Senin, 09 Mar 2026
Simposium Pendidikan Sumatera Utara

Restorasi Pendidikan Sumatera Utara: Rekonstruksi Akses, Kualitas dan Keadilan Sosial Menuju Aksi Nyata Indonesia Emas 2045

Medan (utamanews.com)
Oleh: Freddy Sabtu, 28 Feb 2026 15:39
 Istimewa

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Utara menggelar Simposium Pendidikan Sumatera Utara di Aula FISIP USU, Kamis (26/2), pukul 15.00 WIB hingga selesai. Mengusung tema “Restorasi Pendidikan Sumatera Utara: Rekonstruksi Akses, Kualitas dan Keadilan Sosial Menuju Aksi Nyata Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan bagi perbaikan pendidikan di Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan praktisi pendidikan, yakni K.H Muhammad Nuh (Anggota DPD RI), Prof. Restu (Praktisi Pendidikan), serta Ahmad Zaki Mubarak (Aktivis Pendidikan).

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (Prof. Muryanto Amin). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan gerakan mahasiswa dalam menjawab tantangan pendidikan di daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga motor perubahan sosial.

Koordinator Daerah BEM SI Sumatera Utara, Itsqan Wafi Fauzan (Demisioner Ketua SEMA UNIMED), menyampaikan bahwa simposium ini lahir dari kegelisahan mahasiswa terhadap ketimpangan akses dan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. “Masih terdapat disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan, baik dari sisi infrastruktur, kualitas tenaga pendidik, maupun fasilitas belajar. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari BEM SI melalui Koordinator Pusat, Muzammil Ihsan, yang menekankan pentingnya gerakan mahasiswa sebagai mitra kritis dan solutif pemerintah dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sesi talk show, para pemateri menyoroti tiga persoalan utama:

1. Akses pendidikan yang belum merata, terutama di wilayah terpencil Sumatera Utara.
2. Kualitas pembelajaran yang masih menghadapi tantangan kompetensi tenaga pendidik dan relevansi kurikulum.
3. Keadilan sosial dalam pendidikan, termasuk pembiayaan dan afirmasi bagi kelompok kurang mampu.
produk kecantikan untuk pria wanita

Muhammad Nuh menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus berbasis data dan berorientasi pada keadilan sosial. Sementara Prof. Restu menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik. Ahmad Zaki Mubarak menambahkan bahwa gerakan mahasiswa harus terus mengawal kebijakan pendidikan agar berpihak pada rakyat.

Simposium ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan rekomendasi konkret dan aksi kolaboratif antara mahasiswa, akademisi, serta pemangku kebijakan di Sumatera Utara. Dengan semangat restorasi, forum ini menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️