Rabu, 14 Nov 2018 21:31
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin melalui Pemimpin yang Tepat

Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin melalui Pemimpin yang Tepat

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rinaldi Gustaf, Pengamat Politik.
Kamis, 25 Okt 2018 08:25
Istimewa
Cawapres KH Ma'ruf Amin
Indonesia adalah negara yang beragam. Namun dengan adanya beberapa khasus yang telah terjadi, menegaskan bahwa belum semua masyarakat di Indonesia menyadari dan menerima bahwa Indonesia merupakan negara dengan beragam suku budaya dan agama. Dalam segi agama, Islam adalah agama mayoritas, dimana kebijakan serta suaranya sangat berpengaruh pada keberlangsungan bangsa ini.

Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia menjadi negara yang indah, damai, dan beradab. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab.

Banyak kasus hoaks yang bermunculan, saling menghina dan menjatuhkan, menebarkan kebencian melalui tutur kata maupun perbuatan, yang mana menjadikan tindakan tersebut memecah belah bangsa dan jaud dari kata rahmatan lil 'alamin.

Tentu saja dibutuhkan usaha keras untuk menjadikan Indonesia negeri yang sejahtera dan damai. Dibutuhkan seseorang yang dapat memimpin dan mengarahkan rakyat indonesia untuk melakukan sebuah kebajikan.


Di masa ini, memasuki suasana Pilpres, isu politik tentu saja menjadi isu yang panas. Terpaan isu politik yang dikemas dengan berbagai wadah, berlomba-lomba saling menebar kebencian. Tentu saya menginginkan pemimpin yang dapat menepis semua isu-isu tersebut, bukan pemimpin yang justru semangakin membuat panas suasana di negeri ini. 

Sempat saya pesimis akankah ada pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi negara yang rahmat lil 'alamin. Namun, ada tokoh yang menggelitik hati saya, beliau adalah lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng. Ia memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Adalah Ma'ruf Amin, kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) yang dipilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ia juga punya pengalaman dalam berumara. Selain seorang ulama, ia juga politikus. Sebelum pemerintahan Jokowi, Ma'ruf pernah menduduki pos penting sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama hingga tahun 2009.Setahun kemudian (2010), Ma'ruf kembali menduduki jabatan yang kurang lebih sama, yaitu anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Antar Agama, sampai tahun 2014.

Masuknya Ma'ruf sebagai calon wakil presiden adalah peluang emas bagi umat Islam di Indonesia, juga tentunya untuk membuktikan bahwa Islam sesungguhnya adalah rahmatan lil alamin bagi bangsa ini. Ma'ruf Amin bisa menjadi jembatan serta penyeimbang terjalinnya kerja sama antara ulama dan umara.

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang tokoh politik yang mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030, Ma'ruf Amin dengan tegas menyatakan, "Indonesia tidak akan pernah bubar." 

Ma'ruf mengungkapkan bahwa negara ini dibangun dengan pondasi yang kuat oleh segenap anak bangsa. Jadi, tidak mungkin begitu saja akan dibiarkan hancur. "Kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan yang mengorbankan banyak nyawa. Kalau ada kelompok atau siapa pun yang menginginkan Indonesia hancur, maka akan berhadapan dengan anak bangsa sendiri."


Saya dan kita semua yang selama ini hidup saling berdampingan dalam ikatan ideologi Pancasila, sama-sama merindukan Kebhinekaan tetap terjaga dengan baik, sehingga siapa pun tanpa kecuali dapat menikmati indahnya nusantara yang damai dan sejahtera.
Sepertinya bukan hanya saya, yang menaruh harapan besar terhadap Ma'ruf Amin untuk dapat menjadikan Indonesia menjadi negara yang damai dan sejahtera. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli  juga menginginkan Ma'ruf untuk menghentikan segala permainan politik identitas & isu SARA, dan lebih berkonsentrasi terhadap keadilan sosial, ekonomi, serta lawan korupsi.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo juga yakin Ma'ruf mampu menangkis isu politisasi agama yang marak digaungkan oleh kubu lawan politik. Sekaligus dapat mempersatukan basis nasionalis dan religius, khususnya basis nahdliyin. Dan masih banyak tokoh lain yang kagum akan sosok Ma'ruf Amin serta menaruh harapan kepada beliau.

