Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menggelar silahturahmi lintas agama dan etnis demi mendukung kondusifitas Ketentraman dan Ketertiban di Kota Binjai, Rabu (31/5) siang, di ruang rapat III Pemko Binjai, Jalan Sudirman, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota.
Turut hadir dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan orang tersebut, Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, Dandim 0203/LKT Letkol Inf. Muhammad Eko Prasetyo, Kajari Binjai Jufri Nasution SH MH, Wakil Walikota Binjai H. Rizky Yunanda Sitepu, Sekda Kota Binjai H. Irwansyah Nasution, Plt KaKan Kemenag Kota Binjai Armaya Azmi, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Badan/Dinas, Camat dan Lurah dilingkungan Pemko Binjai, Kasat Intelkam Polres Binjai AKP Ruswandi, Kapolsek Binjai Kota Kompol M Guntur, Kabag Ops Polres Binjai Kompol Polin Benhod Damanik, serta FKUB Kota Binjai seperti Ahmad Nasir, Kuncoro, Ir Raj Kumar, T Chairil Anwar, Nurfarid Ahmad, Pdt Dr Janes Padang, serta M Khoirul Amri Siregar M. Pdi.
Tidak hanya itu, Ketua MUI Binjai Prof DR. HM Jamil Siahaan MA, serta Wakil Drs H Pandapotan Harahap, Ketua DMI Kota Binjai dr H Darma Malem Sembiring, Ketua PCNU Kota Binjai Asmuri Hafiz, Ketua PD Al Washliyah Binjai Drs Aminudin, mewakili PD Muhammadiyah Binjai Drs Yundiser, tokoh Masyarakat Binjai sekaligus Ketua BKM Masjid Agung Binjai Drs Jaharuddin Batubara, Ustadz Abdi mewakili Pesantren Darul Uloom Al-Huda, pimpinan Al Kaffah Binjai H Zulkarnain, tokoh masyarakat Binjai diwakili oleh Zulkarnain Dahlan, serta tamu undangan lainnya, juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Walikota Binjai Drs H. Amir Hamzah MAP, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin. Dirinya juga mengatakan bahwa di Kota Binjai terdiri dari multi agama dan etnis dan semuanya dapat hidup berdampingan.
"Untuk itu Kota Binjai masuk dalam 10 besar kota paling toleransi di Indonesia," ungkap Amir Hamzah.
Amir Hamzah juga menegaskan, moderasi beragama merupakan seni kerukunan umat beragama. Untuk itu diperlukan kerjasama tokoh agama dan peran Pemerintah Daerah dalam menjaga kerukunan beragama.
"Pemuka agama mempunyai peran strategis menjaga toleransi. Untuk itu mari kita jadikan Kota Binjai menjadi Kota yang agamais, santun bermasyarakat sesuai dengan visi Kota Binjai, lebih maju, berbudaya dan religius," ujarnya.
Sebagai Walikota Binjai, Amir Hamzah juga mengaku yakin jika ketentraman dan ketertiban umum di Kota Binjai dapat dijaga oleh pemuka agama, salah satunya dengan memberikan pemahaman kesejukan bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekda Kota Binjai H. Irwansyah Nasution, ikut menyoroti dinamika jelang Pemilu 2024. "Jelang Pemilu tentunya banyak dinamika yang terjadi, tidak terkecuali di Kota Binjai. Untuk itu diperlukan dukungan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mendukung terciptanya ketentraman dan ketertiban di Kota kita ini," ujar Irwansyah Nasution yang dipercaya sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.
Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, dalam arahannya memuji Kota Binjai karena sudah banyak meraih prestasi. Dengan begitu, ia menilai saat ini Binjai masih kondusif, serta mempunyai toleransinya yang cukup tinggi.
"Namun beberapa hari ini ada kejadian yang mendapat perhatian pihak luar sehingga dapat mencoreng toleransi di Kota Binjai," tegasnya.
Perwira Menengah Polri ini juga menegaskan, pada prinsipnya kegiatan beragama merupakan hak dasar dan dilindungi Undang Undang. Namun menurutnya, pada pelaksanaannya masih ada penolakan karena kurang berkenannya pihak tertentu, salah satunya terkait ibadahnya jemaat di Gereja Mawar Sharon.
Pun begitu, Kapolres Binjai meyakini bahwa penolakan seperti yang terjadi di Gereja Mawar Sharon disebabkan karena kurangnya komunikasi dan adanya kearifan lokal yang belum terpenuhi.
Pada kesempatan itu, Kapolres Binjai juga memberikan apresiasi atas kinerja Walikota Binjai yang sudah bersusah payah menjaga kekondusifan Kota Binjai.
"Sebab pada prinsipnya kami tegak lurus karena beragama dilindungi Undang Undang. Namun satu sisi lainnya, kita juga harus menjaga kondusifitas Kota Binjai. Maka untuk itu kita hadir disini utk mencari jalan keluar sebaik baiknya," bebernya.
Sementara itu, Dandim 0203/LKT Letkol Inf. Muhammad Eko Prasetyo, dalam arahannya mengaku hanya berbicara pada Tupoksinya, yaitu tugas pokok TNI sesuai UU TNI No 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Dikatakannya, sebagai satuan teritorial Binjai dan Langkat yang bertugas untuk membantu Pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Binjai, pihaknya menginginkan kehidupan yang kondusif di Kota Binjai.
"Kita ketahui bahwa kita hidup bernegara, dan salah satunya menjalankan agama yang dilindungi oleh Undang Undang," ucap Dandim 0203/LKT, seraya berharap semoga ada hasil positif dari pertemuan tersebut.
Senada, Kajari Binjai Jufri Nasution SH MH, dalam penyampaiannya mengatakan, pada prinsipnya pihaknya mendukung untuk menjaga toleransi dan tetap berpegang teguh pada tatacara beragama sesuai peraturan perundang undangan.
Dirinya juga menyampaikan agar kedepannya terkait pelaksanaan perijinan rumah ibadah, tempat ibadah maupun tempat ibadah sementara, harus ditegakkan. Hal itu agar tidak terjadi resetensi antar umat beragama.
"Untuk itu perlu adanya sosialisasi dan edukasi kepada semua umat beragama. Tidak hanya itu, kita juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendinginkan suasana, apalagi kita akan melakukan Pemilu 2024 sebentar lagi," katanya.
Sedangkan terkait rekomendasi untuk Gereja Mawar Sharon yang beralamat di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Ketua FKUB Kota Binjai, Ahmad Nasir, dalam arahannya menyampaikan bahwa pihaknya tetap pada keputusan mereka.
"Diakhir rekomendasi kami tuliskan, jika ada penolakan dari warga maka rekomendasi dapat ditinjau ulang dan bukan ditarik. Saat ini dapat dikatakan juga jika permasalahan ini sudah selesai karena ada opsi dari Walikota dan pihak Poldasu untuk relokasi," beber Ahmad Nasir.
Penjelasan dikeluarkannya rekomendasi terkait Gereja Mawar Sharon juga diakui oleh Plt Kakan Kemenag Kota Binjai, Armaya Azmi. Diceritakannya, pada Februari 2023 lalu, pihak Gereja Mawar Sharon meminta rekomendasi kepada Kementerian Agama untuk melaksanakan ibadah di warung "Teman Ngopi".
"Kami dari Kementerian Agama memberikan rekomendasi karena kami mengetahui dan pada prinsipnya kami tidak bisa melarang masyarakat untuk beribadah. Namun kami tegaskan bahwa Kakan Kemenag pada saat itu tidak mengetahui bahwa adanya penolakan dari warga," urainya.
Sebagai Plt Kakan Kemenag Kota Binjai, Armaya Azmi juga mohonal maaf jika rekomendasi yang pihaknya keluarkan akhirnya menjadi polemik.
Untuk itu, dirinya ingin permasalahan yang ada tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Terkait ijin tempat ibadah sementara Gereja Mawar Sharon (GMS) Binjai juga disoroti oleh Ustadz Pandapotan Harahap. Sebagai tokoh agama di Kota Binjai, dirinya berharap bahwa permasalahan ini dapat dikembalikan kepada peraturan yang berlaku, yaitu terkait perijinan bangunan Ruko yang dijadikan sebagai warung "Teman Ngopi".
"Dari informasi yang saya terima, pihak GMS mempunyai lokasi tanah di sekitar Binjai Timur. Untuk itu maka saya sampaikan alangkah lebih baik jika GMS dapat dipindahkan kesana," harap Ustadz Pandapotan Harahap.
Pada kesempatan itu, beberapa tokoh lintas Agama dan Etnis yang hadir dalam silaturahmi tersebut juga ikut memberikan masukan dan sarannya masing masing.
Diakhir kegiatan, Walikota Binjai Drs H. Amir Hamzah MAP, mengaku bersyukur bahwa silaturahmi lintas agama dan etnis demi mendukung kondusifitas ketentraman dan ketertiban di Kota Binjai dapat berjalan dengan baik.
Diakuinya, kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif untuk menjaga toleransi di Kota Binjai. Untuk itu dirinya meminta kepada semua pihak agar dapat menahan diri sembari Forkopimda mencari jalan keluar guna mempekecil permasalahan yang besar dan menghilangkan permasalahan yang kecil.
"Ini masukan yang luar biasa bagi kami. Setiap masukan yang disampaikan akan kami pelajari dan pertimbangkan untuk manjadi dasar pengambilan keputusan demi menjaga toleransi di Kota Binjai ini," demikian tutup Walikota Binjai.
Diketahui, sebelumnya sebuah warung Bakso dan Ayam Geprek "Teman Ngopi" yang beralamat di Jalan S. Hasanuddin, Lingkungan l Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, digeruduk oleh puluhan masyarakat sekitar, Jumat (19/5) siang.
Kedatangan puluhan masyarakat sekitar pun sontak menjadi perhatian warga yang saat itu sedang melintas maupun warga sekitar lainnya. Sebab warga menilai, di lantai ll Rumah Toko (Ruko) yang saat ini dijadikan sebagai warung tersebut terindikasi dijadikan sebagai rumah ibadah/Gereja Mawar Sharon.
Tidak hanya itu, warga juga mempertanyakan izin dari Rumah Ibadah tersebut. Sebab masyarakat menduga adanya oknum oknum yang bermain hingga dalam pengurusan perizinannya.