnya, eh, tiba tiba tidak tahu masalahnya Kepdes Ahmad Ahyar memecat saya sebagai Kepdus Boom dan biaya anggaran pembangunan Pos Siskamling memakai uang pribadi saya tersebut tidak dibayar. Padahal, Anggaran Dana Desa dan Dana Desa telah cair. Namun, saya telah diberhentikan dan uang saya tidak dibayar Kepdes Rp 5 juta dan ditambah uang gaji saya sebagai Kepdus Boom terhitung bulan Juni sampai bulan Juli 2018, tidak dibayar oleh Kepdes Ahmad Ahyar", sebut Abdul Rahman kesal.

Sama halnya yang dialami oleh Muhammad Qomeri yang diangkat sebagai guru mengaji dengan Sertifikat Bupati Kabupaten Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar Sp PD tertanggal 31 Januari 2013. "Saya diangkat sebagi guru mengaji di Desa sesuai Program Pemkab Labuhanbatu tersebut dengan biaya anggarannya selama ini dari ADD", kata Qomeri.

Namun, terang Qomeri, Kepdes Ahmad Ahyar melaku pemotongan "Pungli" atas gajinya sebagai Guru Mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, dimana sesuai SK adalah perbulannya sebesar Rp 1 juta. "Gaji bulan Januari-Mei 2018 seharusnya saya terima Rp 5 juta. Namun, karena Kepdes 'mensunatnya', maka yang diterima tinggal Rp 3.750.000,- disunat Kepdes Rp 1.750.000,-. Dan, selanjutnya, gaji bulan Juni-Juli seharusnya diterima Qomeri Rp 2 juta. Namun, hanya Rp 1 juta yang diterima Qomeri. Karena, lagi-lagi Kepdes Ahmad Ahyar Sunat gaji sebesar Rp 1juta," ujarnya.

Demikian juga yang dialami Darno yang juga sebagai guru mengaji yang diangkat Pemkab Labuhanbatu dengan Sertifikat sebagai guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang terdaftar tertanggal 25 Pebruari 2014. Dan ironisnya, Kepdes Ahmad Ahyar tidak membayar gaji guru mengaji Darno terhitung bulan Juni-Juli sebesar Rp 2 juta. Parahnya lagi, Kepdes Negeri Lama Seberang dengan kejam dan tega melakukan pemecatan Darno sebagai guru mengaji di dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang. Dan, pemecatan dilakukan Kepdes Ahmad Ahyar tanpa ada surat pemberitahuan diberhentikan sebagai guru mengaji kepada Darno. "Tidak ada surat pemberitahuannya saya diberhentikan. Padahal, pengajian anak anak di dusun lancar saja. Ini yang sangat saya kesalkan pada Kepdes Ahmad Ahyar. Ia selalu dengan suka-sukanya bertindak. Gaji saya dua bulan belum dibayar Rp 2 juta. Dan, selanjutnya saya dipecatnya sebagai guru mengaji dan siapa pengganti saya sebagai guru mengaji tersebut, belum tau kabarnya", ucap Darno didampingi Muhammad Qomeri dan Kepala Dusun Boom Abdul Rahman Nst.


Diketahui, bahwa ADD dan DD tahun anggaran 2018 untuk Desa Negeri Lama Seberang sebesar Rp 1,7 milyar lebih kurang. Ironisnya, hasil pantauan awak media utamanews.com, di kantor Kepala Desa tidak ditemukan papan pengumuman yang memuat daftar penerimaan anggaran ADD dan DD tahun 2018 tentang Program kegiatan dari belanja per setiap anggaran ADD dan DD dimaksud. "Tahun 2017 lalu ada dipasang Kepdes Ahmad Ahyar papan pengumuman rincian penggunaan ADD dan DD tersebut. Namun, di TA 2018 ini, sampai bulan September 2018, memang tidak ada Kepdes membuat dan memasang papan pengumuman itu. Kami masyarakat pun tidak tahu apa penyebab dan di kantor Kepdes malah sering orang sering ramai, katanya teman teman Kepdes Ahmad Ahyar yang datang dari luar Desa", sebut Abdul Rahman dan Darno.

