Perhatian Presiden terhadap pendidikan patut diacungi jempol. Selasa (16/5/2023), Jokowi mengunjungi sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Jambi. Di SMK yang memiliki program keahlian kuliner, perhotelan, busana, tata kecantikan dan spa ini, Presiden melihat langsung siswa-siswa yang sedang melaksanakan praktikum.
Ia menunjukkan perhatian dan upaya untuk mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan praktis. Saat bertemu siswa jurusan tata boga, Presiden menanyakan ketertarikan para siswa mendirikan usaha toko roti sendiri. Hampir serempak semua siswa menyampaikan ketertarikannya.
”Saya, Pak,” jawab para siswa dengan kompak.
Dorongan untuk berwirausaha
Respons positif dari para siswa menunjukkan adanya minat dan semangat kewirausahaan di kalangan siswa SMK. Tindakan Jokowi ini dapat mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan bisnis dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja.
Pengakuan terhadap prestasi siswa
Presiden juga memuji kelengkapan alat-alat praktikum dan cara kerja siswa dalam membuat kue serta mengakui keahlian siswa dalam merancang dan membuat gaun pesta oleh jurusan tata busana.
"Coba saya, buatkan pakaian ya. Ayo ukur,” ucap Presiden.
Dua orang siswa yang berada di sana pun segera mendekat untuk mengukur pakaian Presiden. Tampak keduanya agak grogi saat melakukan pengukuran.
“Buat satu dulu ya, nanti kirim ke Istana. Kalau sudah pas, buat lagi,” kata Presiden.
“Ini buat membeli bahannya ya,” tambah Presiden sambil memberikan amplop.
Pengakuan ini dapat meningkatkan motivasi siswa dan memberi mereka dorongan positif dalam mengembangkan keterampilan mereka.
Sebelum meninggalkan ruangan tersebut, seorang siswa kelas 11, Saskia berteriak untuk meminta foto dengan Presiden.
”Pak, maaf Pak, boleh selfie enggak?” teriak Saskia.
Presiden pun mengiyakan permintaan Saskia dengan berputar ke dalam kelas untuk berswafoto bersama para siswa.
Interaksi antara Presiden dan para siswa, termasuk permintaan siswa untuk berfoto bersama dan respons positif Presiden terhadap permintaan tersebut, dapat membantu memperkuat hubungan antara pemerintah dan generasi muda. Hal ini dapat memberikan dorongan emosional dan membangkitkan semangat siswa untuk lebih berpartisipasi dalam pendidikan dan pengembangan diri.