Kamis, 21 Mei 2026
Inggrid Herlina Hutabarat Pegiat Kemanusiaan GBDK di Kota Medan
Medan (utamanews.com)
Oleh: Sipa Senin, 07 Agu 2023 19:37
Kolase kegiatan Inggrid Herlina Hutabarat
Istimewa

Kolase kegiatan Inggrid Herlina Hutabarat

Dalam dunia kesehatan, darah kotor atau bisa juga disebut deoxygeneted blood, disebabkan oleh tingginya kadar karbondioksida dalam darah. 

Dikutip dari artikel yang ditinjau oleh dr. Rizal Fadly, Halodoc, edisi 11 November 2021, dijelaskan, tanpa darah oksigen dan nutrisi dari makanan tidak dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Dan seluruh jaringan serta organ di dalam tubuh, tidak dapat berfungsi secara normal. 

Melihat begitu pentingnya pembuangan darah kotor itu, Inggrid Herlina Hutabarat, ibu dua anak yang berusia 58 tahun ini, sejak tujuh tahun lalu, telah menggagas dan melakukan gerakan buang darah kotor (GBDK) di Kota Medan. 

Bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di Kota Medan, tanpa melihat latar belakang SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan), pegiat kemanusiaan ini melakukan GBDK tanpa memungut biaya. 
Hal itu disampaikan Saut Situmorang, koordinator GBDK, kepada media, saat ditemui di sebuah kawasan Medan Baru, Senin (07/08/2023), di sela-sela pelaksanaan GBDK tersebut. 

"Bu Inggrid bukan hanya menggratiskan pelayanan kesehatan untuk membuang darah kotor yang ada di dalam tubuh bagi yang bersedia, tapi juga memberikan asupan bergizi berupa madu, susu dalam kemasan sachet, dan juga minyak ikan salmon dalam bentuk kapsul, kepada setiap orang, terutama bagi yang sudah berusia 35 tahun ke atas. Dan bagi peserta yang mempunyai anak usia sekolah, juga diberikan madu khusus anak usia sekolah, termasuk yang sudah SMA," jelas Saut. 

Dikatakan Saut, rata-rata per kegiatan, jumlah peserta yang ikut GBDK berjumlah 20 hingga 30 peserta. Dan semua peserta didata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa berdampak fitnah dan pidana. 

"Kita setiap melakukan kegiatan ini mempersiapkan dua tenaga para medis untuk pengukuran tensi dan hemoglobin atau HB peserta. Juga dua tenaga pendata adminstrasi maupun untuk pelayanan lainnya. Bila HB dan tensinya rendah atau terlalu tinggi, kita menyarankan untuk ditunda dulu pembuangan darah kotornya. HB di atas 17 atau di bawah 11, kita tunda. Begitu juga untuk tensi. Kalau 140 ke atas atau 100 ke bawah, juga akan ditunda pembuangan darahnya," terang Saut yang merupakan akademisi tehnik ini. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Disinggung soal hubungan kegiatan GBDK ini dengan pencalonan Inggrid Herlina Hutabarat yang pada tahun 2024 nanti maju sebagai calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Sumut dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 2 atau Medan B dari Partai Gerindra, Saut mengutarakan bahwa penilaian itu adalah hal yang biasa dan lumrah. Terlebih menjelang tahun politik. 

"Tapi jauh sebelum Bu Inggrid Hutabarat maju menjadi Caleg, beliau sudah melakukan kegiatan kemanusiaan ini. Jadi tak perlu ditanggapi penilaian itu. Apa salah bila ada orang yang ingin berbuat baik kepada orang lain tanpa pamrih ? Bahwa sekarang ini memasuki tahun politik, tak perlu kita tanggapi penilaian itu. Biar saja masyarakat pemilih yang menilainya sendiri sebab merekalah yang tahu, siapa yang akan mereka pilih untuk wakilnya di DPRD Sumut," ujar Saut yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Sumatera Utara (Sumut). 

Terpisah, Inggrid Herlina Hutabarat yang bersuamikan marga Hutagalung ini, dihubungi melalui telepon seluler (Ponsel) miliknya, mengaku kalau kegiatan GBDK ini telah lama dilakukannya. 

iklan peninggi badan
"Sudah lama saya lakukan kegiatan itu To (red. sapaan bagi lelaki suku Batak). Dan bukan hanya buang darah kotor itu saja, tapi untuk totok pembuluh darah pun sudah sering saya lakukan bagi orang-orang yang bersedia. Itu bagian dari niat saya mewujudkan masyarakat yang sehat di Sumatera Utara ini. Dan semua itu sata lakukan tanpa membebani biaya bagi setiap orang yang bersedia. Saya memakai tenaga para media dari PMI ataupun dari Puskesmas, To. Dan semua pesertanya kami data berdasarkan data identitas resmi yang dimilikinya," terang Inggrid, yang merupakan salah satu pengusaha sukses di Sumut.

Dikatakan Inggrid, motivasinya yang rutin melakukan GBDK adalah untuk meminimalisir jumlah penderita stroke atau serangan jantung, khususnya yang ada di Kota Medan. 

Baginya, dipercaya atau tidak nantinya sebagai legislator di Sumut, itu bukan menjadi tujuannya. Sebab, berbuat baik bagi sesama adalah sebuah kebahagiaan bagi dirinya. 

"Saya melakukan ini bukan memilih komunitasnya. Ada pengusaha etnis Aceh yang sukses di Medan yang rutin membuang darah kotornya. Ada pengusaha Cina. Uskup Medan juga sudah berulang kali menjadi peserta kegiatan kam ini. Begitu juga para ustazd maupun ephorus beberapa gereja di Medan, juga sudah menjadi peserta kegiatan buang darah kotor yang rutin kami lakukan. Jadi kami tulus melakukan kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi kesehatan setiap orang. Kami tidak melihat strata sosial maupun latar belakang sosial lainnya," tuntas Inggrid.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later