Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu mengungkapkan dari hasil rapat pengendalian inflasi yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memiliki angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) di 3,36%.
"Hal ini yang harus kita pantau terus, karena kenaikan IPH menjadi salah satu indikator inflasi yang merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum," ujar Masinton didampingi Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi disaat memimpin rapat pengendalian inflasi di Ruang Garuda Kantor Bupati Tapteng, Senin (14/7/2025).
Sebagai Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu mengajak bawahannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng mengambil langkah nyata mengatasi dampak kenaikan IPH terhadap bahan pokok.
"Langkah langkah konkrit harus kita lakukan, apalagi kenaikan IPH ini terkena pada Beras dan Tepung yang merupakan Bahan Pokok. Pemantauan IPH secara rutin dan tindakan pengendalian inflasi yang tepat, sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi," sebut Masinton.
Sementara itu Kepala Bulog Sibolga, Junaidi Damanik menjelaskan pihaknya akan menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat Tapanuli Tengah yang masuk kedalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Juni dan Juli 2025. Masing-masing penerima akan mendapatkan beras sebanyak 20 Kg untuk dua bulan dari Bulog Sibolga.
"Mudah mudahan dengan bantuan ini nantinya bisa menurunkan IPH di Kabupaten Tapanuli Tengah, apabila masih belum berpengaruh maka akan dilakukan penggelontoran cadangan pangan untuk menekan IPH tadi. Tetapi harus diketahui bersama ada rupiah yang harus dibayarkan sesuai dengan HET dari cadangan pangan ini," ungkapnya.
Turut hadir Sekda Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BPKPAD, Kepala Bappeda, Kadis Perkim, Plt. Kadis Kominfo, Plt. Kadis Perindag, Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Plt.Kadis Pertanian, Kabag Ekbang di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kepala BPS Kabupaten Tapteng, mewakili Kepala Perwakilan BI Sibolga.