Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terus berupaya dalam penanganan pascabencana di Tapteng, dan menunjukkan hasil signifikan.
Salah satu dari 19 desa yang sebelumnya terisolir akibat banjir bandang dan longsor, yaitu Desa Simarpinggan, Kecamatan Kolang, kini telah berhasil ditembus.
Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tapteng, Hasudungan P. Naik Samosir, pada siaran persnya menyatakan bahwa akses jalan menuju Desa Simarpinggan dengan 662 jiwa, telah dibuka total dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sejak Senin, 8 Desember 2025.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari kerja keras tim tanggap darurat bencana alam Tapteng yang terus bergerak membuka isolasi di 19 desa yang tersebar di 7 Kecamatan.
Plt. Kadis PUPR Tapteng menjelaskan, bahwa alat berat saat ini dipusatkan pada sejumlah titik krusial dengan target penyelesaian yang jelas.
Seperti Desa Pargaringan, Kecamatan Kolang, alat berat kini bergeser menuju desa berpenduduk 1.105 jiwa ini. Ditargetkan, akses jalan di Pargaringan sudah dapat tembus dan dilalui kendaraan roda empat sekitar dua hari ke depan, atau pada Jumat, 12 Desember 2025.
Untuk Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, ada 2.613 jiwa, juga dilakukan pembukaan akses yang difokuskan di Kelurahan Sipange.
"Hingga saat ini, jalan sepanjang 1.200 meter dari Jalan AMD menuju desa sudah berhasil ditembus. Targetnya, dalam 2-3 hari ke depan, akses keluar masuk akan terbuka lebih luas untuk menunjang aktivitas masyarakat," jelas Hasudungan Samosir, Selasa (9/12/2025).
Satu unit ekskavator sedang membuka akses dari Kelurahan Hutanabolon menuju Desa Sigiring giring, Kecamatan Tukka. Dimana untuk Kelurahan Hutanabolon ada 3.034 jiwa dan Desa Sigiring giring 472 jiwa.
Upaya ini juga mencakup pembersihan tumpukan material penghambat di Sungai Hutanabolon, yang menjadi salah satu pemicu banjir di sekitar jalan tersebut.
Selain itu, satu unit ekskavator lainnya bekerja membuka konektivitas antar desa Sigiring giring, Huraba, Hutaraja dan Desa S. Kalangan dengan total 2.889 jiwa, sebuah upaya penting untuk memulihkan jaringan transportasi lokal.
Alat berat juga dikerahkan untuk operasi evakuasi di Desa Aloban Bair, Kecamatan Tapian Nauli yang memiliki 551 jiwa, dan aksesnya telah terbuka sejak Selasa (9/12/2025). Dan alat berat kini fokus mengevakuasi korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor.
Dan evakuasi serupa juga dilakukan di Desa Bair yang memiliki 163 jiwa, sembari membuka akses desa. Tim Tanggap Darurat mengakui bahwa upaya pembukaan akses yang masif ini sangat membutuhkan dukungan.
"Kami terus berupaya dengan semua alat berat yang tersedia. Namun, untuk mempercepat pembukaan akses di 19 desa yang terisolir, kami sangat membutuhkan penambahan alat berat,” tegas Hasudungan.
Sambungnya, total penduduk Tapanuli Tengah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor per 10 Desember 2025 mencapai 296.453 jiwa dari total populasi 402.906 jiwa. Secara khusus di Kecamatan Tukka, jumlah penduduk yang terdampak adalah 14.689 jiwa.
Pembukaan akses jalan menjadi kunci pemulihan agar bantuan logistik, kesehatan, dan evakuasi dapat menjangkau seluruh korban terdampak di Tapteng.