Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai, sudah mulai melakukan kegiatan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2024 mendatang. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak kemarin, Rabu (10/1).
Ada dua lokasi yang dipergunakan untuk kegiatan melipat surat suara, yaitu di Aula KPU Binjai serta Aula Kemenag Binjai, yang beralamat di Jalan Jend. Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat.
Ketua KPU Binjai Anton Indratno, saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya mengatakan, dalam pelipatan surat suara tersebut, pihaknya mempekerjakan sekitar 200 orang yang merupakan warga sekitar.
""Untuk pekerja ada sekitar 200 orang yang merupakan warga sekitar. Mereka (pekerja) tidak diperkenankan untuk membawa tas maupun HP, karena tempatnya harus steril. Sebelum masuk lokasi, para pekerja juga terlebih dahulu diperiksa badannya, begitu juga saat keluar," ungkap Anton Indratno, Kamis (11/1) siang.
Kegiatan pelipatan surat suara tersebut diakui Anton, juga diawasi oleh pihaknya, Kepolisian serta Bawaslu Kota Binjai. "Untuk kerjanya mulai pukul 09.00 Wib sampai 17.00 Wib," tutur Anton, seraya menghimbau kepada para pekerja pelipatan surat suara agar mengutamakan efektifitas dan kwalitas.
Disoal berapa upah yang didapat oleh para pekerja dalam kegiatan pelipatan surat suara tersebut. Anton menjelaskan ada dua kategori upahnya.
"Untuk surat suara Pilpres setiap 1 lembar upahnya Rp. 250 (dua ratus lima puluh rupiah). Sedangkan yang lainnya seperti surat suara DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yaitu Rp. 350 (tiga ratus lima puluh rupiah) perlembarnya," urainya.
Anton juga berharap, pelipatan surat suara untuk Pemilu 2024 ini segera bisa selesai. "Untuk target kita 5 sampai 6 hari kedepan bisa selesai. Surat suara yang sudah selesai dilipat, kita simpan di gudang logistik KPU Binjai," tegas Anton.
Disinggung berapa surat suara yang sudah dilipat pada hari pertama kegiatan dan apakah ada yang mengalami kerusakan/cacat, Ketua KPU Binjai pun menjelaskannya.
"Pada hari pertama kemarin, surat suara yang dilipat berjumlah 105.093. Sedangkan yang mengalami kerusakan sejumlah 119. Jumlah yang rusak tersebut adalah surat suara untuk Pemilihan DPR RI Dapil Sumut 3," ujar Anton, seraya mengatakan, hingga hari ini surat suara yang dilipat oleh para pekerja adalah surat suara Pileg DPR RI.
Kerusakan surat suara tersebut diakui Anton disebabkan oleh beberapa faktor. "Ada yang koyak dan ada tertimpa tinta. Mungkin itu terjadi pada waktu pengepakan. Namun untuk yang basah tidak ada," katanya.
"Nantinya surat suara yang rusak akan kita buatkan berita acaranya untuk selanjutnya kita sampaikan ke Provinsi guna ditindaklanjuti," sambungnya.
Sebagai Ketua KPU Binjai, Anton Indratno berharap tidak ada kendala selama berlangsungnya kegiatan pelipatan surat suara.
"Alhamdulillah seluruh surat suara sudah masuk semua. Dari 5 jenis surat suara (Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) masing masing berjumlah 220.651 lembar," demikian tutup Anton Indratno diakhir ucapannya.
Bila ditotal keseluruhan surat suara yang akan dilipat di Binjai sebanyak 1.103.255 lembar.