Kearifan dan kesantunan KH Ma'ruf Amin juga terlihat melalui berbagai kegiatan yang dihadiri, bahkan mengaku banyak mendapat souvenir senjata tradisional saat berkunjung ke sejumlah daerah di masa kampanye. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan memang menginginkan sosok yang dapat membawa Indonesia menjadi lebuh sejahtera. Ia mengatakan senjata tradisional tersebut merupakan inspirasi bagi dirinya untuk menjaga keutuhan bangsa. "Jadi saya sudah banyak senjata untuk membela bangsa dan negara," seloroh Ma'ruf lantas disambut tawa para anggota Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf.

Dalam berbagai macam kegiataanya Ma'ruf Amin juga selalu mengingatkan bahwa untuk mencegah paham-paham yang jauh dari cita-cita bangsa dan agama. Ruh resolusi semangat jihad pada zaman penjajahan harus terus dijaga untuk menjaga keutuhan NKRI. Ulama dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk menangkal perpecahan yang bisa mengganggu keutuhan bangsa karena NKRI dan Pancasila final hasil dari kesepakatan bangsa.

Betapa luar biasanya bukan sosok beliau ini?

Editor: Sam

T#g:Ma 039 ruf Amintoleransi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Okt 2018 17:11

    Dinas P3A Kabupaten Labuhanbatu Peringati Hari Anak Nasional

    Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Labuhanbatu memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2018. Acara ini dihadiri Plt Bupati Labuhanbatu, Dandim 0209/LB, tokoh agama, OPD d

  • Selasa, 02 Okt 2018 11:02

    Sinkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Toleransi Sosial di Jember

    Kapendam V/Brw Kolonel Inf Singgih Pambudi Arianto, Kolonel Purn Suryadi Setiawan, Ibu Irama Devita SH.M.Kn. (Cucu   Pahlawan Jember Mochamad Sroedji) dan Bpk H.Iksan (Saksi Sejarah), menjadi nar

  • Senin, 14 Mei 2018 03:14

    Prihatin Tragedi Bom di Surabaya, Sihar Ajak Jaga Pluralisme

    Cawagub Sumatera Utara Sihar Sitorus turut berduka dan mengutuk keras atas tragedi ledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

  • Jumat, 27 Apr 2018 09:17

    Sihar: Keberagaman Sumut Terbungkus Dalam Persaudaraan

    Pluralisme yang ada di Sumatera Utara, menjadikan provinsi ini tak menjadikan perbedaan sebuah jarak pemisah. Keberagaman adat istiadat dan suku di Sumut disatukan dalam sebuah ikatan persaudaraan. "S

  • Kamis, 26 Apr 2018 18:16

    Pergerakan Indonesia Gelar Dialog Interaktif Kawal Pilkada Serentak Dalam Bingkai Kebhinekaan

    Dewan Pengurus Provinsi Pergerakan Indonesia (DPP PI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dalam bingkai kebhinekaan suku, agama, RAS dan antar golongan.

  • Sabtu, 21 Apr 2018 11:41

    TNI-Polri Motivator Perekat Persatuan dan Kesatuan

    Eksistensi, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan di pundak Prajurit TNI-Polri. Untuk itu, TNI dan Polri harus menjadi solusi dan motivator perekat persatuan dan kesatuan.

  • Rabu, 04 Apr 2018 06:34

    Djarot: Sumut Hidup Dalam Keberagaman

    Cagubsu Djarot Saiful Hidayat mendapat sambutan hangat dan meriah saat tiba di Dusun VIII, Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge, Kabupaten Asahan, Selasa (3/4/2018) sore.Tenda berwarn

  • Jumat, 23 Mar 2018 10:23

    Jangan ada etnis merasa terintimidasi, khususnya menjelang Pemilu

    Dalam konsep FPK (Forum Pembauran Kebangsaan), keberagaman adalah keniscayaan. Mengapa niscaya, karena itu adalah ketetapan Tuhan. Oleh karena itu jangan ada yang menghina umat agama atau etnis lain,

  • Rabu, 21 Mar 2018 19:31

    Sumut Institute dan UNPRI gelar diskusi terbuka, "Masyarakat Sumut Cinta Damai, Jaga Kebhinekaan dan Pluralisme"

    Secara umum, hubungan sosial kemasyarakatan di Sumatera Utara, khususnya antar etnis relatif baik, dibuktikan dengan bebasnya masyarakat minoritas untuk melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. Namun, b

  • Selasa, 13 Mar 2018 11:53

    Kerukunan Umat Beragama Perekat Persatuan Bangsa

    Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar, bangsa yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Selain itu Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang plural me

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak