Rabu, 13 Nov 2019 08:42
  • Home
  • Opini
  • Radikalisme, sebuah paham manipulasi kebenaran yang menghambat Indonesia maju

Radikalisme, sebuah paham manipulasi kebenaran yang menghambat Indonesia maju

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ridho Airlangga (Blogger/Relawan Gerakan Literasi Terbit)
Senin, 11 Nov 2019 06:31
@EDDY_W73
Ilustrasi
Di zaman now, radikalisme digerakkan untuk mengganti asas negara. Targetnya, penegakan sistem khilafah dengan beragam argumen.

Demokrasi sebagai sistem bernegara dan berbangsa dianggap "haram" dan dituduh sebagai biang kerok kegagalan membangun bangsa.

Disinilah kekeliruan kelompok radikal itu, cenderung menganggap demokrasi sebagai sistem yang tak dapat diinterpretasi, tak boleh dikreasi ketika belum efektif penegakannya.

Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam waktu singkat, yang hanya meninggalkan air mata dan jerit ketakutan. 

Mencegah dan mewaspadai ancaman radikalisme tidak hanya menjadi peran bagi aparat keamanan tetapi membutuhkan peran dan partisipasi seluruh pihak. Tentunya dengan sinergi antara negara dan masyarakat, maka radikalisme akan sulit berkembang.


Paham radikalisme pun berevolusi menjadi suatu gerakan terorisme seperti ISIS misalnya, dimana keberadaannya jelas mengganggu stabiltas keamanan yang ada di Indonesia. Gerakan radikal ISIS berpotensi membuat penguatan sekat di masyarakat dan hal tersebut akan membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menjadi berkurang.

Paham Radikalisme dapat memprovokasi pecahnya NKRI serta merusak kedaulatan bangsa, karena paham Radikalisme seperti ISIS sangatlah bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI. Salah satunya adalah munculnya polarisasi antara pihak yang pro dan kontra terhadap paham ISIS di tengah umat Islam.

Tentu bisa disimpulkan, bahwa mendukung keberadaan ISIS sama saja dengan mendukung Radikalisme, dengan mendukung radikalisme maka ia turut serta dalam mendukung perpecahan sesama umat Islam di Indonesia.



Pemerintah Harus Bijak Libas Fanatisme Dan Manipulasi Kebenaran

"Manipulasi agama" merupakan bagian dari modus operasi kinerja dari kelompok radikalisme terhadap agama.

Sikap fanatik buta dan berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam, makanya agama ini mewajibkan agar umatnya terus belajar dan menuntut ilmu. Tujuannya adalah agar umat tidak terperangkap dalam sikap fanatik buta.

Bukan berarti umat tidak dibolehkan bersikap fanatik. Toh, sebagian besar umat Islam awam mengikuti dan fanatik terhadap fatwa ulama. Hanya saja, sebaiknya umat terus belajar agar tidak terjerumus dalam sifat fanatik buta tersebut.

Sebab, sikap fanatik buta merupakan biang dari tindakan intoleran yang melahirkan berbagai kekerasan yang mengatasnamakan agama. Apalagi sudah tersusupi paham ideologi tertentu (terorisme).

Fanatisme macam ini tentu sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa, fanatisme ini pula bisa jadi penyebab keretakan antarumat karena sikap terlalu bersemangat (pede) mengklaim kebenaran.

Oleh sebab itu, perlu adanya formulasi baru berupa infiltrasi pemahaman keagamaan kuat yang ditujukan untuk menghantam dalil-dalil dasar aliran fanatik dan manipulasi kebenaran ini.

Karena radikalisme tidak ada korelasinya sama sekali dengan ajaran agama. Justru, agamalah yang sebetulnya memandu manusia untuk hidup dalam ketentraman, kedamaian, serta menyatukan seluruh manusia. Agama hadir guna memberikan kasih sayang, agama juga hadir guna mempersatukan kita dalam perbedaan, dan bukan malah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Pancasila, UUD 1945, prinsip Bhineka tunggal ika serta NKRI. Pemahaman akan dasar paling fundamental ini diharapkan mampu membentengi setiap warga sehingga terhindar dari segala kemungkinan yang terjadi. Apalagi, ajaran-ajaran yang menyimpang semacam ini dinilai tak bersesuaian dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Mari kita jaga ikatan kebangsaan kita, keberagaman nusantara kita serta perasaan senasib kita untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangankan dan diperebutkan oleh para pahlawan kusuma bangsa dengan bersatu melawan manipulasi kebenaran "radikalisme" demi mewujudkan kemajuan bangsa yang damai dan sejahtera.
Editor: Iman

T#g:Fanatismeradikalisme
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Nov 2019 03:09

    Masyarakat Tegas Menolak Radikalisme

    Berbagai komitmen melawan Radikalisme dan Intoleransi ini kian intens disuarakan. Sebab paham ini dinilai meresahkan dan dapat menciptakan disintegrasi bangsa. Beragam respon positif terkait peno

  • Minggu, 28 Jul 2019 03:28

    Waspada Radikalisme di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

    Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tampaknya akan kurang seru jika acara tersebut tidak diselingi dengan promosi kegiatan ekstrakurikuler. Promosi tersebut dimaksudkan agar para siswa

  • Senin, 22 Jul 2019 03:22

    Peran serta media massa dan generasi muda Dalam Menjaga Persatuan Bangsa Pasca Pemilu

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 30 Juni 2019. Penetapan tersebut berdasarkan hasil

  • Rabu, 01 Mei 2019 03:01

    Hati-hati Masjid Berpaham Radikal

    Pada awalnya, alasan utama dari radikalisme agama atau gerakan- gerakan Islam garis keras tersebut adalah dilatarbelakangi oleh politik lokal dari ketidakpuasan politik, keterpinggiran politik dan sem

  • Selasa, 02 Apr 2019 15:02

    Waspada Radikalisme di Tengah Euforia Pemilu

    Pemilu merupakan wujud dari sebuah negara untuk menunjukkan eksistensinya dalam sistem demokrasi dalam rangka mencari pemimpin pilihan rakyat. Namun Pemilu kali ini juga mendapatkan sorotan dari beber

  • Selasa, 26 Feb 2019 17:06

    Radikalisasi Masjid, Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

    Di Indonesia tempat ibadah yang terpapar radikalisme juga cukup meresahkan, dimana dari hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU menunjukkan sebagai early warning untuk ditindaklanjuti dengan pendalama

  • Rabu, 13 Feb 2019 01:13

    Generasi Muda dan Radikalisme Tempat Ibadah

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menegaskan bahwa generasi muda harus memahami soal radikalisme dan ekstrimisme. Tujuannya agar bisa menangkis penanaman paham tersebut dari oknum p

  • Minggu, 16 Des 2018 15:16

    Gencarnya Pemerintah Menangkal Radikalisme

    Maraknya penyebaran paham radikal semakin masif di tanah air. Tidak hanya di wilayah pelosok saja, kini penyebaran paham radikal sudah mulai bergerak di lingkungan aparat maupun lembaga pemerintah.&nb

  • Kamis, 06 Des 2018 21:26

    Pendidikan Sekolah Melawan Paham Radikalisme Di Indonesia

    Fenomena pemahaman radikalisasi relatif terabaikan pada tahap awal rantai pengaruh radikalisasi pada usia remaja di institusi/lembaga pendidikan sekolah. Para kalangan akademisi dan pengamat masih fok

  • Minggu, 28 Okt 2018 18:18

    Ponpes Jabal Noor Deli Serdang Bahas Isu Radikalisme dan Islam

    Sebagai pemuda Islam yang mendalami ajaran agama, kita harus mampu menjadi benteng pertahanan untuk keutuhan persatuan bangsa Indonesia dan agama Islam. Umat Islam harus bersatu, jangan saling menyala

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak