Plt Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Tapanuli Tengah (Tapteng) Wira Arisandi Lubis, memberikan tanggapan resmi terkait kekacauan yang terjadi saat turnamen KNPI CUP 2025 cabang Mini Soccer, sehingga Tim Albion 888 FC dan Tim Karang Taruna B diskualifikasi.
Oleh karena itu, Wira menegaskan bahwa pihak ASKAB Tapteng tidak memberikan kesimpulan ataupun keputusan apapun terkait diskualifikasi yang terjadi antara kedua tim tersebut.
"Kenapa kami tidak memberikan kesimpulan? Perlu kami jelaskan bahwa mini soccer atau sepak bola mini bukanlah cabang yang berada di bawah naungan langsung PSSI, melainkan berada di bawah organisasi lain, baik nasional maupun internasional," katanya, Jumat (8/8/2025).
Plt Ketua ASKAB PSSI Tapteng menjelaskan, bahwa secara global, mini soccer berada di bawah naungan World Minifootball Federation (WMF) yang berbasis di Swiss. Sementara di Indonesia, olahraga ini difasilitasi oleh Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) dan Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI), bukan oleh PSSI maupun ASKAB.
"Sementara fungsi utama ASKAB PSSI adalah mengembangkan dan memajukan sepak bola konvensional di tingkat kabupaten, termasuk pembinaan usia dini dan penyelenggaraan kompetisi resmi di bawah regulasi PSSI," jelasnya.
Dia juga menyampaikan, pihaknya hanya membantu dan memandu jalannya pertandingan di lapangan karena belum adanya kepengurusan resmi mini soccer di Tapanuli Tengah.
“Kami hanya mendampingi, bukan mengambil alih kewenangan teknis turnamen, apalagi membuat keputusan diskualifikasi,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan Wira, ASKAB Tapteng menegaskan tidak mencampuri ranah keputusan panitia turnamen, namun tetap menyayangkan adanya tindakan-tindakan yang bersifat kekerasan di dalam lapangan.
“Kami dari ASKAB Tapteng tidak membenarkan segala bentuk kekerasan terhadap pemain. Bila ada hal-hal yang masih belum jelas atau perlu dipertimbangkan kembali, kami siap membantu mencari jalan tengah sesuai aturan dan hasil technical meeting yang telah disepakati semua tim,” ungkap Wira.
Wira Arisandi Lubis menghimbau kepada seluruh tim peserta turnamen agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Sportivitas adalah kunci utama dalam olahraga. Mari kita jaga semangat fair play demi kemajuan olahraga di daerah ini,” ujarnya.