Senin, 22 Okt 2018 15:58
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Moratua Tanjung
Selasa, 25 Sep 2018 08:35
Moratua Tanjung
Abdul Rahman dan dua Guru Mengaji, menunjukkan surat pernyataan yang akan diserahkan ke Mapolres dan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu sebagai laporan/pengaduan untuk proses hukum.
Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Ahyar, 50 tahun, akan dilaporkan oleh Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang, Abdul Rahman Nst, 53 tahun, bersama dengan dua orang rekannya yakni guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, Darmo, 40 tahun, dan Muhammad Qomeri, 63 tahun.

Ketiga orang ini melaporkan Kades Negeri Lama Seberang ke Penegak Hukum Mapolres dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu, karena diduga telah melakukan penipuan pada mereka bertiga. 

Abdul Rahman Nst kepada utamanews.com, Senin (24/09/2018), di Negeri Lama mengatakan, bahwa ianya sebagai kepala dusun Boom, merasa keberatan terhadap tindakan Kepala Desa Ahmad Ahyar yang melakukan pemecatan terhadap dirinya sebagai Kepala Dusun Boom. "Saya menjabat Kepdus sesuai SK Kepala Desa nomor 141/18/PEM/NSL/ 2008 tertanggal 1 Januari 2009. Dan, dengan tembusan Bupati, Kabupaten Labuhanbatu dan Camat Kecamatan Bilah Hilir," kata Abdul Rahman Nst. 

Namun, alangkah terkejut dan kesalnya Abdul Rahman, pada tanggal 08 Juni 2018, Kepala Desa Ahmad Ahyar memberhentikan Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom dengan Surat Keputusan Kepdes Negeri Lama Seberang nomor 140/394/NSL/2018. Dengan alasan bahwa Kepdus Boom Abdul Rahman tidak memenuhi syarat ijazah tamatan Pendidikan. "Ya, alasannya di dalam surat pemberhentian saya itu sebagai Kepdus Boom, dikatakannya saya tidak mempunyai ijazah maka diberhentikan. Nah, kan ini sepihaknya namanya, sebab, saya diangkat jadi Kepdus Boom kemaren itu sesuai SK pengangkatan 1 Januari 2009 lalu, kan saya memakai ijazah. Ada ijazah kita. Koq alasan Kepdes aneh dan ini yang membuat saya merasa keberatan", ucapnya.


Sambung Abdul Rahman lagi, bahwa Kepdes Ahmad Ahyar juga telah menipu dirinya tentang uang biaya pembuatan Pos Kamling sebesar Rp 5 juta, yang tidak dibayar Kepdes Ahmad Ahyar kepada Kepdus Abdul Rahman. "Pembangunan Pos Siskamling di Desa Negeri Lama Seberang, saya masih menjabat Kepdus dan Kepdes Ahmad Ahyar perintahkan saya membuat Pos Kamling. Nah, sudah selesai saya bangun Pos Kamlingnya, eh, tiba tiba tidak tahu masalahnya Kepdes Ahmad Ahyar memecat saya sebagai Kepdus Boom dan biaya anggaran pembangunan Pos Siskamling memakai uang pribadi saya tersebut tidak dibayar. Padahal, Anggaran Dana Desa dan Dana Desa telah cair. Namun, saya telah diberhentikan dan uang saya tidak dibayar Kepdes Rp 5 juta dan ditambah uang gaji saya sebagai Kepdus Boom terhitung bulan Juni sampai bulan Juli 2018, tidak dibayar oleh Kepdes Ahmad Ahyar", sebut Abdul Rahman kesal.

Sama halnya yang dialami oleh Muhammad Qomeri yang diangkat sebagai guru mengaji dengan Sertifikat Bupati Kabupaten Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar Sp PD tertanggal 31 Januari 2013. "Saya diangkat sebagi guru mengaji di Desa sesuai Program Pemkab Labuhanbatu tersebut dengan biaya anggarannya selama ini dari ADD", kata Qomeri.

