Masyarakat di Silangkitang dusun II Sarumarnaek, Desa Sipahutar, kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, hanya pasrah menerima kejadian banjir tanah yang menimpa lingkungan dan rumah. Pada Jumat (03/11/2023) lalu, tanah yang berasal dari perbukitan terbawa air menggenangi lantai rumah dan halaman rumah masyarakat. Juga, lahan pertanian kurang lebih 5 Ha dibanjiri tanah yang berasal dari perbukitan tersebut.
Sebelumnya, dalam seminggu hujan yang terus-menerus terjadi di daerah kabupaten Tapanuli Utara. Intensitas air hujan yang tinggi menyebabkan beberapa aliran drenase dan irigasi naik ke jalanan dan bahkan sampai ke rumah masyarakat.
Dari keterangan masyarakat, kejadian banjir tanah (tanah timbun atau pasir gunung) disebabkan oleh curah hujan yang tinggi membawa tanah dari perbukitan belakang rumah mereka. Lantai dan halaman rumah, serta lahan pertanian, tergenang tanah yang dibawa oleh air.
"Kami masih bersyukur akan kejadian ini, karena tanah yang dibawa air tersebut mengalir ke arah persawahan. Jika aliran air yang membawa tanah tidak mengalir, dan mengendap di belakang rumah, kemungkinan rumah kami akan rusak parah karena ketinggian endapan tanah tersebut," ungkap masyarakat.
Dari keterangan masyarakat, hal ini sudah dilaporkan secara tertulis kepada kepala Desa pada tanggal 30 Oktober 2023 lalu. Namun tidak ada kelanjutan, sehingga masyarakat yang terdampak melaporkan secara langsung pada Senin, 06/11/2023, ke dinas lingkungan hidup kabupaten Tapanuli Utara.
Kepala Desa Sipahutar, Jetro H. Sipahutar, membenarkan kejadian ini ketika menjawab UTAMA NEWS dalam pesan WhatsApp pada Minggu, 05/11/2023. Namun, ketika dipertanyakan mengenai solusi yang diperbuat, kepala Desa Sipahutar tidak memberikan jawaban lagi.
Padahal, dari pantauan UTAMA NEWS pada Senin, 06/11/2023, pihak pemerintahan Desa Sipahutar kecamatan Sipoholon baru melakukan rapat terkait hal ini. Rapat di kantor Desa Sipahutar kecamatan Sipoholon ini diketahui dihadiri oleh Camat dan Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut keterangan Camat Sipoholon, Ronald Situmorang, yang ditulis dalam pesan WhatsApp pada Jumat, 10/11/2023, pihaknya sudah melakukan pertemuan di mana pihak pengusaha dan masyarakat dipertemukan. "Sudah dilakukan pertemuan di antara kedua belah pihak, pihak pengusaha siap memberi ganti rugi kepada masyarakat," tulis Camat Sipoholon.
Hal ini diduga diakibatkan oleh aktivitas pematangan lahan yang menggunakan alat berat di perbukitan belakang rumah penduduk selama 2 tahun belakangan.