PMII Sumut sumbang saran ini pada Gubernur Tengku Erry soal pencegahan terorisme
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 12 Jun 2017 05:12
Bobby Niedal Dalimunthe, Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Utara (Sumut) menyebut, penangkapan 3 (tiga) orang terduga teroris oleh Densus 88/AT pada hari Rabu (7/6) merupakan bukti bahwa penyebaran terorisme sudah bertumbuh di Sumut.
Bobby juga mengatakan bahwa peristiwa penangkapan 3 terduga teroris itu, sekaligus mengindikasikan Sumut menjadi salah satu sentra penyebaran paham-paham radikal yang belakangan ini marak terjadi.
"Penangkapan ini merupakan bukti bahwa Sumut masuk dalam target penyebaran paham radikal. Oleh karenanya penegak hukum harus bekerja ekstra dalam penanggulangan terorisme ini," ujar Bobby saat berbincang dengan UTAMANEWS, Minggu (11/6).
Menurutnya, keterlibatan terduga teroris dengan salah satu kelompok Ormas Islam merupakan hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah, dalam hal ini Kesbangpolinmas Sumut. "Antisipasi tersebut dapat diwujudkan dengan seringnya pemerintah melakukan diskusi dan pemberdayaan antara lintas organisasi demi terwujudnya visi misi organisasi dengan spirit pembangunan daerah setempat. Sehingga pembangunan daerah memiliki arah yang sama dalam capaiannya," tuturnya.
"Hal ini sesuai dengan cita-cita Gubernur Sumut, HT. Erry Nuradi, MSi., yang dinyatakannya saat berdiskusi dengan kami beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum keberangkatan ke Palu, Sulawesi," ungkap Bobby.
Sumut, imbaunya, harus menjadi benteng dan contoh bagi daerah lain dalam hal menjaga keutuhan dan kerukunan ummat beragama sesuai dengan yang sudah melekat pada Sumut, yakni sebagai miniatur NKRI.
Ditambahkannya, penyebaran paham radikal saat ini berkembang dan sudah masuk ke dalam sebuah organisasi untuk menyampaikan pendoktrinan ideologi yang tidak selaras dengan nawacita bangsa dan negara. "Hal ini semakin mudah diterima di tengah lemahnya perekonomian masyarakat dengan iming-iming yang diberikan, baik itu dalam hal materi ataupun iming-iming akhirat," tambahnya.
Oleh karena itu, menurut Ketua PKC PMII ini, diperlukan adanya peningkatan perhatian pemerintah dalam upaya penanggulangan terorisme. Diharapkan pula terciptanya hubungan sinergis antara lembaga pemerintah dengan organisasi daerah supaya ketahanan bangsa dapat terjaga dengan baik.
"Lebih dari itu, kita sebagai warga Sumatera Utara, seyogyanya turut aktif mendukung upaya deradikalisasi terorisme dengan cara bersama-sama memupuk rasa saling menghormati, tenggang rasa, dan gotong royong guna meningkatkan kekompakkan dalam bermasyarakat. Karena Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang penduduknya memiliki keberagaman etnis. Sifat heterogen kependudukan Sumut seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu indikator percepatan pembangunan," pungkas Bobby