Bahan Bakar Minyak di SPBU yang terletak di Jalan Datuk Lima Puluh, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh diserbu oleh pengguna transportasi roda dua serta semua jenis transportasi roda empat, Selasa (02/01/2026) sejak pagi 07 hingga sore ini.
Pantauan di lapangan, antrean ini tak seperti hari sebelumnya. Kali ini antrean ratusan meter karena imbas banjir dan stok BBM terbatas.
Iya Bang, sejak subuh hingga pukul 14.25 Wib siang mungkin sampai malam, warga tetap antrean untuk beli minyak di SPBU ini. Jika tidak sabar menunggu antrean, mana bisa jalan sepeda motor kami.
Biasanya kami beli minyak eceran aja. Begitu penjual minyak eceran kosong tidak ada stok sama sekali, makanya lari ke SPBU, ujar Marlina selaku warga setempat saat ditemui di tengah-tengah barisan antrian SPBU.
Ini Kata Mas Dwi Selaku Pengamat
Begitu juga senada apa yang dikatakan oleh Mas Dwi warga Lima Puluh Kota. Dia bilang "siapa cepat dia dapat, maka dari itu kita sebisa-bisa mungkin untuk gerak cepat untuk mengisi BBM".
Menurut amatan Mas Dwi, apa penyebab antrean sepanjang ratusan meter hingga luber makan ruas jalan. Yang jelasnya, peyebab pertama seperti apa yang kita ketahui, bahwa khususnya di wilayah Sumatera Utara, ini imbas dari bencana banjir. Begitu juga di beberapa kabupaten kota.
Di Kabupaten Batu Bara, yang terdampak akibat curah hujan yang cukup ekstrim di 12 kecamatan terhitung tanggal 27, 29, 30/2025 atau selama tiga hari, ada terdapat ratusan rumah, lahan pertanian, insfratruktur jalan putus, serta ada bangunan sekolah dilanda banjir rob, tutur Dwi menjelaskan di sela-sela antrian SPBU di hadapan Media ini.
Lantas bagaimana pelayanan di SPBU ini, tanya kembali Utamanews.com. Ya bagus, ramah dan tidak ada keributan. Antriannya aman tertib, sambung dia lalu ditutup dengan ucapan terimakasih.
Sementara, TuMel selaku pengawas SPBU SPBU 14212296, Jln. Datuk Lima Puluh, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Datuk Lima Puluh, mengemukakan, ada beberapa faktor terjadinya antrian ini.
Pertama, menurut hemat saya ini disebabkan sejak tanggal 27, 28, 29/2025 terjadnya bencana alam atau intensitas curah hujan cukup tinggi. Sehingga stok BBM tidak bisa banyak. Kendalanya di kapal pertamina pengangkutan BBM tidak bisa sandar di pelabuhan bongkar muat di Belawan karena cuaca buruk.
Kalau kemarin jika diperbantukan dari Dumai dapat 8 KL (8000 liter BBM) masih bisa kita hendel untuk kebutuhan masyarakat sekitarnya. BBM hari ini yang kita jual jenis pertalit. Kalau BBM jenis partamak dari kemarin-kemarin sudah kosong.
Kedua berdasarkan pantauan, terjadinya antrian, disebabkan warga dari beberapa kecamatan menyerbu di SPBU kita, sebutnya.
Diketahui, lanjutnya, pembelian BBM di SPBU ini, bukan saja dari masyarakat setempat, melainkan berdatangan dari warga kecamatan lainnya. Artinya, warga Batu Bara seputarnya.
Meskipun demikian, semua warga tetap dilayani dengan baik. Tetap menunggu dengan sabar, tidak ada sampai berdesak-desakan sampai stok BBM habis.
Pokoknya tertib dan aman, kata TuMel selaku pengawas SPBU Datuk Lima Puluh saat diwawancara Media ini di lokasi.
Berdasarkan laporan didapatkan, di wilayah Batu Bara, dalam dua hari ini masih saja terjadi antrian panjang untuk mendapatkan BBM di tiap-tiap SPBU.
Seperti dibeberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Air Putih, Kecamatan Tanjung Tiram, Kecamatan Medang Deras, Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Laut Tador hingga Kecamatan Lima Puluh Kota.