Sesuai dengan arahan dan kesepakatan para pedagang, Pemerintah Kota Pematangsiantar beserta para OPD terkait bersedia membantu para pedagang yang membutuhkan tenaga serta bahan-bahan bangunan untuk mendirikan kios sementara di tempat relokasi.
Pasca terbakar pada September 2024 yang lalu, Gedung IV Pasar Horas Kota Pematangsiantar akan dirobohkan untuk direvitalisasi dalam waktu dekat. Sebanyak 265 dari 271 pedagang dengan suka rela memindahkan barang dagangan serta lapaknya ketempat yang telah di sediakan sesuai dengan nomor kios yang telah disepakati.
Hingga Selasa (30/9/2025) malam, kegiatan relokasi pedagang masih berlangsung dengan aman dan kondusif.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yant diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, mengayakan bahwa hari ke empat ini diharapkan menjadi hari terakhir bagi pedagang untuk memindahkan barang-barangnya.
"Saya yakin hari ini akan menjadi hari terakhir bagi pedagang untuk memindahkan barang-barang serta lapak dagangannya ketempat yang telah disediakan di Jalan Merdeka Bawah ini," ucap Bolmen.
Sekda pun menambahkan bahwa selama pedagang berada di relokasi sementara, Pemerintah Kota Pematangsiantar menyediakan fasilitas gratis yang dapat digunakan nantinya. Termasuk toilet portabel, listrik dan air bersih.
"Benefit yang akan didapatkan para pedagang diantaranya pedagang tidak akan dilakukan pengutipan apapun. Pemerintah juga menyiapkan air minum dari PDAM ada di empat titik, serta instalasi listrik yang telah terpasang dan pedagang tinggal menggunakan saja secara gratis," sebut Bolmen.
Lanjutnya, bahkan Pemerintah Kota Pematangsiantar menyediakan CCTV yang dapat diakses langsung dari handphone agar para pedagang merasa aman dan dapat melakukan monitor.
Salah satu pedagang Pasar Horas Nova Br. Pakpahan merasa sangat puas atas tersedianya fasilitas yang diberikan kepada para pedagang nantinya termasuk CCTV.
"Saya sangat puas dan terbantu solusi dari Bapak itu (Bolmen Silalahi), terutama adanya CCTV dan petugas jaga malam. Apalagi dengan kondisi seperti ini sepertinya rawan. Pedagang disini ada yang menjual ayam yang menyimpan tabung gas dan timbangan untuk berdagang. Barang itu biasanya yang paling sering hilang," ucap Nova.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pematangsiantar Mangaraja Nababan menyampaikan bahwa kehadiran Satpol PP untuk menjaga keamanan serta membantu para pedagang memindahkan barang-barangnya.
"Kehadiran kami disini didamping untuk menjaga keamanan, kami juga siap diminta untuk membantu mengangkat barang-barang serta dagangan para pedagang. Ini adalah bagian dari pelayanan publik serta pelayanan prima untuk masyarakat," katanya.