Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Erry Nuradi enggan mengomentari penetapan tersangka Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella. "Itu kan sudah disampaikan DPP. Nggak cocoklah, masak kita buat statemen untuk pusat," ujar Erry saat ditemui di gedung Aceh Sepakat, Kamis malam (15/10).
Namun saat disinggung kaitan penetapan tersangka Patrice dengan pertemuan antara dirinya, Gatot, Surya Paloh dan OC Kaligis, di kantor DPP Nasdem beberapa waktu lalu, Erry menegaskan bahwa kasus yang menjerat Patrice tak ada hubungan dengan pertemuan tersebut.
Ia menyatakan, sudah menjelaskan seluruh kronologis soal pertemuan tersebut saat dipanggil KPK.
"Nggak ada hubungan. Kan saya sudah jelaskan semua kronologis pertemuan itu waktu disana (KPK). Tidak ada beliau (Patrice Rio Capella) di sana (saat pertemuan)," ucap Erry santai.
Saat disebut apakah berarti Patrice Rio Capella main sendiri atas kasus tersebut, Erry tak bisa memastikan hal tersebut.
"Mungkin seperti itu," katanya.
Erry pun mengaku tidak tahu menahu kepada siapa Patrice Rio Capella selalu berkoordinasi untuk urusan yang akhirnya menjerat Patrice sendiri.
"Nggak tahu saya. Kok kayak penyidik aja sih nanyanya. Hehe," jawab Erry tertawa kecil bareng wartawan.
Sebelum meninggalkan wartawan yang mewawancarainya, Erry mengutarakan, bahwa dirinya sekarang ini lebih ceria, setelah menceritakan kronologis pertemuan tersebut ke KPK.
"Tapi saya kemarin setelah keluar dari sana ceria sekali. Saya sudah sampaikan semua yang saya tahu. Bersyukurlah, saya dua tahun nggak di kasih peran apa-apa, kan!, Sengsara membawa nikmat," ujarnya sembari pamit dan masuk ke dalam mobil dinasnya. (red)