Sudah Bayar Sejak 6 Bulan Lalu, Baju Batik & Olahraga Madrasah Negeri Ini Tak Kunjung Ada
Labura (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Selasa, 25 Feb 2020 02:15
Salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) di Labuhanbatu Utara telah memungut biaya dari para wali murid kelas VII untuk pengadaan baju batik dan 1 (satu) stel pakaian olahraga, namun hingga saat ini baju dan pakaian tersebut belum ada diterima oleh para muridnya.
Hal ini diketahui dari keterangan salah seorang tua murid yang tak berkenan disebutkan namanya, Minggu (23/2/2020).
Orang Tua Murid ini menyatakan bawa dirinya telah membayar uang sebesar Rp265.000,. ke pihak MTSN, tapi kenyataannya meskipun sudah dibayar, baju tersebut selama berbulan- bulan tidak juga diadakan oleh pihak MTSN.
"Waktu pertama masuk pada tahun ajaran baru, para murid kelas VII pihak MTSN meminta kepada kami agar melunasi pembayaran uang sebesar Rp 265.000 (dua ratus enam puluh lima ribu rupiah) untuk pengadaan baju batik dan olahraga. Uang yang diminta itu sudah kami bayar, namun hingga saat ini baju yang kami bayar itu belum juga ada diberikan oleh pihak Madrasah'', tuturnya seraya menunjukkan kwitansi bukti pembayarannya kepada wartawan.
Ia mengaku sangat kesal akan peristiwa ini.
Tim media ini telah melayangkan surat ke Kantor Kementerian Agama Islam/Kasi Pendis Kemenag Labuhanbatu Utara, sesuai dengan surat nomor: 02/KFI/Wrt-Utamanews /LU /II/2020, Perihal : Mohon Klarifikasi dan Informasi Penjelasan. Tentang Informasi pengutipan untuk uang baju murid MTSN. Hasilnya surat konfirmasi tersebut di jawab langsung oleh Drs. Aguslan Harahap M.Pd, selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Islam Labuhanbatu Utara (Labura). Melalui HP-nya dengan Nomor: 08216xxxxx, ia membenarkan tentang pengutipan tersebut.
"Benar pihak Madrasah ada melakukan pengutipan uang dari pihak orang tua murid, namun baju itu belum ada karena belum sampai. Sudah kita tanya kepada Kepala Madrasahnya langsung. Kata Kepala Madrasah, ''Baju itu sudah dipesan ke Solo namun belum sampai'', kata Agus menirukan bahasa pihak Madrasah.
"Pihak Madrasah berjanji akan mengupayakan baju itu secepatnya", pungkas Agus.