Minggu, 25 Okt 2020 17:27
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

Bogor (utamanews.com)
Oleh: Bayu Anggito )*
Jumat, 14 Agu 2020 02:24
Facebook
Di tengah pandemi Covid-19, segelintir orang yang selama ini tergabung selalu menolak kebijakan Pemerintah, mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Publik pun diminta mewaspadai manuver kelompok tersebut yang dikhawatirkan dapat mengganggu kerja keras pemerintah dalam menangani Covid-19.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai mengganggu konsentrasi pemerintah. Tentu mudah ditebak siapa saja yang berada dalam kelompok ini, sudah pasti kelompok ini berisi orang yang terlempar dari kekuasaan pemerintah. Mereka melakukan manuver seakan memberikan isyarat jika apa yang mereka pikirkan akan menyelesaikan semua masalah. Semoga saja mereka sudah move on dengan hasil pemilu 2019 lalu.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang ada saat pandemi, kita tentu saja tidak bisa menampik bahwa pemerintah tetap berusaha menyelamatkan bangsa. Tentu saja koalisi aksi menyelamatkan indonesia (KAMI) harus dipertanyakan, dengan cara apa mereka menyelamatkan bangsa? Apakah dengan menambah kerunyaman saja?

Kelompok ini memang diusung oleh orang yang sangat berpengaruh, bahkan beberapa diantaranya berasal dari kalangan akademisi dan petinggi Ormas. Namun sangat tidak etis jika mereka mencoba memprovokasi publik dengan itikad yang tak elok. Padahal selama wabah ini, kita harus tetap bergandengan tangan untuk keluar dari persoalan bangsa.


Tentu saja tidak ada yang salah dengan upaya penggalangan kekuatan moral, namun untuk mendapatkan legitimasi secara politik seharusnya kelompok ini sadar bahwa mereka tidak bisa menempuh cara instan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, sah-sah saja koalisi itu dibentuk. Ia menganggap bahwa koalisi itu merupakan oposisi swasta yang artinya berada di luar parlemen.

Donny juga menambahkan, yang terpenting saat ini dan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah solusi bukan deklarasi. Solusi yang dimaksud oleh Presiden Jokowi adalah bersama-sama membantu pemerintah dalam menyelesaikan krisis akibat pandemi covid-19.

Ketika pemerintah sedang menggodok Omnibus Law sebagai upaya dalam mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi, kelompok KAMI justru hanya berkoar-koar tanpa menghadirkan solusi konkrit.

Padahal Omnibus Law telah menawarkan terobosan seperti kemudahan dalam izin usaha, hal ini tentu sangat membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dan kembali merekrut angkatan kerja.


Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino menilai, Omnibus Law Cipta Kerja akan memberikan dampak dan implikasi yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Apalagi dengan adanya Omnibus Law Cipta kerja, maka tidak akan ada lagi regulasi yang tumpang tindih sehingga segala proses perizinan bisa diperingkas, sehingga memungkinkan adanya akselerasi penyerapan tenaga kerja di berbagai perusahaan maupun industri.

Menurutnya, regulasi ini bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan tentu ada beberapa tahapan yang harus melalui berbagai proses. Meski manfaat dari Omnibus Law ini sudah disuarakan, namun tetap saja kelompok KAMI menganggap bahwa hal tersebut bukan merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan bangsa.

Jika KAMI merupakan gerakan moral, lantas mengapa gerakan ini diinisiasi para oposan yang tidak menerima hasil Pemilu? Apalagi ada diantaranya yang dipecat dari BUMN, ada anggota DPR yang tidak terpilih kembali dan ada pula mantan pejabat yang tidak dipakai kembali.

Tentu saja hal ini dapat menimbulkan asumsi publik, apa iya gerakan tersebut berisi kelompok non partai yang merasa kesal dengan kebijakan pemerintah? Lantas mengapa mereka tidak menyampaikan langsung keresahan mereka secara konstitusional, kenapa pula mereka harus berdeklarasi?

Jika ada yang mengatakan kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Tentu kalimat ini masih dipertanyakan validitasnya. Padahal meski guncangan ekonomi cukup berat, Indonesia belum sampai pada titik hampir karam. Bahkan perekonomian di Indonesia masih lebih aman jika dibandingkan dengan negara lain.

Meski lebih aman, tentu saja pemerintah tidak akan tinggal diam. Bantuan-pun sudah diluncurkan. Regulasi yang berkaitan dengan penyelamatan perekonomian bangsa juga sedang digodok.

Jika KAMI masih saja koar-koar tanpa memberikan solusi, maka tidak aneh jika muncul hipotesis bahwa mereka butuh panggung untuk mendapatkan atensi publik.

Selama wabah ini tentu saja kita wajib bergandeng tangan untuk bangkit dari pelbagai permasalahan. Nyatanya negara superpower saja terdampak oleh virus yang tak tampak. Meski kita berada pada kapal berbeda namun kita berada pada badai yang sama.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor
Editor: Iman

T#g:Oposisiekonomi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 17 Okt 2020 06:17

    Musa Rajekshah Berharap Ekonomi Masyarakat Bangkit dari Masjid

    Wagub Sumut Musa Rajekshah berharap ekonomi dan pelatihan ekonomi umat dapat lahir dari masjid yang ada sekitar warga. Sehingga ke depan kebangkitan ekonomi umat lahir dari masjid-masjid yang ada di S

  • Rabu, 07 Okt 2020 02:37

    Demo Buruh Memperburuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    Demo buruh yang akan diadakan, diprediksi akan memperburuk penanganan dampak covid. Pasalnya, saat unjuk rasa susah sekali menjaga jarak, sehingga khawatir membentuk klaster corona baru. Selain itu, d

  • Minggu, 27 Sep 2020 06:27

    Banyak Pihak Menikmati Manfaat Program PEN

    Ada banyak strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya adalah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).Kementerian Pariwisata

  • Rabu, 09 Sep 2020 18:59

    Ditengah Pandemi Covid-19, Ster TNI Ajak Pelaku Bisnis Beralih Ke E-Commerce

    Ditengah mewabahnya Covid-19, Staf Terotorial (Ster) TNI mengajak kepada pelaku bisnis untuk melakukan transisi ke sistem online atau e-commerce sebagai salah satu alternatif wadah berbisnis dimasa se

  • Senin, 07 Sep 2020 17:07

    Bambu Dapat Tingkatkan Nilai Pundi Rupiah Bagi Masyarakat

    Balai Diklat LHK Pematang Siantar  memberikan materi teknik memanfaatkan bambu melalui LMS e- Learning LHK Telecoference, Zoom pada hari Senin (8/9/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan

  • Senin, 07 Sep 2020 02:07

    Keberadaan KAMI, Masalah Baru Di Tengah Pandemi Covid-19

    Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai salah langkah karena mengadakan deklarasi di depan umum. Padahal sebagian anggota mereka adalah mantan pejabat yang tentunya tahu attitude dalam men

  • Kamis, 20 Agu 2020 05:20

    Nawal : Sudah Saatnya Pengrajin Mulai Beralih ke Digital

    Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini membawa banyak perubahan baru dalam tatanan kehidupan masyarakat. Salah satu cara untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan melakukan penyesuaian. Indus

  • Rabu, 19 Agu 2020 02:29

    Deklarasi KAMI Kental Nuansa Politis

    Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) adalah kumpulan tokoh nasional yang beralasan untuk menyelamatkan Indonesia. Deklarasi KAMI yang dilakukan awal Agustus 2020 sontak dicela masyarakat karena

  • Senin, 17 Agu 2020 12:17

    Aktivis 98 Yang Tergabung Dalam Lintas Eksponen 98 Sumut Dukung Deklarasi KAMI

    Lintas Eksponen 98 Sumatera Utara (Sumut) yang merupakan wadah komunikasi para aktivis mahasiswa yang bergerak saat terjadinya gerakan reformasi di sumatera Utara, menyatakan mendukung Deklarasi Koali

  • Jumat, 07 Agu 2020 08:07

    Fase Adaptasi Kebiasaan Baru Mampu Pulihkan Ekonomi

    Adaptasi kebiasaan baru yang kita jalani beberapa minggu ini diharap bisa memulihkan keadaan ekonomi di Indonesia. Pasar yang sempat ditutup akhirnya dibuka kembali dan roda perekonomian digulirkan la

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak