Senin, 26 Agu 2019 15:04
  • Home
  • Pendidikan
  • Panglima TNI: Jadilah Perwira yang mampu membaca arah perubahan

Panglima TNI: Jadilah Perwira yang mampu membaca arah perubahan

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Rabu, 14 Agu 2019 19:14
Puspen TNI
Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan yang bertemakan "SDM Unggul-Indonesia Maju", bertempat di gedung Juang Yos Sudarso Sesko TNI.
Jadilah perwira yang memiliki kemampuan membaca arah perubahan. Artinya sebagai Perwira, Komandan, ataupun staf, harus mampu melihat perkiraan keadaan dengan memperhatikan trend perubahan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan kepada 1.226 peserta Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri, pada acara Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan yang bertemakan "SDM Unggul-Indonesia Maju", bertempat di gedung Juang Yos Sudarso Sesko TNI , Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

"Apapun permasalahan yang mungkin terjadi di wilayah tanggung jawab kalian, dapat kalian antisipasi sebelumnya. Itulah pentingnya berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam suatu upaya sinergis bersama kekuatan lain seperti Polri, Pemerintah Daerah, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta komponen bangsa lainnya," kata Panglima TNI.


Panglima TNI mengatakan bahwa perang di masa depan membentuk peran militer semakin kompleks. Memahami strategi militer saat ini, sama dengan memahami pertempuran di era hiperkonektivitas, evolusi teknologi yang semakin cepat, dengan adanya revolusi industri, serta munculnya perang hybrid dan asimetrik.

"Indonesia adalah negara besar ditinjau dari luas wilayah, jumlah penduduk, ragam budaya dan kekayaan alamnya. Diperlukan upaya besar untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan menjaga tetap dalam wadah persatuan dan kesatuan," ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa lingkungan strategis, tantangan dan ancaman akan terus berubah, sehingga peran TNI pun akan terus berubah, berevolusi menyesuaikan perkembangan jaman.

Menurut Panglima TNI, pelaku peperangan tidak lagi diidentifikasi sebagai kekuatan militer saja, tetapi pihak-pihak yang memiliki kekuatan fisik maupun non-fisik bisa melakukan peperangan. "Seperti perang politik, perang ideologi, perang media, perang informasi, perang opini, perang ekonomi atau perang dagang, perang hukum, dan lain-lain," jelasnya.


Di sisi lain Panglima TNI menyatakan bahwa peran militer masa depan akan lebih banyak selain tugas bertempur. Militer juga melakukan tugas keamanan membantu kepolisian, tuntutan misi kultural membangun pengaruh dan hubungan internasional yang semakin meningkat, seperti pengamanan jaringan logistik, pengamanan obyek vital, pasukan perdamaian PBB, penanggulangan bencana, dan mengatasi aksi terorisme bersama komponen bangsa lainnya.

"TNI adalah tentara profesional yang dibangun untuk mencapai keunggulan-keunggulan secara kapasitas yaitu well educated (terdidik), well trained (terlatih), well organized (terorganisasi), well equiped (dilengkapi kebutuhannya), well lead (terpimpin), dan adaptif," ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Adapun secara kapabilitas, TNI memiliki kemampuan operasi, dapat dikerahkan dengan cepat, dan mampu dibebani berbagai macam tugas. Sedangkan secara kompatibilitas, siap bersinergi dan bekerjasama dengan organisasi yang lebih kompleks.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berpesan bahwa TNI sebagai organisasi militer profesional harus terus menata diri, tentunya membutuhkan perwira-perwira yang kompeten seperti yang berada di sini. "Perwira-perwira lulusan Sesko TNI diharapkan menjadi figur-figur pemimpin TNI masa depan yang adaptif, tidak alergi dengan perubahan. Setiap saat kita harus siap berubah karena lingkungan di sekitar kita juga terus berubah," pungkasnya.
Editor: Herda

T#g:Proxy WarSesko TNISespimti
Berita Terkait
  • Kamis, 22 Agu 2019 15:22

    Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Terima Kunjungan KKDN Pasis Sespimti Polri Dikreg 28

    Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Laksma Bakamla Drs. Bastomy Sanap, S.H., M.B.A, M.Hum., menerima kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Sespimti Polri Dikreg Angkatan ke-28 di Kantor

  • Sabtu, 10 Agu 2019 00:09

    Kepala Bakamla RI Isi Kuliah Umum Untuk Dikreg 28 Sespimti Polri

    Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R. mengisi sesi kuliah umum tentang Penegakan Hukum di Laut dalam Kajian Strategis Global dan Nasional, kepada peserta didik Pendidikan Reguler (Dikreg) 28

  • Kamis, 23 Agu 2018 15:43

    Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden RI pada Siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian. Ph.D., dengan didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E.,

  • Selasa, 20 Mar 2018 20:40

    Prajurit TNI Waspadai Dinamika Perubahan Dunia

    Perkembangan lingkungan strategis berubah begitu cepat diwarnai dengan dinamika yang dampaknya begitu sulit diprediksi. Menyikapi hal tersebut, Prajurit TNI harus mewaspadai dan mengantisipasinya mela

  • Minggu, 18 Feb 2018 06:18

    Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida

    Ancaman terhadap suatu negara secara konvensional berupa perang secara terbuka antar negara ke depan menjadi semakin kabur, dikarenakan memakan biaya yang sangat besar dan harus menghadapi komunitas d

  • Senin, 27 Nov 2017 22:07

    Panglima TNI: Proxy War bisa hancurkan negara tanpa peluru

    Proxy War merupakan salah satu perang yang menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk menghancurkan suatu negara tanpa menggunakan peluru (kekuatan militer), melalui berbagai aspek, baik ideolo

  • Jumat, 21 Jul 2017 05:51

    Panglima TNI: Waspadai Konflik Berlatar Belakang Energi dan Pangan

    Dalam menghadapi kompetisi global dewasa ini, hendaknya kita perlu memahami berbagai tantangan dan peluang, agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang.

  • Rabu, 31 Mei 2017 05:31

    Internasionalisasi Masalah Papua

    Kualitas pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia kembali ditinjau lewat mekanisme Universal Periodical Review atau UPR yang berada di bawah struktur Dewan HAM PBB.

  • Senin, 03 Apr 2017 20:31

    Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

    Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, baik langsung maupun tidak langsung pasti terkait dengan isu-isu global. Oleh karenanya, generasi penerus TNI di masa mendatang harus mempun

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak