Kurang dari Dua pekan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah, situasi arus mudik di terminal dan stasiun Kereta Api yang berada di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Tanah Tinggi, terpantau masih relatif seperti hari hari biasa dan belum ada kenaikan signifikan untuk penumpang.
Salah seorang petugas loket Bus Makmur Halmahera yang berada di terminal Binjai mengatakan, biasanya kepadatan arus mudik terjadi saat arus balik lebaran atau mulai H-7. Namun hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang.
"Keberangkatan Bus dari sini (terminal) umumnya menuju Pekan Baru, Riau. Kemungkinan pekan depan terjadi lonjakan penumpang, kalau sekarang masih normal," beber pria bermarga Batubara ini saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/4).
Dirinya memprediksi bakal ada kenaikan harga tiket sekitar 20 - 25 persen dalam beberapa hari kedepan. "Untuk harga sekarang Rp220.000 kelas ekonomi, sedangkan VIP Rp285.000 tujuan Riau Pekan Baru, mayoritas penumpang (tujuan Riau) asal Binjai dan Langkat," ungkap Batubara.
Selain trayek ke Riau, lanjutnya, Bus dari terminal Binjai juga ada yang menuju Tapanuli Selatan. "Untuk harga tiket estimasinya Rp100.000 keatas untuk kelas ekonomi, dan Rp200.000 kepas VIP," sambungnya.
Pun begitu, ia mengatakan untuk surat tarif harga baru dari Organda biasanya keluar seminggu sebelum dan sesudah lebaran. "Artinya untuk harga tiket sewaktu waktu dapat berubah," bebernya.
Sementara itu di Stasiun KA Binjai terpantau masih normal. Menurut Kepala Stasiun KA Srilelewangsa, Saiful Bahri, untuk Okupansinya masih sekitar 80 persen.
"Ada 5 gerbong Kereta dengan kapasitas 350 kursi tersedia. Untuk tarif harganya Rp5.000 per-orang menuju stasiun KA Medan. Untuk saat ini juga belum ada lonjakan penumpang. Karena trayeknya hanya sampai stasiun Medan, dari sana penumpang transit lagi ke tempat tujuannya," ucapnya.