Atas dasar perilaku sang Kepala Desa Negeri Lama Seberang Ahmad Ahyar tersebut, Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom bersama sama guru mengaji Muhammad Qomeri dan guru mengaji Darno membuat Surat Pernyataan tertulis di atas kertas sebagai bentuk merasa keberatan terhadap tindakan yang semena-mena dilakukan sang Kepdes Ahmad Ahyar kepada mereka bertiga. Dan, surat pernyataan itu bermaterai 6000 serta ditanda tangani. "Surat pernyataan kami bertiga yang kami buat ini adalah bentuk keberatan kami bertiga atas tindakan semenamena Kepdes Ahmad Ahyar. Kami berharap surat pernyataan yang kami tulis ini bisa disampaikan kepada penegak Hukum di Mapolres dan Lembaga Negera Kejaksaan Negeri Labuhanbatu berserta Plt Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe. Kami harapkan ada efek jera pada Kepala Desa se-Kabupaten Labuhanbatu dengan penggunaan anggaran Desa, ADD dan DD tersebut," pungkasnya.

Editor: Boraspati

T#g:ADDGurukadesKadusKorupsi
Berita Terkait
  • Kamis, 21 Mar 2019 17:11

    Bayu Anggara Terpilih Jadi Kepala Desa Sena, Batang Kuis

    Bayu Anggara, melanjutkan tampuk kepemimpinan almarhum ayahnya, Bantu Suprayitno setelah memenangi Pemilihan Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang

  • Rabu, 20 Mar 2019 12:00

    Kemendagri: Rencana Apel Pemerintahan Desa Bukan Inisiatif Pemerintah

    Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, bahwa rencana Apel Pemerintahan Desa Se-Indonesia yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 30 Ma

  • Sabtu, 09 Mar 2019 12:39

    Sejumlah Masyarakat Minta Bubarkan Panitia Pilkades Lasara Sowu

    Panitia Pemilihan Kepala Desa Lasara Sowu Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Diduga tidak netral, sejumlah masyarakat melakukan aksi penolakan dan membentangkan spanduk bertulis

  • Jumat, 01 Mar 2019 18:51

    Mahasiswa Tuntut Laporan ke Polisi Soal Dugaan Korupsi Rp334 Miliar Gus Irawan Ditindaklanjuti

    Mengadu Ke DPRD Sumut, Mahasiswa Anti Korupsi: Gus Irawan Diduga Gelapkan Rp334 Miliar Dana Bank Sumut.

  • Jumat, 01 Mar 2019 16:11

    Rp148,4 Milyar, Total Dana Pemerintah untuk 82 Desa se-Kabupaten Labura

    Kadis PMD Labuhanbatu Utara (Labura) menegaskan bahwa pagu dana desa se-Labura tahun anggaran 2019 sebesar Rp 79,123 milyar.Ketetapan ini dituangkan dalam Surat Kepala Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu

  • Selasa, 29 Jan 2019 10:59

    Kepala Desa Rondaman Lombang: APBDes itu Rahasia Negara

    Plt Kepala Desa Rondaman Lombang, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Samril Harahap mengatakan bahwa APBDes adalah rahasia negara, tidak boleh disalin atau digandakan.Sementara itu, Kepa

  • Sabtu, 19 Jan 2019 17:29

    Camat Sosa Sertijab Kades Hapung Torop

    Didampingi unsur pimpinan Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), disaksikan sejumlah pegawai dan staf Kantor Camat Sosa, perangkat desa dan ratusan orang warga masyarakat desa, Camat Sosa ser

  • Jumat, 18 Jan 2019 15:28

    Dana Desa TA 2018 di Kecamatan Sosa Rp 33,15 Miliar

    Jumlah anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun anggaran 2018 yang tersebar dan dikelola oleh pemerintahan desa di sebanyak 39 desa di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) me

  • Jumat, 18 Jan 2019 13:48

    Plt Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe: Saya Titipkan Amanah Masyarakat Desa Tanjung Harapan

    Saudara Kepala Desa yang baru saya lantik, jangan cepat merasa puas dan bangga diri atas apa yang saudara peroleh sekarang, tanda jabatan yang baru saja disematkan tadi mengandung makna yang sangat me

  • Kamis, 17 Jan 2019 06:17

    Danramil 0824/23 Wuluhan Jadi Tim Penguji Calon Kepala Dusun

    Kepala Dusun adalah salah satu perangkat yang memiliki wilayah di tingkat Dusun membawahi koordinasi para Ketua RW  dan dalam tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Desa.Dalam mengisi  keko

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak