Sabtu, 23 Mei 2026
Pemerintah akan meniadakan pegawai outsourcing
Papua (utamanews.com)
Oleh: Dito Selasa, 07 Mei 2019 08:07
Grafis BKN
Istimewa

Grafis BKN

Pemerintah akan meniadakan pegawai honorer baik di pusat maupun daerah.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana saat memberi pengarahan kepada jajaran PNS Pemkab Teluk Wondama, Papua Barat di Gedung Sasana Karya, kompleks kantor bupati, belum lama ini.

"Sebagai gantinya pemerintah akan mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Begitu pula daerah disarankan segera merekrut P3K. Honorer itu harus hilang karena itu outsourcing (alih daya). MK sudah bilang itu melanggar UU, melanggar konstitusi karena tidak manusiawi," ujar Bima.

Dia menjelaskan sesuai falsafah UU ASN sebenarnya tidak boleh ada pegawai honorer. Sebab status honorer sejatinya sama dengan pegawai outsourcing (alih daya) yang selama ini terus ditolak keberadaannya oleh para buruh. Adapun P3K mendapat gaji, tunjangan maupun hak-hak lainnya sama persis dengan yang didapat PNS.

"Itu yang didemo oleh buruh mereka tidak mau outsourcing karena tidak ada safety di sana. Jadi harapannya Pemda tidak perlu terima honorer," katanya.

Namun demikian mengingat banyak pegawai honorer yang telah bekerja sehingga tidak bisa serta merta memberhentikan semuanya, BKN memberi batas waktu hingga 5 tahun ke depan.

"Tapi kita kasih batas waktu. Kalau P3K sudah berjalan, honorer masih boleh selama 5 tahun. Tetapi kita gajinya harus dibayar sesuai dengan UMR (upah minum regional)", ucap Bima.

Sebelumnya, Wakil Bupati Teluk Wondama Paulus Indubri menyebut P3K bisa menjadi solusi untuk mengakomodir pegawai honorer yang telah berusia di atas 35 tahun maupun yang gagal tembus seleksi CPNS.

produk kecantikan untuk pria wanita
Namun demikian, penerimaan P3K tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sebab anggaran untuk membayar gaji maupun tunjangan serta hak-hak P3K lainnya dibebankan kepada APBD.

"Oleh kearna itu ke depan kita akan hitung P3K itu kita hitung tidak sembarang sembarang. Kita akan hitung berdasarkan kebutuhan riil kita. Kita butuh tenaga yang mana, sesuai dengan keahlian apa yang kita butuh di sini", kata Indubri.
Editor: Tommy
Sumber: Antara

Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later