Komandan Kodim (Dandim) 0201/BS, langsung terjun ke lapangan meninjau lokasi pemukiman warga yang terkena banjir kiriman dari gunung, di Komplek Griya Nusa III jalan Flamboyan raya Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan.
Pantauan awak media di lokasi terlihat, Dandim 0201/BS didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Dim 0201/BS beserta rombongan terdiri dari Danramil dan Jajaran Perwira, Jum'at (04/12/2020) Sekira pukul 07.30 Wib, menyambangi warga sekaligus memberikan bantuan makanan dan minuman dan juga snack kepada masyarakat yang terkena banjir.
Banjir kiriman dari gunung meningkatkan debit aliran sungai Belawan, hingga meluap mengakibatkan jebolnya tanggul penahan air yang berada di Komplek Griya Nusa III jalan Flamboyan raya Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan.
Informasi yang dihimpun awak media, sekira pukul 02.00 dinihari wib, tanggul penahan air jebol, kemudian luapan air dari sungai belawan mengenangi pemukiman warga komplek perum griya nusa III dan komplek perum IKIP dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 3 sampai 5 meter, merendam rumah penduduk, warga rumahnya yang terendam banjir tersebut, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri dari kepungan air.
Tim SAR dan Gabungan TNI-Polri, melakukan penyelamatan warga yang terjebak banjir di dalam rumah, kemudian mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman, warga dari dua komplek yang terkena banjir tersebut diungsikan ke tempat yang aman lebih kurang sebanyak 750 orang.
Saat air sudah mulai surut, sekira pukul 03.20 wib, Tim SAR dan Gabungan TNI-Polri menemukan satu orang warga yang sudah meninggal dunia bernama Robert Hutapea (77) warga perum griya nusa III no. D, selanjutnya jenazah evakuasi dan dibawa ke RSUD H. Adam Malik Medan.
Selain rumah warga, beberapa kendaraan di dua komplek tersebut ikut terendam air, diperkirakan kerugian material akibat banjir tersebut mencapai milyaran rupiah.
Kepada awak media, Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pembersihan puing-puing dan lumpur yang memasuki rumah warga, termasuk juga menyedikan konsumsi untuk pengungsi.
Sementara itu terpisah, salah satu keluarga korban kebanjiran di Kompleks Perumahan De Flamboyan, masih berharap anggota keluarga mereka dapat ditemukan.
Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, Babinsa serta perangkat kelurahan terlihat masih berada di lokasi untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir tersebut.