Kamis, 21 Mei 2026

Launching program revitalisasi, Menteri harap para siswa bangga menggunakan bahasa daerah

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Selasa, 22 Feb 2022 18:42
Asisten I Pemko Binjai didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sri Ulina Ginting, S.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ir Yusfik Helmi.
Istimewa

Asisten I Pemko Binjai didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sri Ulina Ginting, S.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ir Yusfik Helmi.

Asisten I Pemko Binjai Ernawati SH, ikuti peluncuran program revitalisasi bahasa daerah secara virtual di Binjai Command Center, Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Selasa (22/2). 

Dalam kegiatan ini, Asisten I Pemko Binjai didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sri Ulina Ginting, S.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ir Yusfik Helmi. 

Pada kesempatan itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim, meluncurkan program revitalisasi bahasa daerah yang merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Episode ke-17. 

Program ini dia luncurkan sebagai upaya untuk melestarikan bahasa daerah di tengah-tengah anak muda Indonesia dan masyarakat secara umum. 
Sebab menurutnya, dia tidak ingin Indonesia tertular kepunahan bahasa daerah yang telah terjadi di berbagai belahan dunia.

"Hari ini kami meluncurkan Merdeka Belajar episode 17, yakni Revitalisasi Bahasa Daerah, ini kami lakukan pas dengan hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari," kata Nadiem.

Lebih lanjut dikatakan Nadiem, program ini dihadirkan untuk melindungi bahasa daerah dari kepunahan.

Dirinya juga memaparkan secara global, dalam 30 tahun terakhir ada 200 bahasa daerah yang punah di seluruh dunia.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim juga menyebut angka itu sangat besar dan tak ingin hal itu terjadi signifikan di Indonesia.

Ia pun mengatakan program ini dibangun agar kekayaan bahasa daerah Indonesia yang memiliki 718 bahasa daerah ini tetap terjaga. 

Nadiem juga menjelaskan, program ini dihadirkan untuk meyakinkan masyarakat bahasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan identitas bangsa.

iklan peninggi badan
"Kalau bahasa daerah kita punah itu artinya kita kehilangan identitas, kehilangan kebhinekaan, kita hilang bukan hanya sejarah tapi segala jenis kearifan lokal," tegasnya.

Kemendikbudristek dalam hal ini menargetkan ribuan komunitas, guru, hingga siswa sebagai pelindung bahasa daerah. Nantinya, komunitas ini juga akan dilibatkan menyusun model pembelajaran bahasa setiap daerah. Termasuk, pengayaan materi bahasa daerah dalam kurikulum dan perumusan muatan lokal kebahasaan dan kesastraan. 

"Kami juga menyasar 30 ribu guru, 17.955 kepala sekolah, dan 1.175 pengawas dalam program ini," papar Nadiem. 

Untuk itu, Nadiem minta para guru bisa fleksibel, inovatif, kreatif dan menyenangkan dalam memberikan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Sementara itu, pihaknya menyasar lebih dari 1,5 juta siswa di 15 ribu sekolah sebagai target program. Nadiem berharap siswa dapat memilih materi sesuai dengan minat agar mereka bangga menggunakan bahasa daerah. 
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later