Namun, terang Qomeri, Kepdes Ahmad Ahyar melaku pemotongan "Pungli" atas gajinya sebagai Guru Mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, dimana sesuai SK adalah perbulannya sebesar Rp 1 juta. "Gaji bulan Januari-Mei 2018 seharusnya saya terima Rp 5 juta. Namun, karena Kepdes 'mensunatnya', maka yang diterima tinggal Rp 3.750.000,- disunat Kepdes Rp 1.750.000,-. Dan, selanjutnya, gaji bulan Juni-Juli seharusnya diterima Qomeri Rp 2 juta. Namun, hanya Rp 1 juta yang diterima Qomeri. Karena, lagi-lagi Kepdes Ahmad Ahyar Sunat gaji sebesar Rp 1juta," ujarnya.

Demikian juga yang dialami Darno yang juga sebagai guru mengaji yang diangkat Pemkab Labuhanbatu dengan Sertifikat sebagai guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang terdaftar tertanggal 25 Pebruari 2014. Dan ironisnya, Kepdes Ahmad Ahyar tidak membayar gaji guru mengaji Darno terhitung bulan Juni-Juli sebesar Rp 2 juta. Parahnya lagi, Kepdes Negeri Lama Seberang dengan kejam dan tega melakukan pemecatan Darno sebagai guru mengaji di dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang. Dan, pemecatan dilakukan Kepdes Ahmad Ahyar tanpa ada surat pemberitahuan diberhentikan sebagai guru mengaji kepada Darno. "Tidak ada surat pemberitahuannya saya diberhentikan. Padahal, pengajian anak anak di dusun lancar saja. Ini yang sangat saya kesalkan pada Kepdes Ahmad Ahyar. Ia selalu dengan suka-sukanya bertindak. Gaji saya dua bulan belum dibayar Rp 2 juta. Dan, selanjutnya saya dipecatnya sebagai guru mengaji dan siapa pengganti saya sebagai guru mengaji tersebut, belum tau kabarnya", ucap Darno didampingi Muhammad Qomeri dan Kepala Dusun Boom Abdul Rahman Nst.


Diketahui, bahwa ADD dan DD tahun anggaran 2018 untuk Desa Negeri Lama Seberang sebesar Rp 1,7 milyar lebih kurang. Ironisnya, hasil pantauan awak media utamanews.com, di kantor Kepala Desa tidak ditemukan papan pengumuman yang memuat daftar penerimaan anggaran ADD dan DD tahun 2018 tentang Program kegiatan dari belanja per setiap anggaran ADD dan DD dimaksud. "Tahun 2017 lalu ada dipasang Kepdes Ahmad Ahyar papan pengumuman rincian penggunaan ADD dan DD tersebut. Namun, di TA 2018 ini, sampai bulan September 2018, memang tidak ada Kepdes membuat dan memasang papan pengumuman itu. Kami masyarakat pun tidak tahu apa penyebab dan di kantor Kepdes malah sering orang sering ramai, katanya teman teman Kepdes Ahmad Ahyar yang datang dari luar Desa", sebut Abdul Rahman dan Darno.

Atas dasar perilaku sang Kepala Desa Negeri Lama Seberang Ahmad Ahyar tersebut, Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom bersama sama guru mengaji Muhammad Qomeri dan guru mengaji Darno membuat Surat Pernyataan tertulis di atas kertas sebagai bentuk merasa keberatan terhadap tindakan yang semena-mena dilakukan sang Kepdes Ahmad Ahyar kepada mereka bertiga. Dan, surat pernyataan itu bermaterai 6000 serta ditanda tangani. "Surat pernyataan kami bertiga yang kami buat ini adalah bentuk keberatan kami bertiga atas tindakan semenamena Kepdes Ahmad Ahyar. Kami berharap surat pernyataan yang kami tulis ini bisa disampaikan kepada penegak Hukum di Mapolres dan Lembaga Negera Kejaksaan Negeri Labuhanbatu berserta Plt Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe. Kami harapkan ada efek jera pada Kepala Desa se-Kabupaten Labuhanbatu dengan penggunaan anggaran Desa, ADD dan DD tersebut," pungkasnya.

Editor: Boraspati

T#g:ADDGurukadesKadusKorupsi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Okt 2018 05:18

    TNI Bantu Berikan Pendidikan Dasar Kepada Murid SD

    Bencana bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala dengan kekuatan 7,4 skala richter beberapa waktu yang lalu, meninggalkan luka yang mendalam bagi warga setempat, yang menghancurkan bangunan-banguna

  • Rabu, 10 Okt 2018 07:10

    Proyek PAMSIMAS APBN TA 2017 Di Desa Negeri Lama Seberang Terbengkalai

    Proyek PAMSIMAS bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2017 dengan pagu anggaran sebesar Rp241.500.000,- yang diperuntukkan bagi warga masyarakat di Dusun Blok III Des

  • Selasa, 09 Okt 2018 10:09

    Dinas PMD Minta Dokumen pada Kepala Desa Se-Labura Sesuai Surat KPK

    Menindak lanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 356/6739/SJ tanggal 5 September 2018 perihal Pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2018, Dinas PMD Labuhanbatu Utara (Labura),

  • Rabu, 03 Okt 2018 08:03

    Terkait Dana Desa, Kepala Desa Diktator, Kepala Dusun Mengundurkan Diri

    Satu per satu Kepala Dusun di Desa Negeri Lama Seberang mengundurkan diri dari jabatannya. Seperti pengakuan Kepala Dusun Blok III Desa Negeri Lama Seberang bernama Irma, 45 tahun, yang mengataka

  • Selasa, 02 Okt 2018 07:32

    Tokoh Masyarakat Nilai Kades Negeri Lama Seberang "Diktator"

    Tokoh Masyarakat Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yakni Haji K, 47 tahun, dan Abdul Rahman Nst, 53 tahun, menilai Kepala Desa (Kades) mereka, Ahmad Ahyar, 50 tah

  • Minggu, 30 Sep 2018 11:30

    28 Desa di Kabupaten Humbahas Ini Ikuti Pilkades Serentak

    Dosmar Banjarnahor, SE (Bupati Humbahas), Tony Sihombing (Sekda Kab. Humbahas), AKBP M. R Dayan, SH, MH (Kapolres Humbahas), Zaedar Rasepta (Kajari Humbang Hasundutan), Pejabat PLN Humbahas, Para SKPD

  • Sabtu, 29 Sep 2018 18:19

    LSM Pelopor Desak Inspektorat Labuhanbatu Percepat Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dinkes Rp 33.336 M

    Diminta kepada Inspektorat Pemkab Labuhanbatu sebagai Badan Pengawasan, supaya segera secepatnya melakukan pemeriksaan terkait pelimpahan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu tentang kasus laporan dugaan peny

  • Jumat, 28 Sep 2018 11:58

    Sapma PP: Telantarkan Guru Honorer, JR Saragih Seperti Tidak Pernah Sekolah

    Sabaruddin Sirait, SH Ketua Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Simalungun, menyatakan jeritan Guru Honorer di Kabupaten Simalungun merupakan persoalan yang sudah

  • Kamis, 27 Sep 2018 15:17

    Kepala Dusun Minta Kapolres Labuhanbatu Periksa Kades Negeri Lama Seberang

    Oknum pejabat Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Ahmat Ahyar Ritonga, telah melakukan "Penipuan" dan "Pembohongan" kepada para Guru mengaji dan Kepala Dusun d

  • Jumat, 21 Sep 2018 15:51

    Tidak Pernah Masuk Kerja, Oknum Guru di Nias Dilaporkan

    Salah seorang oknum guru bantu daerah (GBD) berinisial AJT dilaporkan oleh komite sekolah dan para orangtua siswa SMP Negeri 3 Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara karena diduga jarang masuk kerja

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak