Selasa, 26 Mei 2020 12:51
  • Home
  • Opini
  • Radikalisme, sebuah paham manipulasi kebenaran yang menghambat Indonesia maju

Radikalisme, sebuah paham manipulasi kebenaran yang menghambat Indonesia maju

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ridho Airlangga (Blogger/Relawan Gerakan Literasi Terbit)
Senin, 11 Nov 2019 06:31
@EDDY_W73
Ilustrasi
Di zaman now, radikalisme digerakkan untuk mengganti asas negara. Targetnya, penegakan sistem khilafah dengan beragam argumen.

Demokrasi sebagai sistem bernegara dan berbangsa dianggap "haram" dan dituduh sebagai biang kerok kegagalan membangun bangsa.

Disinilah kekeliruan kelompok radikal itu, cenderung menganggap demokrasi sebagai sistem yang tak dapat diinterpretasi, tak boleh dikreasi ketika belum efektif penegakannya.

Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam waktu singkat, yang hanya meninggalkan air mata dan jerit ketakutan. 

Mencegah dan mewaspadai ancaman radikalisme tidak hanya menjadi peran bagi aparat keamanan tetapi membutuhkan peran dan partisipasi seluruh pihak. Tentunya dengan sinergi antara negara dan masyarakat, maka radikalisme akan sulit berkembang.


Paham radikalisme pun berevolusi menjadi suatu gerakan terorisme seperti ISIS misalnya, dimana keberadaannya jelas mengganggu stabiltas keamanan yang ada di Indonesia. Gerakan radikal ISIS berpotensi membuat penguatan sekat di masyarakat dan hal tersebut akan membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menjadi berkurang.

Paham Radikalisme dapat memprovokasi pecahnya NKRI serta merusak kedaulatan bangsa, karena paham Radikalisme seperti ISIS sangatlah bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI. Salah satunya adalah munculnya polarisasi antara pihak yang pro dan kontra terhadap paham ISIS di tengah umat Islam.

Tentu bisa disimpulkan, bahwa mendukung keberadaan ISIS sama saja dengan mendukung Radikalisme, dengan mendukung radikalisme maka ia turut serta dalam mendukung perpecahan sesama umat Islam di Indonesia.



Pemerintah Harus Bijak Libas Fanatisme Dan Manipulasi Kebenaran

"Manipulasi agama" merupakan bagian dari modus operasi kinerja dari kelompok radikalisme terhadap agama.

Sikap fanatik buta dan berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam, makanya agama ini mewajibkan agar umatnya terus belajar dan menuntut ilmu. Tujuannya adalah agar umat tidak terperangkap dalam sikap fanatik buta.

Bukan berarti umat tidak dibolehkan bersikap fanatik. Toh, sebagian besar umat Islam awam mengikuti dan fanatik terhadap fatwa ulama. Hanya saja, sebaiknya umat terus belajar agar tidak terjerumus dalam sifat fanatik buta tersebut.

Sebab, sikap fanatik buta merupakan biang dari tindakan intoleran yang melahirkan berbagai kekerasan yang mengatasnamakan agama. Apalagi sudah tersusupi paham ideologi tertentu (terorisme).

Fanatisme macam ini tentu sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa, fanatisme ini pula bisa jadi penyebab keretakan antarumat karena sikap terlalu bersemangat (pede) mengklaim kebenaran.

Oleh sebab itu, perlu adanya formulasi baru berupa infiltrasi pemahaman keagamaan kuat yang ditujukan untuk menghantam dalil-dalil dasar aliran fanatik dan manipulasi kebenaran ini.

Karena radikalisme tidak ada korelasinya sama sekali dengan ajaran agama. Justru, agamalah yang sebetulnya memandu manusia untuk hidup dalam ketentraman, kedamaian, serta menyatukan seluruh manusia. Agama hadir guna memberikan kasih sayang, agama juga hadir guna mempersatukan kita dalam perbedaan, dan bukan malah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Pancasila, UUD 1945, prinsip Bhineka tunggal ika serta NKRI. Pemahaman akan dasar paling fundamental ini diharapkan mampu membentengi setiap warga sehingga terhindar dari segala kemungkinan yang terjadi. Apalagi, ajaran-ajaran yang menyimpang semacam ini dinilai tak bersesuaian dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Mari kita jaga ikatan kebangsaan kita, keberagaman nusantara kita serta perasaan senasib kita untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangankan dan diperebutkan oleh para pahlawan kusuma bangsa dengan bersatu melawan manipulasi kebenaran "radikalisme" demi mewujudkan kemajuan bangsa yang damai dan sejahtera.
Editor: Iman

T#g:Fanatismeradikalisme
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2020 03:10

    Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih me

  • Jumat, 08 Mei 2020 03:08

    Memutus Nalar Jahat Radikalisme

    Nalar radikalisme yang ingin mendirikan khilafah masih hidup di benak para anggotanya. Nalar sangat sulit dideteksi dan dibasmi kalau tidak dengan secara serius dan terus menerus. Kita boleh bergembir

  • Kamis, 07 Mei 2020 03:07

    Mewaspadai Radikalisme di Sekolah dan Kampus

    Radikalisme adalah paham berbahaya karena dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menyasar kalangan terdidik

  • Jumat, 17 Apr 2020 03:17

    Virus Radikalisme Mengancam Ideologi Bangsa

    Covid-19 memang menjadi sesuatu yang membahayakan dan mematikan. Kendati demikian, ada virus yang lebih berbahaya dari Covid-19 yakni virus radikalisme kerena dapat membahayakan ideologi bangsa, memec

  • Sabtu, 11 Apr 2020 03:11

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Melalui Dunia Maya

    Penyebaran radikalisme melalui dunia maya menjadi fenomena global yang harus dihadapi bersama. Semua pihak diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan mengingat radikalisme mengancam ideologi negara dan

  • Sabtu, 28 Mar 2020 03:28

    Radikalisme Virus Demokrasi dan HAM

    Paham radikal masih menjadi momok yang patut untuk diwaspadai karena bergerak secara senyap dalam rangka menggerogoti keutuhan bangsa.Radikalisme juga menjadi virus bagi demokrasi dan Hak Asasi Manusi

  • Senin, 23 Mar 2020 03:23

    Mewaspadai Konten Radikalisme Ancaman Keutuhan NKRI

    Radikalisme masih menjadi ancaman NKRI selama bertahun-tahun. Penyebarannya pun semakin dinamis dengan tidak hanya mengandalkan tatap muka, namun juga melalui internet. Masyarakat dan Pemerintah jug

  • Sabtu, 21 Mar 2020 19:21

    Young Milenial Gelar Diskusi Publik 'Ancaman Penyebaran Faham Radikal Bagi Pelajar Dan Mahasiswa Di Sumatera Utara'

    Menyikapi ancaman penyebaran faham radikal di dunia pendidikan terutama bagi pelajar dan mahasiswa, Young Milenial mengadakan forum diskusi mengangkat tema "Ancaman Penyebaran Faham Radikal Bagi Pelaj

  • Rabu, 18 Mar 2020 03:18

    Radikalisme Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

    Ancaman nyata NKRI dalam 4 tahun kedepan adalah gerakan Radikal. Hal ini dikarenakan gerakan tersebut bertentangan dengan NKRI dan tidak ada istilah NKRI bersyariah dalam konteks Negara Pancasila. Dip

  • Jumat, 13 Mar 2020 18:43

    Kodim 0824/Jember Gelar Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme

    Sebagai bagian dari program pembinaan teritorial, pada Kamis (12/03/2020), dilaksanakan pembinaan Komunikasi sosial terkait cegah tangkal radikalisme, di Jember.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak