Minggu, 21 Jul 2019 10:24
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Moratua Tanjung
Selasa, 25 Sep 2018 08:35
Moratua Tanjung
Abdul Rahman dan dua Guru Mengaji, menunjukkan surat pernyataan yang akan diserahkan ke Mapolres dan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu sebagai laporan/pengaduan untuk proses hukum.
Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Ahyar, 50 tahun, akan dilaporkan oleh Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang, Abdul Rahman Nst, 53 tahun, bersama dengan dua orang rekannya yakni guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, Darmo, 40 tahun, dan Muhammad Qomeri, 63 tahun.

Ketiga orang ini melaporkan Kades Negeri Lama Seberang ke Penegak Hukum Mapolres dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu, karena diduga telah melakukan penipuan pada mereka bertiga. 

Abdul Rahman Nst kepada utamanews.com, Senin (24/09/2018), di Negeri Lama mengatakan, bahwa ianya sebagai kepala dusun Boom, merasa keberatan terhadap tindakan Kepala Desa Ahmad Ahyar yang melakukan pemecatan terhadap dirinya sebagai Kepala Dusun Boom. "Saya menjabat Kepdus sesuai SK Kepala Desa nomor 141/18/PEM/NSL/ 2008 tertanggal 1 Januari 2009. Dan, dengan tembusan Bupati, Kabupaten Labuhanbatu dan Camat Kecamatan Bilah Hilir," kata Abdul Rahman Nst. 

Namun, alangkah terkejut dan kesalnya Abdul Rahman, pada tanggal 08 Juni 2018, Kepala Desa Ahmad Ahyar memberhentikan Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom dengan Surat Keputusan Kepdes Negeri Lama Seberang nomor 140/394/NSL/2018. Dengan alasan bahwa Kepdus Boom Abdul Rahman tidak memenuhi syarat ijazah tamatan Pendidikan. "Ya, alasannya di dalam surat pemberhentian saya itu sebagai Kepdus Boom, dikatakannya saya tidak mempunyai ijazah maka diberhentikan. Nah, kan ini sepihaknya namanya, sebab, saya diangkat jadi Kepdus Boom kemaren itu sesuai SK pengangkatan 1 Januari 2009 lalu, kan saya memakai ijazah. Ada ijazah kita. Koq alasan Kepdes aneh dan ini yang membuat saya merasa keberatan", ucapnya.


Sambung Abdul Rahman lagi, bahwa Kepdes Ahmad Ahyar juga telah menipu dirinya tentang uang biaya pembuatan Pos Kamling sebesar Rp 5 juta, yang tidak dibayar Kepdes Ahmad Ahyar kepada Kepdus Abdul Rahman. "Pembangunan Pos Siskamling di Desa Negeri Lama Seberang, saya masih menjabat Kepdus dan Kepdes Ahmad Ahyar perintahkan saya membuat Pos Kamling. Nah, sudah selesai saya bangun Pos Kamlingnya, eh, tiba tiba tidak tahu masalahnya Kepdes Ahmad Ahyar memecat saya sebagai Kepdus Boom dan biaya anggaran pembangunan Pos Siskamling memakai uang pribadi saya tersebut tidak dibayar. Padahal, Anggaran Dana Desa dan Dana Desa telah cair. Namun, saya telah diberhentikan dan uang saya tidak dibayar Kepdes Rp 5 juta dan ditambah uang gaji saya sebagai Kepdus Boom terhitung bulan Juni sampai bulan Juli 2018, tidak dibayar oleh Kepdes Ahmad Ahyar", sebut Abdul Rahman kesal.

Sama halnya yang dialami oleh Muhammad Qomeri yang diangkat sebagai guru mengaji dengan Sertifikat Bupati Kabupaten Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar Sp PD tertanggal 31 Januari 2013. "Saya diangkat sebagi guru mengaji di Desa sesuai Program Pemkab Labuhanbatu tersebut dengan biaya anggarannya selama ini dari ADD", kata Qomeri.

