Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu mengaku masih belum dapat melupakan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut plonga-plongo pada masa lalu. Dia pun tak habis pikir terhadap berbagai narasi yang sempat mencuat terhadap Jokowi tersebut.
"Program-program Jokowi dulu dicaci maki, dibilang 'Presiden planga-plongo', dibilang 'Presiden tidak mengerti apa-apa', dibilang 'Presiden yang cuma membangun infrastruktur dan rakyat tidak mau infrastruktur karena rakyat tidak mau makan tembok'," kata Adian dalam agenda Deklarasi 3.000 relawan Ganjar Pranowo di Kendari, disiarkan secara daring, Minggu (27/8/2023).
"Mereka yang menghina Presiden Jokowi, sekarang memuji Jokowi tiba-tiba, tetapi saya sebagai pendukung Jokowi belum menghilangkan ingatan itu. Kita masih terngiang-ngiang ucapan mereka," ungkapnya.
Adian mengaku tak rela sosok Jokowi yang berasal dari kalangan masyarakat biasa kemudian berjuang untuk menjadi presiden, lalu justru dihina oleh sejumlah kalangan. Hinaan tersebut dinilai tak pantas untuk dilontarkan.
"Kalaupun Presiden Jokowi sudah melupakan hinaan-hinaan itu, saya yakin di pendukungnya masih menyimpan ingatan itu," tutur Adian.
Adian menjelaskan, sebelumnya para pendukung telah berjuang agar Jokowi yang berasal dari kalangan masyarakat biasa untuk menjadi Presiden RI.
Kini, dia mengajak para pendukung untuk memperjuangkan bacapres PDIP, Ganjar Pranowo yang juga dari kalangan masyarakat biasa supaya dapat meneruskan kepemimpinan Jokowi.
"Tanggal 14 Februari (2024), kita pastikan dia (Ganjar Pranowo) menjadi Presiden Republik Indonesia," ungkap Adian.