Bupati Dairi Hadiri Rapat KLA Secara Virtual dengan Kemen PPPA
Dairi (utamanews.com)
Oleh: Fajar
Rabu, 09 Jun 2021 18:19
Bupati Dairi menyampaikan sambutan dalam rapat evaluasi KLA.
Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri kegiatan rapat evaluasi Kabupaten Dairi Layak Anak (KLA) dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara virtual, yang dilaksanakan di Balai Budaya Pemkab Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Rabu (9/6/2021).
Rapat yang turut dihadiri, Sekda Dairi Leonardus Sihotang, Ketua TP PKK Dairi Romy Mariani Eddy Berutu, Wakapolres Dairi Kompol David P Silalahi, Kasi Datun Kejari Dairi Azmi Novendri SH dan Tim verifikator PPPA dari Provinsi Sumatera Utara serta Pimpinan OPD Kabupaten Dairi, dalam rangka pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH).
Dalam paparannya Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, Pemkab Dairi mendapat dukungan penuh dari lembaga legislatif, lembaga yudikatif, lembaga masyarakat, forum anak, dunia usaha maupun media massa dalam pemenuhan indikator KLA yang terbagi dalam 5 klaster. Pemkab Dairi telah melakukan beberapa langkah-langkah diantaranya untuk klaster hak sipil dan kebebasan, telah melaunching aplikasi pelayanan administrasi kependudukan Sidikalang (Perkebas).
"Kami melakukan metode layanan secara all in one, yakni keluarnya Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK) dan Akte Lahir secara bersamaan," kata Eddy Berutu.
"Dengan Perkebas maka akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan dan sekarang sudah dapat dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi", ujarnya.
Selain itu, masih dalam pelayanan administrasi kependudukan, Eddy Berutu menyebutkan, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi diantaranya dengan RSUD Sidikalang yang mempermudah untuk pengurusan Akta Lahir langsung di rumah sakit.
Untuk klaster hak sipil dan kebebasan, Pemkab Dairi telah membentuk aplikasi buku induk penduduk elektronik (E-BIP) yang dikembangkan untuk mengetahui data kependudukan yang ada di setiap desa, sehingga seluruh Kepala Desa dapat dengan mudah dan praktis melakukan cek keberadaan warganya.
"Buku induk kependudukan tidak lagi tercetak dalam bentuk hardcopy atau buku, namun sudah berbasis elektronik yang dapat diakses secara daring," sebutnya.
Selanjutnya, dalam hal fasilitas informasi layak anak, Eddy Berutu mengutarakan telah memiliki perpustakaan desa, perpustakaan keliling serta pusat informasi anak. Untuk pencegahan perkawinan anak, Pemkab Dairi telah melakukan beberapa program diantaranya kelas pintar oleh Dinas Pendidikan dengan kegiatan pengembangan pendidikan kecakapan hidup.
"Dengan berbagai langkah-langkah yang telah dilakukan, kami berharap Kabupaten Dairi nantinya dalam KLA dapat meningkat dari Pratama menjadi Madya," ujarnya.
Sementara verifikator dari Kemen PPPA Endah Sri Rejeki menyampaikan, apresiasi kepada jajaran Pemkab Dairi karena telah mengikuti kegiatan VLH KLA dilakukan secara reguler. Melalui evaluasi ini dapat diketahui sejauh mana proses pengembangan KLA. "Berbagai tahapan telah kami lakukan mulai dari penilaian mandiri hingga verifikasi administrasi," ucapnya.