Namun, terang Qomeri, Kepdes Ahmad Ahyar melaku pemotongan "Pungli" atas gajinya sebagai Guru Mengaji di Desa Negeri Lama Seberang, dimana sesuai SK adalah perbulannya sebesar Rp 1 juta. "Gaji bulan Januari-Mei 2018 seharusnya saya terima Rp 5 juta. Namun, karena Kepdes 'mensunatnya', maka yang diterima tinggal Rp 3.750.000,- disunat Kepdes Rp 1.750.000,-. Dan, selanjutnya, gaji bulan Juni-Juli seharusnya diterima Qomeri Rp 2 juta. Namun, hanya Rp 1 juta yang diterima Qomeri. Karena, lagi-lagi Kepdes Ahmad Ahyar Sunat gaji sebesar Rp 1juta," ujarnya.

Demikian juga yang dialami Darno yang juga sebagai guru mengaji yang diangkat Pemkab Labuhanbatu dengan Sertifikat sebagai guru mengaji di Desa Negeri Lama Seberang terdaftar tertanggal 25 Pebruari 2014. Dan ironisnya, Kepdes Ahmad Ahyar tidak membayar gaji guru mengaji Darno terhitung bulan Juni-Juli sebesar Rp 2 juta. Parahnya lagi, Kepdes Negeri Lama Seberang dengan kejam dan tega melakukan pemecatan Darno sebagai guru mengaji di dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang. Dan, pemecatan dilakukan Kepdes Ahmad Ahyar tanpa ada surat pemberitahuan diberhentikan sebagai guru mengaji kepada Darno. "Tidak ada surat pemberitahuannya saya diberhentikan. Padahal, pengajian anak anak di dusun lancar saja. Ini yang sangat saya kesalkan pada Kepdes Ahmad Ahyar. Ia selalu dengan suka-sukanya bertindak. Gaji saya dua bulan belum dibayar Rp 2 juta. Dan, selanjutnya saya dipecatnya sebagai guru mengaji dan siapa pengganti saya sebagai guru mengaji tersebut, belum tau kabarnya", ucap Darno didampingi Muhammad Qomeri dan Kepala Dusun Boom Abdul Rahman Nst.


Diketahui, bahwa ADD dan DD tahun anggaran 2018 untuk Desa Negeri Lama Seberang sebesar Rp 1,7 milyar lebih kurang. Ironisnya, hasil pantauan awak media utamanews.com, di kantor Kepala Desa tidak ditemukan papan pengumuman yang memuat daftar penerimaan anggaran ADD dan DD tahun 2018 tentang Program kegiatan dari belanja per setiap anggaran ADD dan DD dimaksud. "Tahun 2017 lalu ada dipasang Kepdes Ahmad Ahyar papan pengumuman rincian penggunaan ADD dan DD tersebut. Namun, di TA 2018 ini, sampai bulan September 2018, memang tidak ada Kepdes membuat dan memasang papan pengumuman itu. Kami masyarakat pun tidak tahu apa penyebab dan di kantor Kepdes malah sering orang sering ramai, katanya teman teman Kepdes Ahmad Ahyar yang datang dari luar Desa", sebut Abdul Rahman dan Darno.

Atas dasar perilaku sang Kepala Desa Negeri Lama Seberang Ahmad Ahyar tersebut, Abdul Rahman sebagai Kepdus Boom bersama sama guru mengaji Muhammad Qomeri dan guru mengaji Darno membuat Surat Pernyataan tertulis di atas kertas sebagai bentuk merasa keberatan terhadap tindakan yang semena-mena dilakukan sang Kepdes Ahmad Ahyar kepada mereka bertiga. Dan, surat pernyataan itu bermaterai 6000 serta ditanda tangani. "Surat pernyataan kami bertiga yang kami buat ini adalah bentuk keberatan kami bertiga atas tindakan semenamena Kepdes Ahmad Ahyar. Kami berharap surat pernyataan yang kami tulis ini bisa disampaikan kepada penegak Hukum di Mapolres dan Lembaga Negera Kejaksaan Negeri Labuhanbatu berserta Plt Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe. Kami harapkan ada efek jera pada Kepala Desa se-Kabupaten Labuhanbatu dengan penggunaan anggaran Desa, ADD dan DD tersebut," pungkasnya.

Editor: Boraspati

T#g:ADDGurukadesKadusKorupsi
Iklan lumba2
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jul 2019 11:10

    Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut Kembali Geledah Kantor BPKD Siantar

    Tim Unit IV Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan pengembangan kasus pungli, dan kembali mengeledah kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematang Siantar, Jumat (19/7/20

  • Kamis, 18 Jul 2019 22:28

    Geledah Rumah Sujamrat, Polisi Selidiki Keterlibatan Kadispora Sumut

    Usai melakukan pengeledahan di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Disporasu), Kamis (18/7/2019), sekira pukul 10.00- 13.00 WIB di Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Tim Unit I

  • Minggu, 14 Jul 2019 08:44

    Mantap... Anggota Satgas TMMD ke 105 Bercengkrama Dengan Warga

    Momentum pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0209/LB di Desa Cinta makmur Kecamatan Panai Hulu kabupaten Labuhanbatu, dimanfaatkan anggota Satgas TMMD untuk bercengkrama dan bersi

  • Selasa, 25 Jun 2019 08:55

    Ketum Dharma Pertiwi: 347 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pelatihan Pemanfaatan TIK

    Sebanyak 347 Kepala Sekolah dan Guru di sekolah-sekolah SD hingga SMA yang dikelola yayasan-yayasan pendidikan di bawah naungan Dharma Pertiwi mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan K

  • Kamis, 20 Jun 2019 16:20

    Komandan Koramil Berharap Panitia Pilkades Menjaga Netralitas

    Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam waktu dekat ini memang akan dilakukan secara serentak di 161 desa se-Kabupaten Jember, termasuk desa Jatiroto Kec Sumberbaru Kab Jember, yang sedang melaskanakan

  • Selasa, 18 Jun 2019 16:18

    Koramil Jenggawah Kodim 0824/Jember Amankan Pilkades PAW Desa Cangkring

    2 Pleton unsur pengamanan dipimpin oleh Kompol Harwiyono (Kabag Ops Polres Jember), dan prajurit TNI dari Kodim 0824/Jember sebanyak 12 orang dipimpin Kapten Inf Jarwo Adi Purnomo (Perwirasi Seksi Ops

  • Rabu, 12 Jun 2019 19:02

    Diduga Hamburkan Uang Rakyat Rp6.6 M, DPRD Sumut Desak Rehab Rumah Gubernur Diusut

    Proyek pembangunan pendopo di Komplek Rumah Dinas (Rumdis) Gubsu di Jl Sudirman Medan yang menelan anggaran Rp 6,6 miliar lebih ditengarai menghambur-hamburkan uang rakyat.Pasalnya, proyek yang diduga

  • Rabu, 29 Mei 2019 06:19

    Ribut Masalah Siltap, 5 Mantan Kadus Tidak Hadiri Undangan Kades Bandar Kumbul

    Kepala Desa Bandar Kumbul M Toha Hasibuan melayangkan surat udangan pertemuan secara tertulis tanggal 28 Mei 2019 Jam 10.00 Wib sampai dengan selesai, yang ditujukan kepada lima mantan kepala dusunnya

  • Minggu, 26 Mei 2019 15:26

    Komandan Koramil Jenggawah dan Muspika Verifikasi Calon Kades PAW

    Pada tahun 2019 ini, disamping ada agenda nasional Pemilu 2019, juga ada agenda daerah yaitu habisnya masa jabatan sebagian besar Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Jember sehingga bakal dilaksanakan Pe

  • Sabtu, 25 Mei 2019 01:25

    Komandan Kodim 0824/Jember Hadiri Pelantikan Kades PAW

    Bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha Pemerintah Kabupaten Jember pada Jum'at (24/05/2019) Pukul 14.00 Wib, dilaksanakan pelantikan 25 orang Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW), men

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak